Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan mengembangkan Smart Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (Smart SBNP) berbasis sensor dan komunikasi nirkabel. Teknologi ini ditujukan untuk memantau kondisi sarana bantu navigasi pelayaran dari jarak jauh guna mendukung keselamatan pelayaran di Indonesia. Pengembangan tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Bandung pada 26 Oktober 2026. Kerja sama itu melanjutkan kolaborasi BRIN dan Distrik Navigasi Tanjung Intan yang telah berlangsung sejak 2022.
PKS Pengembangan Smart SBNP untuk Mendukung Keselamatan Pelayaran ditandatangani Kepala Pusat Riset Elektronika BRIN Yusuf Nur Wijayanto dan Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan Fini.
Fokus kerja sama ini adalah mengembangkan sistem pemantauan yang memungkinkan kondisi sarana bantu navigasi diketahui dari lokasi berbeda. Sistem tersebut diharapkan mendukung layanan kenavigasian di wilayah kerja Distrik Navigasi Tanjung Intan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Yusuf mengatakan, pengembangan Smart SBNP diarahkan untuk mengoptimalkan sistem pemantauan yang telah terpasang pada sarana milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan.
“Ini bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut sistem pemantauan Smart SBNP yang telah terpasang pada SBNP milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan sehingga dapat menyediakan informasi kondisi SBNP dari jarak jauh. Untuk mendukung layanan kenavigasian dan keselamatan pelayaran di wilayah kerja Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan,” jelas Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima , Senin (26/10/2026).
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) merupakan peralatan atau sistem di luar kapal yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi navigasi kapal maupun lalu lintas pelayaran. Perangkat tersebut membantu pelaut mengenali kondisi perairan, menentukan jalur yang aman, serta menghindari potensi bahaya.
Dalam konsep Smart SBNP, perangkat navigasi dilengkapi sensor dan teknologi komunikasi nirkabel. Data mengenai kondisi serta kinerja perangkat dikirim secara berkala untuk dipantau dari lokasi berbeda. Sistem ini memungkinkan pemantauan yang lebih terintegrasi, khususnya terhadap sarana navigasi yang berada di lokasi jauh atau sulit dijangkau.
Yusuf menambahkan, pembahasan kerja sama juga mencakup perkembangan teknologi elektronika dan informatika yang telah dikembangkan maupun diterapkan untuk mendukung sistem navigasi pintar.
Riset Bersama Libatkan Pertukaran Data
Fini menjelaskan, pengembangan Smart SBNP terintegrasi mencakup sejumlah komponen, mulai dari sensor, akuisisi dan pengolahan data, hingga sistem pemantauan. Kolaborasi riset tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran data, informasi, dan pengetahuan BRIN dan Distrik Navigasi Tanjung Intan.
“Riset bersama menjadi wadah pertukaran data dan pertukaran informasi serta ilmu pengetahuan melalui pemanfaatan personel dan tenaga ahli maupun tenaga pendukung lainnya yang dimiliki PRE dan Disnav. Selain itu juga pemanfaatan bersama sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung lainnya,” terang Fini.
Dalam pembahasan teknis, kedua pihak mengidentifikasi sejumlah teknologi yang dapat mendukung pengembangan Smart SBNP. Teknologi yang dibahas meliputi pelampung suar, Long Range Wide Area Network (LoRaWAN), End Node Sensor, dan Gateway.
Pelampung suar merupakan salah satu sarana navigasi yang berfungsi menandai bahaya di perairan, seperti karang, perairan dangkal, gosong, dan kerangka kapal. Penanda ini membantu navigator mengenali area berisiko sekaligus mengidentifikasi jalur pelayaran yang aman.
Alur Data Smart SBNP
LoRaWAN merupakan protokol komunikasi nirkabel berdaya rendah dengan jangkauan luas. Teknologi tersebut memungkinkan sensor atau perangkat elektronik mengirimkan data melalui jaringan nirkabel, termasuk dari lokasi yang jauh atau memiliki keterbatasan konektivitas.
Dalam sistem Smart SBNP, End Node Sensor dipasang pada sarana bantu navigasi untuk mendeteksi kondisi objek atau lingkungan. Data yang diperoleh kemudian dikirim melalui jaringan LoRaWAN menuju Gateway.
Gateway selanjutnya meneruskan data ke sistem pemantauan di Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan. Melalui alur tersebut, informasi mengenai kondisi sarana navigasi dapat dihimpun dan dipantau secara terpusat.
Pengembangan Smart SBNP menjadi bagian dari pemanfaatan riset dan inovasi untuk mendukung layanan navigasi yang lebih andal. Kolaborasi BRIN dan Kementerian Perhubungan melalui teknologi sensor, komunikasi, dan pengolahan data diharapkan memperkuat pemantauan sarana navigasi serta berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan pelayaran di Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















