Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah mematangkan persiapan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) yang akan diluncurkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 4 November 2026. Program tersebut disiapkan Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memperkuat pencegahan serta deteksi dini TB di lingkungan pesantren. Pelaksanaannya akan dirangkaikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah di Jakarta, dengan membahas pembagian tugas, pendataan santri, dukungan tenaga kesehatan, serta kesiapan sarana dan prasarana.
Rapat koordinasi tersebut digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag dengan melibatkan perwakilan Kemenkes, Kemendagri, pemerintah daerah, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Utara, serta pengelola Pondok Pesantren Mawaridussalam.
Sekretaris Ditjen Pesantren Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, pembahasan diarahkan untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan program dapat disiapkan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Peluncuran kegiatan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Dalam Negeri,” ujar Arsad, Rabu (28/10/2026).
Program Pesantren Bebas TB Fokus pada Deteksi Dini
Arsad menyebut Program Pesantren Bebas TB merupakan bentuk kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di lingkungan pesantren.
Menurut dia, pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama membutuhkan dukungan layanan kesehatan yang memadai. Dukungan tersebut diperlukan agar para santri dapat belajar dan beraktivitas dalam lingkungan yang sehat dan aman.
“Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemeriksaan TB, karena deteksi sejak awal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Ini sesuai dengan kaidah Fikih, Bahaya harus dihilangkan,” kata Arsad Hidayat.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah untuk mendeteksi, mengobati, dan menghilangkan ancaman penyakit tersebut dari tengah masyarakat. Layanan CKG juga diharapkan dapat memperluas akses santri terhadap pemeriksaan kesehatan.
“Kita berharap layanan CKG dapat memperluas akses santri terhadap pemeriksaan kesehatan,” jelas Arsad.
Pelaksanaan program di lingkungan pesantren juga akan disertai penguatan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut disiapkan Kemenag melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
Pembagian Peran Tiga Kementerian
Dalam rapat koordinasi, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri membahas pembagian peran untuk mendukung peluncuran Program Pesantren Bebas TB.
Kemenag bertugas mengoordinasikan persiapan bersama pihak pesantren. Kementerian ini juga melakukan pendataan santri sebagai sasaran penerima manfaat dan memperkuat edukasi perilaku hidup bersih serta sehat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Kemenkes menyiapkan aspek teknis pelayanan medis. Persiapan tersebut mencakup mobilisasi tenaga kesehatan, penyediaan peralatan medis, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta perlindungan privasi data medis santri.
Kemendagri bersama pemerintah daerah mendukung koordinasi lintas perangkat daerah dan dinas kesehatan. Dukungan ini ditujukan untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah sekaligus menyelaraskan pelaksanaan program dengan kebutuhan di lapangan.
Perwakilan Kemendagri menyatakan kesiapan mendukung kegiatan tersebut di daerah. Dengan dukungan itu, koordinasi pelaksanaan program di lokasi peluncuran akan dilakukan bersama pemerintah daerah, dinas kesehatan, pihak pesantren, dan instansi terkait.
Tindak Lanjut Persiapan Peluncuran
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, Ditjen Pesantren Kemenag akan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah daerah setempat. Surat itu akan memuat rincian waktu, lokasi, dan susunan acara sebagai dasar koordinasi pelaksanaan kegiatan.
Pondok Pesantren Mawaridussalam di Kabupaten Deli Serdang dipilih sebagai lokasi rencana peluncuran Program Pesantren Bebas TB pada 4 November 2026. Dalam kegiatan tersebut, layanan CKG akan dirangkaikan dengan pemeriksaan TB bagi santri.
Melalui sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah, program ini diharapkan memperkuat pencegahan serta deteksi dini tuberkulosis. Program tersebut juga diharapkan meningkatkan akses santri terhadap layanan kesehatan melalui CKG.
Upaya itu menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan kondusif bagi proses pendidikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















