Headline.co.id, Semarang ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah berakhir setelah seluruh rangkaian perlombaan dituntaskan. MTQ Nasional XXXI tersebut ditutup Menteri Agama Nasaruddin Umar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026). Dewan Hakim kemudian menetapkan para peserta dan regu terbaik melalui Surat Keputusan Nomor Kep-04/DH/MTQN-XXXI/IX/2026. Penetapan itu mencakup cabang seni baca, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan selamat kepada para peserta yang meraih prestasi. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari kemampuan, ketekunan, kedisiplinan, doa, dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Kepada para peserta yang meraih prestasi terbaik saya menyampaikan selamat. Penghargaan malam ini adalah buah ketekunan, kedisiplinan, doa, dan pembinaan terus menerus. Namun gelar juara bukan akhir dari segalanya, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Nasaruddin saat menutup MTQ Nasional XXXI.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Juara MTQ Nasional XXXI cabang seni baca dan qira’at
Pada cabang seni baca Al-Qur’an, juara pertama golongan tartil putra diraih Ahmad Fatih Nawaf Al-Fayadh dari Kalimantan Timur, sedangkan kategori putri dimenangi Izzah Qurrata’ain dari DKI Jakarta.
Golongan tilawah anak-anak putra menempatkan Abyzar Ramadan dari Jambi sebagai terbaik pertama. Pada kategori putri, juara pertama diraih Asri Wahyuni dari Kalimantan Timur.
Untuk tilawah remaja, juara pertama putra diraih Radhi Ukhrawi dari Aceh dan juara pertama putri diraih Ma’ Rifah dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, kategori dewasa menempatkan Syamsuri Firdaus dan Luthfi Lathifah Rizki, keduanya dari DKI Jakarta, sebagai juara pertama putra dan putri.
Pada golongan tilawah disabilitas netra, Nunu Nugraha dari Jawa Barat menjadi terbaik pertama putra. Kategori putri dimenangi Nuriyah Islamiyah dari Jawa Timur.
Di cabang qira’at Al-Qur’an mujawwad dewasa, juara pertama putra diraih Dzaniyal Muhammad Chubaibillah dari Jawa Timur dan juara pertama putri diraih Khairunnisa dari Nusa Tenggara Barat. Untuk qira’at murattal remaja, juara pertama putra adalah Muhammad Rifqi Rizal dari Kalimantan Timur, sedangkan kategori putri dimenangi Hasna Huriyah Zalfa dari Jawa Tengah.
Adapun qira’at murattal dewasa menempatkan Iskandar dari DKI Jakarta sebagai terbaik pertama putra dan Fifi Rahayu dari Jawa Tengah sebagai terbaik pertama putri.
Daftar juara hafalan dan tafsir Al-Qur’an
Pada cabang hafalan Al-Qur’an, golongan 1 juz dan tilawah putra dimenangi Haffa Fatirrahim dari Sumatera Utara. Kategori putri diraih Syaula Zhafira dari Jawa Tengah.
Juara pertama golongan 5 juz dan tilawah putra adalah Aqsal Z Rafsanjani Hasibuan dari Sumatera Utara, sedangkan kategori putri diraih Nita Rahmatiah dari Kalimantan Timur.
Golongan 10 juz putra menempatkan Muhammad Rasky Raehan dari Kalimantan Timur sebagai terbaik pertama. Pada kategori putri, juara pertama diraih Amira Islamey Aisyahbella dari Jawa Timur.
Untuk golongan 20 juz, juara pertama putra diraih Rizky Alfarijy dari Sumatera Utara dan juara pertama putri diraih Tsurayya Aniqa dari Kalimantan Timur. Pada golongan 30 juz, Muhammad Haikal Al Ghifari dari Kalimantan Timur menjadi terbaik pertama putra, sementara Raisya Annazira dari Aceh menjadi terbaik pertama putri.
Di cabang tafsir Al-Qur’an bahasa Arab, juara pertama putra diraih Enri Ahmed Paturusi dari Kalimantan Timur. Kategori putri dimenangi Mushlihah Jamaluddin dari DKI Jakarta.
Tafsir bahasa Indonesia menempatkan Muhammad Abdul Faqih dari Jawa Tengah sebagai terbaik pertama putra dan Mauliza Juliantika dari Aceh sebagai terbaik pertama putri. Untuk tafsir bahasa Inggris, juara pertama putra diraih Gozy Abdul Matin dari Jawa Tengah, sedangkan kategori putri diraih Zumrotul Luthfiyyah dari Jawa Tengah.
Juara fahm, syarh, kaligrafi, dan karya tulis
Pada cabang fahm Al-Qur’an, regu pria terbaik pertama berasal dari Sumatera Selatan. Sementara itu, regu wanita terbaik pertama berasal dari Aceh.
Cabang syarh Al-Qur’an menempatkan regu pria dan regu wanita Kalimantan Timur sebagai juara pertama.
Untuk seni kaligrafi Al-Qur’an golongan naskah, juara pertama putra diraih Agung Prabowo dari Jawa Tengah dan juara pertama putri diraih Nur Anisa dari Kalimantan Timur. Pada golongan hiasan mushaf, Agung Sukoco dari Jawa Barat menjadi terbaik pertama putra, sedangkan Femi Nurkholida dari Banten menjadi terbaik pertama putri.
Golongan dekorasi menempatkan Muclisin dari Kalimantan Timur sebagai juara pertama putra dan Pevi Diana dari DKI Jakarta sebagai juara pertama putri. Pada golongan kontemporer, juara pertama putra diraih Abdul Khalim dari Jawa Tengah dan kategori putri diraih Syarli Baizura Sajidah dari Kalimantan Timur.
Untuk golongan digital, juara pertama putra adalah Defri Dwi Saputra dari Kalimantan Timur, sedangkan juara pertama putri adalah Mita Agusmi Elvia dari Kalimantan Timur.
Cabang karya tulis ilmiah Al-Qur’an menempatkan Hakim Maulana dari Kalimantan Timur sebagai penulis pria terbaik pertama. Pada kategori penulis wanita, juara pertama diraih Nur Aidila Fitria dari Kalimantan Timur.
Ketua Dewan Hakim Syibli Syarjaya menegaskan keputusan tersebut bersifat final. “Keputusan Dewan Hakim ini bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,” ujar Syibli.
Nasaruddin mengatakan para juara MTQ Nasional XXXI memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Para juara adalah teladan dalam menjaga, mengajarkan dan menghadirkan nilai-nilai Al-Quran di tengah masyarakat. Prestasi membaca dan menghafal berjalan bersama dengan kemuliaan akhlak. Kecakapan memahami melahirkan kebijaksanaan, keindahan menulis ayat disertai keindahan perilaku,” ungkapnya.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















