Headline.co.id, Padang ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pemulihan infrastruktur air minum di Kota Padang, Sumatra Barat, setelah banjir pada Jumat (9/10/2026) dan Sabtu (10/10/2026) merusak sejumlah fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penanganan dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatra Barat untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan menjaga layanan air minum bagi masyarakat. Tiga SPAM yang terdampak ialah Guo Kuranji, Palukahan, dan Gunung Pangilun. Perbaikan dilakukan melalui penyambungan jaringan pipa, penanganan bangunan intake, serta pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Direktorat Jenderal Cipta Karya memastikan pelayanan air minum masyarakat tetap berjalan selama proses pemulihan pascabencana. Menurut dia, gangguan layanan terjadi akibat dampak banjir, terutama pada sungai dan wilayah hulu.
“Teman-teman dari Cipta Karya memastikan aliran PDAM tidak terganggu. Walaupun kemarin terganggu karena terdampak bencana, nanti ditangani dengan cepat. Tinggal masalah-masalahnya ini ada di sungainya dan di hulu di sana,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perbaikan SPAM Guo Kuranji Pulihkan Layanan 6.000 SR
SPAM Guo Kuranji menjadi salah satu prioritas pemulihan infrastruktur air minum Padang. Banjir menyebabkan bangunan intake SPAM tersebut roboh dan jaringan pipa transmisi terputus. Kerusakan itu berdampak pada pelayanan air minum bagi 6.000 sambungan rumah (SR).
Kepala BPBPK Sumatra Barat Maria Doeni Isa mengatakan, perbaikan pipa transmisi sepanjang 150 meter dengan diameter 300 milimeter telah diselesaikan pada Sabtu. Dengan selesainya pekerjaan itu, pelayanan bagi 6.000 SR kembali pulih.
“Pada Sabtu kemarin kami sudah menyambung dan menyelesaikan perbaikannya, sehingga pemulihan pelayanan terhadap 6.000 SR tersebut sudah teratasi,” kata Doeni.
SPAM Guo Kuranji memiliki kapasitas produksi 80 liter per detik dan melayani sekitar 10.000 SR. Infrastruktur ini telah berulang kali terdampak banjir pada Februari, Agustus, dan Oktober 2026.
Kerusakan terbaru juga memengaruhi progres fisik pekerjaan. Progres yang sebelumnya mencapai 80 persen turun menjadi sekitar 60 persen akibat dampak banjir tersebut.
Penanganan Tiga SPAM Terdampak Banjir
Selain Guo Kuranji, BPBPK Sumatra Barat menangani kerusakan bangunan intake SPAM Palukahan yang tertutup material banjir. Pada SPAM Gunung Pangilun, pembangunan prasedimen terkendala karena area pekerjaan terendam air.
Perbaikan intake SPAM Guo Kuranji dilaksanakan oleh PT Hutama Karya. Lingkup pekerjaan meliputi perbaikan bangunan intake, mercu bendung, serta sayap intake dan mercu.
Project Manager PT Hutama Karya Asih Abdurrahman mengatakan, pekerjaan perbaikan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kondisi lapangan.
“Alhamdulillah, kami berhasil memperbaikinya kembali. Saat ini kami hanya perlu membersihkan lokasi dan mengatur ulang pengecoran agar dapat membangun bendung kembali. Penyelesaian pekerjaan di Kota Padang ini ditargetkan pada Desember 2026 sesuai kontrak,” ujar Asih.
Kebutuhan Tanggap Darurat Capai Rp134 Miliar
Untuk penanganan jangka panjang, BPBPK Sumatra Barat telah menyusun Detail Engineering Design (DED) rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur SPAM.
Kebutuhan penanganan tanggap darurat terhadap 12 SPAM terdampak di Kota Padang diperkirakan mencapai Rp134 miliar. Sementara itu, kerugian akibat kerusakan yang berulang diperkirakan berkisar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.
Kementerian PU melalui penanganan darurat serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berupaya memulihkan infrastruktur air minum yang terdampak banjir. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga keberlanjutan layanan air minum bagi masyarakat Kota Padang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















