Headline.co.id, Jakarta ~ Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama agar mampu mengendalikan diri, menjaga integritas, dan menjalankan amanah secara bertanggung jawab. Pesan itu disampaikan dalam tausiah Majelis Mujahadah Inspektorat Jenderal (MMI) Episode 38 yang digelar secara daring, Kamis (5/11/2026). Khairunas menilai pengendalian hawa nafsu penting bagi ASN karena perilaku yang tidak terkendali dapat memicu penyalahgunaan kewenangan, korupsi, hingga pelanggaran moral.
Hawa Nafsu Disebut Bisa Memicu Penyimpangan
Dalam tausiah tersebut, Khairunas menjelaskan dua hal yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam kerugian, yakni menyia-nyiakan waktu hingga lalai dan membiarkan hati dikuasai hawa nafsu. Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Kahfi ayat 28 agar manusia senantiasa mengingat Allah SWT serta tidak memperturutkan hawa nafsu.
Ia juga mengutip Surah Al-Kahfi ayat 103–105 mengenai orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya. Mereka merasa telah melakukan yang terbaik, tetapi amal tersebut menjadi sia-sia karena mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Khairunas, jabatan, pendidikan tinggi, dan penghasilan besar tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari perilaku menyimpang. Karena itu, ASN perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan dorongan dalam diri agar tidak merusak pengabdian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Kenapa masih melakukan tindakan korupsi? Bisa jadi jawabannya adalah karena nafsu yang selalu menguasai,” ungkap Khairunas.
Ia mengingatkan, satu tindakan menyimpang dapat berdampak pada hilangnya kehormatan, kepercayaan, bahkan masa depan seseorang. Pesan itu disampaikan sebagai pengingat bagi ASN Kementerian Agama agar tidak mengabaikan integritas dalam menjalankan tugas.
ASN Kemenag Diminta Tidak Lalai oleh Kehidupan Dunia
Selain mengendalikan diri, Khairunas mengingatkan ASN bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Dengan mengutip Surah Ali Imran ayat 185 dan Surah Al-An’am ayat 32, ia menegaskan bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian dan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang bertakwa.
“Dunia ini adalah kehidupan yang sementara. Jangan sampai kita lalai dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan ini akan kita tinggalkan,” pesannya.
Khairunas mengajak ASN memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik melalui amalan sederhana. Ia menyebut salat berjamaah di masjid, memperbanyak zikir dan istigfar, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bagian dari upaya menjaga keimanan.
“Peluang-peluang kita untuk mendapatkan pahala yang begitu banyak tinggal bagaimana kemauan kita dan kesungguhan kita untuk mencapainya,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pengaruh lingkungan pergaulan terhadap perilaku seseorang. Menurut Khairunas, ASN perlu membangun hubungan dengan lingkungan yang mendorong kebaikan dan menjauhi pergaulan yang dapat mengarahkan pada perilaku negatif.
“Mari berteman dengan orang-orang yang taat kepada Allah yang selalu mengajak ke jalan-Nya,” ajaknya.
Kejujuran dan Tanggung Jawab Menjadi Landasan
Dalam menjalankan tugas sebagai ASN, Khairunas menegaskan bahwa kejujuran dan tanggung jawab merupakan nilai yang harus terus dijaga. Ia mengutip hadis riwayat Muslim yang menjelaskan bahwa kejujuran menuntun seseorang kepada kebaikan, sedangkan kebaikan mengantarkan ke surga. Sebaliknya, kedustaan membawa kepada keburukan.
“Marilah kita selalu berbuat jujur, benar, dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang kita lakukan,” tegasnya.
Khairunas juga mengajak ASN meluruskan niat dalam bekerja. Menurut dia, setiap aktivitas pengabdian dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan disertai komitmen menghadirkan integritas.
“Luruskan niat kita, mari kita komitmenkan tekad untuk selalu menghadirkan integritas dalam hal-hal yang kita lakukan. Kita melakukan hal-hal yang baik, dan yang terpenting adalah kita niatkan karena Allah SWT,” tambahnya.
Di akhir tausiah, Khairunas berharap seluruh ASN Kementerian Agama senantiasa menjaga keimanan, mengendalikan diri, serta menjadikan kejujuran dan tanggung jawab sebagai dasar dalam bekerja. Ia menegaskan, amanah sebagai ASN tidak hanya diwujudkan dengan menyelesaikan tugas, tetapi juga dengan menjaga kepercayaan, menjunjung integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(Rusdiana)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















