Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta – Sebanyak 34 siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalani observasi setelah mengalami gangguan kesehatan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (27/10/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbawa Tarano Labuhan Bontong. Penghentian dilakukan dengan status suspend kategori sedang sambil menunggu pemeriksaan sampel makanan oleh instansi terkait. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan serta memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Berdasarkan laporan hingga Selasa, 32 siswa menjalani perawatan di Puskesmas Tarano, sedangkan dua siswa lainnya berada di Puskesmas Empang. Kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan dua di antaranya telah diperbolehkan kembali ke rumah.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas kejadian tersebut. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan makanan dari instansi terkait sebelum menentukan langkah berikutnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong saat ini sudah diberikan surat pemberhentian sementara atau suspend dengan kategori sedang. Berkaitan dengan tindak lanjutnya, kami akan menunggu hasil pemeriksaan makanan oleh instansi terkait,” ujar Tysa dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (28/10/2026).
BGN Telusuri Proses Pengolahan hingga Penyajian
BGN mengevaluasi seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga penyajian. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya prosedur yang belum dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Kami menelusuri setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan, untuk mengetahui apakah terdapat prosedur yang belum dijalankan sesuai ketentuan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi langkah perbaikan agar standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten,” kata Tysa.
Dalam investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada menu telur saus woku yang disajikan kepada siswa penerima manfaat MBG. Berdasarkan keterangan awal Kepala SPPG, telur direbus sekitar pukul 00.00 WITA. Sementara itu, prosedur yang seharusnya diterapkan menetapkan proses perebusan dimulai pukul 02.00 WITA.
Meski demikian, BGN menegaskan temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa. Hasil pemeriksaan sampel makanan dan penelusuran lebih lanjut oleh instansi terkait masih diperlukan.
Pengawasan Keamanan Pangan Diperkuat
Tysa mengatakan setiap temuan dalam proses evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan sesuai ketentuan. BGN juga menyatakan akan memperkuat pengawasan terhadap seluruh tahapan pelayanan makanan, termasuk penyiapan bahan, pengolahan, dan penyajian.
“Setiap temuan akan ditindaklanjuti melalui evaluasi sesuai ketentuan. Kami juga terus memperkuat pengawasan agar seluruh tahapan pelayanan, mulai dari penyiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan, memperhatikan standar keamanan pangan,” tegas Tysa.
BGN menyatakan komitmennya untuk mengawal penanganan siswa hingga proses penelusuran selesai. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan prosedur dan penguatan pengawasan dalam penyediaan makanan pada Program MBG.
Penguatan pengawasan dilakukan agar penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan dan dapat melindungi kesehatan para penerima manfaat. BGN belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab gangguan kesehatan karena pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung.
BGN Sampaikan Permohonan Maaf
Atas kejadian tersebut, BGN menyampaikan permohonan maaf kepada siswa terdampak, orang tua, dan pihak sekolah. Lembaga itu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung penanganan siswa dan mengawal proses evaluasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak, orang tua, dan pihak sekolah atas kejadian ini. Kami memahami kekhawatiran yang dirasakan keluarga. BGN terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan yang diperlukan sekaligus mengawal proses evaluasi agar langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat,” ujar Tysa.
BGN mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Puskesmas Tarano, Puskesmas Empang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, serta para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam penanganan siswa terdampak.
Operasional SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong akan tetap dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan makanan dan penelusuran terkait selesai dilakukan. Hasil evaluasi selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan perbaikan prosedur serta langkah pengawasan sesuai ketentuan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













![[Siaran Pers] Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-bertemu-usabc-meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-bagi-indonesia.jpg)




