Headline.co.id, Tanjung Jabung Timur ~ Polda Jambi bersama tim gabungan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Minggu (25/10/2026). Pemantauan dilakukan melalui jalur udara, darat, dan air untuk mengetahui kondisi terkini titik api serta mendukung mobilisasi personel dan logistik. Dari sekitar 10 hektare kawasan hutan TNBS yang terbakar, 4,5 hektare telah dipadamkan, sedangkan 5,5 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, TNI, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD. Selain kawasan TNBS, tim gabungan juga memantau wilayah Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.
Pemantauan Karhutla Polda Jambi Gunakan Jalur Udara dan Air
Pemantauan melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI AD jenis MI-17V5 dengan registrasi HA-5159. Rombongan terdiri atas Gubernur Jambi, Karoops Polda Jambi, unsur Korem 042/Gapu, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Helikopter lepas landas dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 11.11 WIB dan mendarat di lapangan Kecamatan Berbak pada pukul 13.53 WIB. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik kebakaran di kawasan TNBS melalui jalur darat dan jalur air dengan menggunakan akses Sungai Rambut.
Berdasarkan hasil pemantauan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 186 hektare. Luasan itu terdiri atas sekitar 11 hektare kebun sawit milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan TNBS dan sekitar 175 hektare semak belukar di Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kedua lokasi tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran di dalam kawasan hutan TNBS masih menyisakan area yang memerlukan penanganan. Dari perkiraan 10 hektare kawasan hutan yang terbakar, sekitar 4,5 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 5,5 hektare masih ditangani melalui pemadaman dan pendinginan.
Tim Gabungan Fokus pada Pemadaman dan Pendinginan
Tim gabungan terus memantau dan menangani lokasi yang masih terdampak dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta akses menuju titik api. Pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karena ditujukan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran berulang.
Setelah memantau kawasan TNBS, rombongan pada pukul 16.00 WIB melanjutkan pengecekan sumber air atau water intake di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, dekat PT BBS. Pengecekan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan air dalam proses penanganan karhutla.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, mengatakan pemantauan melalui udara dan darat merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani karhutla di Provinsi Jambi.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat. Pemantauan secara langsung sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan, menentukan langkah penanganan yang tepat, serta memastikan titik-titik yang masih terbakar dapat segera ditangani,” ujar Erlan saat menyampaikan pesan Kapolda Jambi.
Polda Jambi Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
Erlan menambahkan, Polda Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung pemadaman dan pendinginan di lokasi yang masih terdampak. Langkah pencegahan juga dikedepankan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut mencakup pemantauan, pemadaman, pendinginan, pencegahan, hingga penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














![[Siaran Pers] AI Bisa Buat Film, Wamen Nezar Patria: Sensor Film Hadapi Tantangan Baru](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-ai-bisa-buat-film-wamen-nezar-patria-sensor-film-hadapi-tantangan-baru.jpg)



![[Siaran Pers] Mini Drama AI Bermuatan Pornografi dan Judi, Wamen Nezar Patria: Kemkomdigi Cermati Pengawasan Platform](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-mini-drama-ai-bermuatan-pornografi-dan-judi-wamen-nezar-patria-kemkomdigi-cermati-pengawasan-platf.jpg)
