Headline.co.id ~ Baharkam Polri menerjunkan tim Search and Rescue (SAR) ke Kalimantan Tengah untuk memperkuat perlindungan dan penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan karena karhutla di wilayah itu mengancam habitat orangutan, mengganggu ketersediaan pakan, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap. Tim Baharkam Polri melakukan koordinasi dengan Kapolda Kalimantan Tengah dan jajaran pada Kamis (22/10/2026), kemudian meninjau fasilitas Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS). Upaya itu merupakan tindak lanjut arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan agar penanganan karhutla juga memperhatikan keselamatan satwa dan kelestarian ekosistem.
Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan vegetasi. Satwa liar juga menghadapi kehilangan habitat, kesulitan mencari makan, dan gangguan kesehatan karena paparan kabut asap.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan. Ada kehidupan satwa yang juga harus kita selamatkan. Karena itu, upaya penanganannya harus menyeluruh, termasuk memastikan satwa liar tetap terlindungi,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Baharkam Polri Tinjau Penanganan Orangutan
Untuk memastikan kesiapan penanganan karhutla Kalteng, Tory bersama tim Baharkam Polri lebih dulu berkoordinasi dengan Kapolda Kalimantan Tengah dan jajaran pada Kamis (22/10). Koordinasi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan ke Yayasan BOS, lembaga konservasi yang menangani penyelamatan dan rehabilitasi orangutan.
Di lokasi itu, tim melihat kondisi satwa dan fasilitas rehabilitasi. Mereka juga mendalami langkah penanganan orangutan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
“Kami ingin memastikan penanganan satwa dilakukan dengan baik, termasuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan orangutan. Jangan sampai kebakaran yang terjadi justru menimbulkan ancaman lebih besar bagi keberlangsungan hidup mereka,” kata Tory.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Baharkam Polri untuk memastikan perlindungan satwa berjalan seiring dengan penanganan kebakaran. Orangutan yang berada di kawasan terdampak maupun yang menjalani rehabilitasi menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut.
Kesiapan Personel dan Peralatan SAR Dievaluasi
Selain meninjau Yayasan BOS, tim Baharkam Polri mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah. Evaluasi dilakukan untuk memastikan dukungan evakuasi dapat segera digerakkan apabila kondisi kebakaran memburuk.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Di wilayah itu, Baharkam Polri berkoordinasi dengan petugas Polisi Kehutanan sekaligus memperkuat pemantauan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla Kalteng.
Kesiapan tersebut diperlukan untuk memperjelas langkah ketika satwa berada dalam ancaman. Selain evakuasi, penanganan juga harus memastikan satwa dibawa ke lokasi yang dapat memberikan perawatan sesuai kebutuhannya.
Polri Tekankan Kerja Sama Lintas Pihak
Tory mengatakan penyelamatan satwa liar tidak dapat dilakukan oleh Polri seorang diri. Penanganan membutuhkan dukungan petugas kehutanan, lembaga konservasi, pemerintah daerah, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Yang paling penting adalah membangun kesiapan bersama. Ketika ada satwa yang terancam, kita harus tahu siapa yang bergerak, bagaimana cara mengevakuasinya, dan ke mana satwa tersebut harus mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Menurut Tory, koordinasi lintas pihak diperlukan agar respons terhadap ancaman karhutla berlangsung lebih terarah. Dengan kesiapan personel, peralatan, petugas kehutanan, dan lembaga konservasi, langkah evakuasi dapat dilakukan ketika kondisi kebakaran memburuk.
Tory menegaskan perlindungan satwa liar merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, ia berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya tumbuh di kalangan petugas, tetapi juga menjadi kesadaran bersama.
“Hutan adalah rumah bagi banyak kehidupan. Menjaganya bukan hanya soal melindungi alam hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan hayati Indonesia,” pungkas Tory.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















