Headline.co.id ~ PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026) sore. Kekalahan tersebut membuat PSS gagal melanjutkan tren positif dan harus pulang tanpa membawa poin. Pemain PSS Sleman, Matheus Fornazari, menilai timnya mampu mengimbangi tuan rumah, tetapi sejumlah kesalahan individu membuat pertandingan menjadi lebih sulit. Ia meminta PSS segera melakukan evaluasi dan bangkit pada laga berikutnya, terutama saat kembali bermain di kandang.
PSS Sleman Sempat Menyamakan Kedudukan
Bermain di hadapan publik Stadion Brawijaya, PSS Sleman tetap mampu memberikan perlawanan kepada Persik Kediri. Super Elang Jawa menciptakan sejumlah peluang dalam pertandingan tersebut, termasuk melalui skema serangan balik yang menghasilkan gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-31.
Gol itu menjadi satu-satunya gol PSS Sleman dalam laga melawan Persik Kediri. PSS sebenarnya sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui Gustavo Tocantins. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit melakukan peninjauan menggunakan Video Assistant Referee (VAR).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hingga pertandingan berakhir, PSS tidak mampu mengejar ketertinggalan. Persik Kediri pun mempertahankan keunggulan 2-1 dan membuat PSS Sleman gagal membawa pulang poin dari Stadion Brawijaya.
Matheus Fornazari menilai PSS Sleman telah menampilkan permainan yang kompetitif. Menurut dia, timnya mampu menciptakan peluang yang seimbang dengan Persik Kediri dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hasil lebih baik.
“Saya merasa kami memainkan pertandingan yang sangat baik dan mampu menciptakan peluang yang seimbang dengan lawan. Namun, sepak bola terkadang sulit diprediksi. Kesalahan individu dapat membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit, dan itulah yang terjadi hari ini,” ujar Fornazari dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
Kesalahan Individu Jadi Evaluasi
Fornazari mengakui PSS Sleman memiliki peluang untuk unggul, bahkan memenangkan pertandingan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan menjadi hasil yang diharapkan.
Ia menyebut beberapa kesalahan individu turut memengaruhi jalannya pertandingan. Karena itu, Fornazari menegaskan pentingnya evaluasi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya.
“Kami memiliki peluang untuk unggul, bahkan memenangkan pertandingan, tetapi sayangnya, kali ini keberuntungan belum berpihak kepada kami. Kami melakukan beberapa kesalahan individu dan akan bekerja keras agar hal serupa tidak terulang kembali,” tuturnya.
Menurut Fornazari, kekalahan dari Persik Kediri harus menjadi bahan perbaikan bagi PSS Sleman. Tim perlu meningkatkan konsistensi permainan, menjaga konsentrasi, serta mengurangi kesalahan yang dapat merugikan.
Evaluasi tersebut diharapkan mampu membantu PSS memperbaiki penampilan pada laga berikutnya. Fornazari juga menyampaikan tekad tim untuk memberikan hasil positif ketika kembali tampil di hadapan pendukung sendiri.
“Pada pertandingan kandang berikutnya, kami ingin meraih hasil positif dan memberikan kebahagiaan yang layak didapatkan oleh para suporter. Kami ingin bangkit kembali. Jika ingin tampil baik, kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti ini. Kami harus memperbaiki keadaan dan, sebagai sebuah tim, melakukan segala upaya untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Pieter Huistra Apresiasi Dukungan PSS Fans
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, turut menyampaikan apresiasi kepada PSS Fans yang hadir langsung di Stadion Brawijaya. Menurutnya, kehadiran suporter dalam pertandingan tandang menjadi suntikan motivasi bagi tim, terlepas dari hasil yang diperoleh.
Pieter memahami hasil pertandingan dapat memengaruhi respons suporter. Kemenangan dapat menghadirkan kebahagiaan, sedangkan hasil yang tidak sesuai harapan berpotensi menimbulkan kekecewaan. Meski demikian, ia menilai dukungan yang terus diberikan PSS Fans tetap memiliki arti penting bagi perjalanan tim.
“Kami selalu menghargai dukungan mereka ketika datang langsung untuk mendukung kami di pertandingan tandang. Terkadang mereka merasa marah, dan itu bisa dimengerti. Namun, sebagian besar waktu mereka selalu mendukung kami. Hal itu juga sangat penting bagi tim,” pungkas Pieter.
Bagi PSS Sleman, kekalahan dari Persik Kediri menjadi catatan evaluasi untuk pertandingan berikutnya. Tim dituntut menerjemahkan evaluasi tersebut menjadi perbaikan di lapangan, sementara dukungan PSS Fans diharapkan tetap menjadi dorongan bagi Super Elang Jawa untuk bangkit dan kembali memburu poin maksimal.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















