Headline.co.id, Pulang Pisau ~ Tren hotspot di Kabupaten Pulang Pisau menurun setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membantu membasahi permukaan tanah dan mendukung penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi belum membuat kewaspadaan dapat diturunkan. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, memimpin rapat evaluasi di Kantor BPBD, Jumat (30/10/2026), bersama seluruh camat se-Kabupaten Pulang Pisau. Dalam rapat itu, Osa meminta posko siaga darurat di tingkat kecamatan dan desa kembali diaktifkan untuk mempercepat pelaporan serta antisipasi karhutla di wilayah yang didominasi lahan gambut.
Rapat evaluasi tersebut digelar untuk menyamakan langkah penanganan karhutla hingga tingkat tapak. Forum itu juga menjadi sarana untuk menyampaikan informasi dan membahas perkembangan terbaru kondisi karhutla di Kabupaten Pulang Pisau.
“Dipandang perlu dilaksanakan rapat koordinasi untuk evaluasi dan menyampaikan informasi serta membahas perkembangan terkini penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Osa dalam pemaparannya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi permukaan tanah. Penurunan titik panas yang terjadi bersamaan dengan fase peralihan cuaca membantu membasahi permukaan sehingga mendukung upaya penanggulangan karhutla.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan potensi kebakaran. BPBD Pulang Pisau tetap menempatkan kesiapsiagaan sebagai prioritas karena wilayah kabupaten itu hampir seluruhnya merupakan kawasan bergambut.
Karakteristik Gambut Menjadi Perhatian
Dominasi lahan gambut di Pulang Pisau membuat mitigasi karhutla memerlukan penanganan yang cermat dan berkelanjutan. Curah hujan yang turun sesaat belum tentu meresap secara sempurna hingga lapisan bawah tanah.
Kondisi hidrologis tersebut membuat potensi munculnya titik api laten masih perlu diantisipasi. Titik api dapat kembali menjadi ancaman ketika cuaca berubah panas, meskipun hotspot saat ini menunjukkan tren penurunan.
Karena itu, perkembangan cuaca dan kondisi lapangan tetap perlu dipantau secara konsisten. Pengawasan dini dilakukan untuk memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera diketahui dan dilaporkan melalui jalur yang tersedia.
Osa menegaskan bahwa penurunan hotspot tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah lengah. Menurut dia, karakteristik wilayah Pulang Pisau yang sebagian besar merupakan lahan gambut menuntut kesiapan maksimal dari seluruh pihak.
“Meski hotspot menurun, kita tidak boleh lengah karena Pulang Pisau hampir seluruhnya adalah wilayah bergambut yang menjadi prioritas, sehingga kesiapsiagaan harus tetap maksimal,” tegas Osa.
Posko Kecamatan dan Desa Diaktifkan Kembali
Sebagai langkah antisipasi, Osa menginstruksikan para camat untuk mengaktifkan kembali posko siaga darurat di tingkat kecamatan dan desa. Pengaktifan posko ditujukan untuk mempercepat rantai pelaporan apabila ditemukan indikasi karhutla di lapangan.
Keterlibatan camat dan perangkat di tingkat desa dinilai penting karena penanganan membutuhkan koordinasi yang berjalan hingga tingkat tapak. Dengan posko siaga, informasi mengenai kondisi wilayah dapat disampaikan melalui jalur yang telah disiapkan.
Rapat yang menghadirkan seluruh camat se-Kabupaten Pulang Pisau itu sekaligus memperkuat koordinasi pemerintah daerah dan unsur penggerak di tingkat akar rumput. Kerja sama lintas sektoral tersebut diharapkan memperkokoh upaya perlindungan wilayah dari ancaman bencana musiman.
Kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk melindungi keselamatan warga serta menjaga kelestarian ekosistem gambut di Kalimantan Tengah. Penurunan hotspot akibat hujan menjadi perkembangan positif, tetapi pengawasan dan pelaporan dini tetap harus dilakukan secara konsisten.
(MC Kab. Pulang Pisau/Jemy/Barsel)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















