Headline.co.id ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menangani longsor yang menutup ruas Jalan Keumala–Geumpang di STA 46+000, Desa Mane, Dusun Jambo Mie, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh. Longsor terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 13.00–22.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Material tanah, bebatuan, dan pepohonan menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 40 meter dengan tinggi timbunan sekitar tujuh meter. BPJN Aceh mengerahkan satu unit ekskavator dan satu unit wheel loader untuk membersihkan material serta memulihkan akses transportasi.
Penanganan dilakukan karena longsor menutup jalur yang menjadi akses penghubung Keumala–Geumpang. Kemen PU menargetkan ruas tersebut kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setelah material longsoran dibersihkan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas dalam penanganan infrastruktur yang terdampak bencana. Menurut dia, jalan dan jembatan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Material Longsor Tutup Badan Jalan
Longsor di ruas Keumala–Geumpang terjadi dalam rentang waktu sekitar pukul 13.00 hingga 22.00 WIB pada Jumat, 23 Oktober 2026. Hujan berintensitas tinggi menjadi penyebab terjadinya longsor di lokasi tersebut.
Material yang menutup badan jalan terdiri atas tanah, bebatuan, dan pepohonan. Timbunan material membentang sepanjang kurang lebih 40 meter, sedangkan ketinggiannya mencapai sekitar tujuh meter.
Lokasi terdampak berada di STA 46+000, Desa Mane, Dusun Jambo Mie, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. Kondisi itu membuat akses pada ruas jalan Keumala–Geumpang perlu ditangani agar lalu lintas kembali berjalan.
BPJN Aceh Kerahkan Alat Berat
Untuk mempercepat pembersihan, BPJN Aceh mengerahkan satu unit ekskavator dan satu unit wheel loader. Kedua alat tersebut digunakan untuk menangani material longsoran yang menutup badan jalan.
Penanganan difokuskan pada pemulihan akses transportasi di jalur Keumala–Geumpang. Setelah akses dipulihkan, ruas tersebut diharapkan kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Kemen PU terus mendorong penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Pengguna Jalan Diminta Waspada
Kemen PU mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati, terutama saat hujan. Imbauan tersebut disampaikan karena masih terdapat potensi longsor susulan di wilayah yang memiliki kondisi medan dan cuaca rawan.
Selain melakukan penanganan, Kemen PU akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi jalan. Koordinasi itu juga dilakukan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas di ruas Keumala–Geumpang.
Pemantauan diperlukan agar kondisi jalur tetap terawasi setelah pembersihan material longsoran dilakukan. Pengguna jalan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan medan ketika melintasi wilayah tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















