Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rampcheck terhadap sekitar 23 ribu kendaraan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Pemeriksaan keselamatan tersebut direncanakan berlangsung pada 10 November 2026 hingga 3 Januari 2027, terutama menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata. Langkah ini disiapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, kepadatan lalu lintas, serta meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, pemerintah telah memetakan periode yang diperkirakan menjadi puncak pergerakan masyarakat selama Nataru 2026/2027. Pergerakan menjelang Natal diprediksi mencapai puncak pada 23–24 Desember 2026, sedangkan arus setelah Natal diperkirakan berlangsung pada 27–28 Desember 2026.
Sementara itu, puncak pergerakan menjelang Tahun Baru 2027 diprediksi terjadi pada 30–31 Desember 2026. Arus setelah Tahun Baru diperkirakan mencapai puncak pada 3–4 Januari 2027.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada 23–24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27–28 Desember 2026,” ujar Aan.
Rampcheck Nataru Dimulai 10 November
Selain memeriksa kelaikan kendaraan, Ditjen Perhubungan Darat akan menilai kesiapan pengemudi dan terminal. Pemerintah juga menyiapkan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan serta pengawasan terhadap angkutan barang.
Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Rudi Irawan memaparkan, dukungan transportasi darat untuk Nataru mencakup 115 Terminal Tipe A dan 32.398 armada bus. Sebanyak 51 unit Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) juga direncanakan difungsikan sebagai tempat istirahat atau rest area.
Pemeriksaan keselamatan armada bus ditargetkan menyasar sekitar 23 ribu kendaraan. Pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi persyaratan keselamatan selama masa angkutan Nataru.
Ditjen Perhubungan Darat mengimbau operator hanya mengoperasikan kendaraan yang laik jalan, mematuhi ketentuan kapasitas angkut, melaksanakan inspeksi keselamatan secara konsisten, serta menyediakan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Kesiapan pengemudi juga menjadi perhatian. Menurut bahan rapat tersebut, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kemampuan pengemudi menjaga konsentrasi dan mematuhi ketentuan lalu lintas.
Puncak Mobilitas Dipetakan di Sejumlah Titik
Aan menegaskan, koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengatur mobilitas masyarakat selama masa libur panjang. Lonjakan perjalanan dinilai berpotensi meningkatkan kepadatan di ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
“Di samping itu, kita perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Harus dilakukan pemetaan titik rawan dan skema pengalihan arus dengan keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Aan.
Pemerintah juga membahas rancangan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan. Rancangan itu mencakup ketentuan pembatasan operasional angkutan barang sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kepadatan di jalan.
Aan menyebut koordinasi akan terus dilakukan bersama TNI, Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, pengelola jalan tol, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, dan langkah situasional sesuai kondisi di lapangan.
Mudik Gratis dan Pemantauan Melalui MitraDarat
Untuk membantu perjalanan masyarakat selama periode Nataru, Ditjen Perhubungan Darat kembali menyiapkan program Mudik Gratis. Program tersebut memiliki tujuan ke 10 kota di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur, dengan kuota sekitar 2.882 penumpang.
Ditjen Perhubungan Darat juga menyiapkan 12.558 personel pengamanan beserta perangkat pendukung. Personel itu akan ditempatkan di kantor pusat, KSOPP Danau Toba, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Terminal Tipe A Tirtonadi.
Pemantauan pelaksanaan Nataru akan didukung aplikasi MitraDarat. Aplikasi tersebut direncanakan menampilkan peta tematik Nataru, informasi pelaksanaan rampcheck, serta dasbor pemantauan yang ditayangkan di posko pusat. Dasbor itu akan mengintegrasikan data dari berbagai pemangku kepentingan.
Rudi mengatakan, penyelenggaraan Nataru diharapkan meningkatkan kualitas layanan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut tingkat kepuasan masyarakat pada penyelenggaraan sebelumnya mencapai 87,43 persen.
Masyarakat yang merencanakan perjalanan akhir tahun diimbau memperhatikan jadwal keberangkatan, kondisi kendaraan, dan pengaturan lalu lintas sebelum bepergian. Operator angkutan juga diminta memastikan kesiapan armada dan pengemudi agar perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















