Headline.co.id ~ Kontingen Indonesia meraih tambahan 14 medali pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Kamis (22/10/2026), berupa dua emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Perolehan itu menempatkan Indonesia di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan total 10 emas, 11 perak, dan 31 perunggu. Tambahan medali berasal dari para renang, para tenis meja, para panahan, para bulu tangkis, para angkat berat, dan para atletik. Indonesia masih berpeluang naik ke posisi delapan melalui sejumlah pertandingan yang berlangsung pada hari berikutnya.
Indonesia Terpaut dari Kazakhstan
Berdasarkan klasemen sementara dalam rilis kontingen, Indonesia berada satu tingkat di bawah Kazakhstan. Kedua negara sama-sama mengoleksi 10 medali emas, tetapi Kazakhstan memiliki 13 perak dan 19 perunggu.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menilai peluang Indonesia untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Menurut dia, pertandingan para bulu tangkis, boccia, para atletik, dan para renang dapat menjadi sumber tambahan medali.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Bisa sepuluh besar, bahkan nomor delapan bisa. Kalau melihat dari sini (perolehan medali) nomor delapan bisa ini, apalagi karena bulu tangkis belum main nih. Kenapa saya optimis? Karena bulu tangkis belum main. Kita berdoa saja ya, besok bulu tangkis main lima finalis,” tutur Reda.
Dalam pernyataan lain di Headquarter Kontingen Indonesia, Jumat (24/10/2026), Reda menyebut masih ada potensi medali dari para bulu tangkis. Ia mengatakan empat finalis dijadwalkan bertanding pada Jumat, disusul peluang dari boccia, para atletik, dan para renang.
“Besok masih ada potensi tambahan lagi dari para bulu tangkis. Kita ada empat finalis yang akan bertanding besok (Jumat). Juga masih ada boccia, para atletik dan para renang,” ujar Reda.
Dua Emas dari Para Renang dan Tenis Meja
Medali emas Indonesia pada Asian Para Games 2026 disumbangkan oleh Abdil Majid Rahman dari para renang serta pasangan Barce Layaba/Leli Marlina dari para tenis meja.
Abdil menjadi juara nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. Atlet asal Kabupaten Kampar itu menjadi yang tercepat dalam nomor tersebut.
Emas lainnya diraih Barce Layaba/Leli Marlina pada nomor ganda campuran para tenis meja. Mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan, Moon Sunghye/Kim Younggun, dengan skor 3-1.
Pertandingan tersebut berlangsung dalam empat gim. Pasangan Indonesia sempat kalah pada gim pertama dengan skor 6-11, tetapi kemudian merebut tiga gim berikutnya dengan skor 11-7, 11-8, dan 11-3.
Dari para renang, Indonesia juga mendapatkan dua medali perak. Maulana Rifky Yavianda meraih perak pada nomor 50 meter gaya bebas putra klasifikasi S13, sedangkan Mutiara Cantik Harsanto finis sebagai peraih perak pada nomor 100 meter gaya dada putri klasifikasi SB9.
Satu medali perak lainnya berasal dari para panahan. Ken Swagumilang, Arif Firmansyah, dan Teodora Audi Ayudia Ferely meraihnya pada nomor compound mixed team.
Para Bulu Tangkis Sumbang Perunggu
Para bulu tangkis turut menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia. Muhammad Al Imran meraihnya pada nomor tunggal putra SL3, Qonita Ikhtiar Syakuroh pada tunggal putri SL3, Rina Marlina pada tunggal putri SH6, dan Khalimatus Sadiyah pada tunggal putri SL4.
Medali perunggu lainnya diraih pasangan Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah pada nomor ganda putri SL3-SU5.
Indonesia juga mendapatkan perunggu dari para renang melalui Theradina Audria Lie, para angkat berat melalui Elsa Dwi Saputri, serta para atletik melalui Helin Wardina dan Vitasari.
Perolehan tersebut membuat kontribusi medali Indonesia tersebar di enam cabang olahraga. Namun, posisi akhir Indonesia masih bergantung pada hasil pertandingan kontingen Indonesia dan negara-negara pesaing.
Jendi Pangabean Diharapkan Tambah Medali
Selain para bulu tangkis, para renang menjadi salah satu cabang yang diharapkan kembali menyumbang medali. Hingga Kamis (22/10/2026), cabang tersebut telah memberikan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu bagi kontingen Indonesia.
Jendi Pangabean dijadwalkan tampil pada babak penyisihan nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9, Jumat (23/10/2026) pukul 10.50 waktu setempat. Ia akan menghadapi persaingan dari atlet tuan rumah Taiyo Kawabuchi dan wakil Iran, Pouresmaeilyazdi Abolfazl Zarif.
Koordinator Pelatih Para Renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, berharap Jendi mampu tampil sesuai dengan kemampuan dan peringkatnya.
“Sesuai ranking kita harapkan Jendi bisa memenuhi targetnya untuk menjadi yang terbaik,” ujar Agni.
Pertandingan Jendi menjadi salah satu kesempatan Indonesia untuk menambah koleksi medali sekaligus memperkuat peluang mempertahankan posisi 10 besar dan mengejar peringkat kedelapan klasemen Asian Para Games 2026.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















