Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG dan Loka MBG untuk memperkuat transparansi serta tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Radar MBG dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan masyarakat memantau menu, kandungan gizi, lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan nama kepala dapur. Sementara itu, Loka MBG dirancang sebagai ekosistem perdagangan digital yang menghubungkan pemasok pangan, termasuk petani dan peternak, dengan dapur pelaksana program.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan pengembangan tersebut dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pengawasan, memperkuat layanan pengaduan masyarakat, serta meningkatkan transparansi penggunaan anggaran dan kualitas layanan bagi penerima manfaat.
BGN juga memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk kementerian yang membidangi koordinasi pemerintahan, pangan, urusan dalam negeri, dan kesehatan. Koordinasi tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menangani berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Radar MBG Sediakan Informasi Layanan
Melalui Radar MBG, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai menu harian dan kandungan gizi makanan yang disediakan dalam program MBG. Sistem ini juga memuat informasi lokasi SPPG serta nama kepala dapur yang melayani sekolah penerima manfaat.
Ketersediaan informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengetahui layanan yang diterima dan berpartisipasi dalam pengawasan pelaksanaan program. Sekolah serta orang tua juga dapat menggunakan informasi menu dan kandungan gizi untuk memahami makanan yang disediakan bagi siswa.
Informasi lokasi SPPG dan penanggung jawab dapur dapat memudahkan masyarakat menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan dalam pelayanan. Karena itu, penguatan sistem informasi perlu disertai pembaruan data secara berkala dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses.
Dengan mekanisme tersebut, Radar MBG tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemantauan, tetapi juga mendukung tindak lanjut terhadap laporan masyarakat dan perbaikan kualitas layanan.
Loka MBG Prioritaskan Tujuh Kelompok Komoditas
Selain Radar MBG, BGN mengembangkan Loka MBG untuk memperkuat hubungan pemasok bahan pangan dan dapur pelaksana. Platform ini diarahkan untuk melibatkan koperasi serta asosiasi petani dan peternak secara langsung dalam pengadaan kebutuhan pangan.
Komoditas dalam ekosistem tersebut diperdagangkan dengan mengacu pada harga yang ditetapkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan bahan pemaparan BGN, pengembangan Loka MBG melibatkan kerja sama dengan kementerian yang membidangi pendidikan dan urusan desa, termasuk melalui pemanfaatan sistem SIPLAH.
Pengembangan Loka MBG juga berkaitan dengan persoalan perbedaan harga komoditas di tingkat produsen dan biaya bahan pangan dalam operasional dapur. Sudaryono mencontohkan harga telur yang dapat lebih rendah di sentra peternakan, sementara perhitungan biaya makanan di dapur tetap menggunakan harga standar.
Melalui kemitraan langsung dan perdagangan digital, BGN berupaya meningkatkan transparansi harga, mengurangi potensi margin berlebihan, serta memperluas akses pasar bagi produsen lokal.
BGN merencanakan peluncuran terbatas Loka MBG pada November 2026 dan peluncuran penuh pada Desember 2026. Tujuh kelompok komoditas yang diprioritaskan terdiri atas beras, minyak goreng, daging ayam, sapi dan kerbau, telur, ikan, serta susu.
Model Dapur Disesuaikan dengan Kondisi Sekolah
BGN juga menyiapkan model layanan dapur berdasarkan jumlah siswa dan kondisi sekolah. Untuk sekolah dengan jumlah siswa besar, dapur dapat dibangun di lingkungan sekolah. Adapun sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit dapat dilayani melalui dapur sentral di luar sekolah, dengan makanan dikirim dalam kondisi hangat.
Model dapur sentral juga diarahkan untuk melayani pondok pesantren dengan jumlah santri besar. Penerapannya mempertimbangkan kesiapan fasilitas, jarak distribusi, dan keamanan pangan.
Dalam metode lain yang dikembangkan, makanan disajikan secara berkala untuk setiap kelas dengan pendekatan prasmanan. Makanan untuk satu kelas diantar ke ruang kelas, kemudian dikonsumsi bersama sebelum peralatan dibersihkan.
Suhu makanan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan metode tersebut. Bahan pemaparan BGN menyebut target suhu minimal 60 derajat Celsius. Penerapannya tetap harus mengikuti ketentuan keamanan pangan yang berlaku, termasuk pengawasan suhu selama penyimpanan dan distribusi.
Uji coba metode tersebut telah dilakukan pada puluhan dapur. BGN menargetkan penerapannya menjangkau 5.000 hingga 10.000 dapur sampai akhir 2026. Pendekatan ini ditujukan untuk menekan risiko gangguan keamanan pangan, mengurangi sisa makanan, dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Pendidikan Gizi Diusulkan Masuk Kurikulum
BGN juga mendorong integrasi program MBG dan pendidikan gizi ke dalam kurikulum nasional. Usulan tersebut bertujuan agar penyediaan makanan bergizi di sekolah diikuti pemahaman siswa mengenai kebiasaan makan sehat serta tanggung jawab terhadap makanan.
Pendidikan gizi diharapkan dapat disesuaikan dengan kegiatan belajar tanpa mengganggu jam pelajaran inti. Sekolah juga perlu memperoleh panduan yang jelas agar kegiatan makan bersama sesuai dengan usia, kondisi, dan kebutuhan siswa.
Pelaksanaan model baru itu menghadapi tantangan berupa kebutuhan edukasi bagi pengelola dapur dan kesiapan sekolah dalam menerapkan pola pelayanan makan bersama. Karena itu, pelaksanaannya memerlukan koordinasi BGN, sekolah, pemerintah daerah, pemasok pangan, dan pihak terkait lainnya.
Keberhasilan penguatan tata kelola MBG tidak hanya diukur dari jumlah dapur yang menerapkan sistem baru. Aspek lain yang perlu diperhatikan mencakup keamanan makanan, kualitas gizi, efisiensi anggaran, serta manfaat yang dirasakan siswa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















