Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para kiai, nyai, pengasuh, pengelola, dan santri menjaga marwah pesantren sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Pesantren dinilai perlu mempertahankan kehormatan, martabat, dan citranya melalui tata kelola serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Ajakan itu disampaikan Menag saat memberi arahan dalam acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menag juga menegaskan Kementerian Agama akan mengambil tindakan tegas apabila menemukan pesantren yang menyimpang dari ketentuan. Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan untuk menjaga marwah pesantren sekaligus melindungi masyarakat.
“Marilah kita memelihara citra luhur pondok pesantren. Marwah dan citra pondok pesantren sangat tergantung kepada kita semuanya, para pengelolanya. Jangan lagi ada isu negatif di sekitar pondok pesantren,” ujar Nasaruddin Umar dalam acara tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hadir dalam Munajat Santri untuk Negeri, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, serta Sekretaris Jenderal beserta jajaran Eselon I dan II Kementerian Agama.
Kemenag Akan Tindak Pesantren yang Menyimpang
Nasaruddin mengatakan, pesantren memiliki kedudukan penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta pesantren terus menjaga kepercayaan publik. Penyelenggaraan pendidikan di pesantren, kata dia, harus berjalan sesuai ketentuan dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.
“Kita ingin pondok pesantren menjadi wadah terbaik untuk melahirkan manusia-manusia utuh di Indonesia ini,” kata Menag.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Agama tidak akan membiarkan penyimpangan dari ketentuan yang seharusnya. Penegakan aturan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya mempertahankan kehormatan pesantren.
“Kementerian Agama sangat tegas. Manakala ada pondok pesantren yang menyimpang dari ketentuan-ketentuannya sebagaimana seharusnya, pemerintah tidak segan-segan untuk mengambil tindakan yang tegas,” tegas Nasaruddin.
Tanggung Jawab Bersama Menjaga Marwah Pesantren
Menag berharap Majelis Masyayikh turut memperhatikan dan menjaga martabat pesantren. Ia menilai, upaya menjaga marwah pesantren membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama para pengasuh dan pengelola yang menjalankan pendidikan sehari-hari.
Pesantren, lanjutnya, telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Dalam perjalanan sejarah bangsa, pesantren berperan menanamkan ilmu, membangun karakter, memelihara martabat manusia, serta menumbuhkan kesadaran kebangsaan.
“Pesantren bukan hanya bagian dari sejarah Indonesia. Pesantren adalah bagian dari fondasi berdirinya Republik Indonesia,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengingatkan bahwa keberadaan pesantren tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Indonesia. Karena itu, menjaga marwah pesantren juga berarti meneruskan tradisi pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.
Santri Didorong Kuasai Ilmu dan Teknologi
Nasaruddin mengatakan, perjuangan santri pada masa kini perlu disesuaikan dengan tantangan zaman. Jika dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu dapat diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, ia mendorong pesantren dan santri memperkuat kemandirian ekonomi, akhlak mulia, serta karya nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk melanjutkan peran pesantren dalam membentuk manusia Indonesia yang utuh.
“Sebab kita menginginkan pondok pesantren menjadi salah satu tempat terbaik untuk melahirkan manusia-manusia Indonesia yang utuh.,” tegasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















