Headline.co.id ~ Rambut basah setelah kehujanan tidak otomatis menyebabkan flu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Widya Khairunnisa. Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab anggapan bahwa orang yang kehujanan hingga rambutnya basah kuyup pasti terserang flu. Dalam keterangan yang dikutip dari laman IPB University pada Senin (26/10/2026), Widya menjelaskan bahwa flu atau common cold disebabkan oleh virus, bukan air hujan maupun rambut basah. Karena itu, orang sehat tidak perlu khawatir selama rambut dibilas dengan air bersih dan segera dikeringkan.
Rambut Basah karena Hujan Bukan Penyebab Flu
Widya mengatakan, mencuci rambut saat hujan deras pada dasarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Namun, ia mengingatkan pentingnya membilas tubuh dan rambut dengan air bersih setelah terkena hujan, kemudian mengeringkannya sesegera mungkin.
“Secara medis, keramas saat hujan deras pada dasarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, selama setelahnya tubuh dibilas dengan air bersih dan rambut dikeringkan segera,” ujar Widya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurutnya, flu atau common cold merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Air hujan dan rambut basah bukan penyebab langsung seseorang terkena flu. Dengan demikian, kehujanan tidak serta-merta membuat seseorang mengalami penyakit tersebut.
Meski demikian, paparan suhu dingin dapat menimbulkan respons tertentu pada tubuh. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit menyempit atau mengalami vasokonstriksi untuk mempertahankan panas tubuh. Respons ini dapat membuat seseorang menggigil dan merasa tidak nyaman.
Dampak Suhu Dingin dan Kualitas Air Hujan
Widya menjelaskan, udara dingin juga dapat memengaruhi mukosa atau lapisan lendir pada hidung dan saluran pernapasan. Kondisi tersebut berkaitan dengan mekanisme pembersihan mukosiliar, yakni sistem alami tubuh untuk membersihkan lendir dan kuman, serta imunitas lokal di hidung.
Selain suhu, kualitas air hujan juga perlu diperhatikan. Ketika berada di atmosfer, air hujan dapat berinteraksi dengan debu, polutan udara, mikroorganisme, dan berbagai zat lain. Partikel-partikel tersebut kemudian dapat menempel pada rambut dan kulit kepala.
“Dalam kondisi tertentu, paparan polutan berpotensi memicu stres oksidatif dan peradangan, meskipun penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas,” jelas Widya.
Karena itu, orang yang kehujanan disarankan membilas rambut dengan air bersih dan langsung mengeringkannya. Jika terkena hujan dalam waktu cukup lama, terutama di lingkungan yang penuh polusi, rambut sebaiknya dicuci menggunakan sampo untuk membersihkan partikel yang menempel.
Risiko Tidur dengan Rambut Masih Basah
Persoalan rambut basah tidak hanya berkaitan dengan hujan. Tidur dalam keadaan rambut masih basah juga dapat menimbulkan masalah. Spesialis kedokteran keluarga, Matthew Goldman, mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi karena jamur dan bakteri berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.
“Jika Anda membawa jamur atau bakteri (atau keduanya) pulang dan menaruhnya di bantal atau seprai Anda, ada kemungkinan mereka akan bertahan hidup dan berkembang biak,” tutur Goldman, dikutip dari Cleveland Clinic.
Ia menjelaskan, panas yang berulang dari kepala di bantal atau tubuh di kasur dan seprai, terutama ketika rambut masih basah, dapat mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri. Karena itu, rambut perlu dikeringkan sebelum tidur setelah dicuci atau terkena hujan.
Rambut basah juga lebih rentan mengalami kerusakan. Dalam kondisi basah, rambut dapat meregang hingga 30 persen dari panjang aslinya tanpa mengalami kerusakan. Namun, jika diregangkan lebih jauh melalui kegiatan menyisir, menyikat, atau mengikatnya, rambut dapat mengalami perubahan yang tidak bisa dipulihkan.
Kondisi tersebut dapat membuat rambut lebih mudah patah, tumbuh lebih lambat, atau tampak rusak dan kusam. Dengan demikian, rambut basah karena hujan bukan penyebab otomatis flu. Hal yang perlu dilakukan adalah membilas rambut dengan air bersih, mengeringkannya, serta menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















