Headline.co.id ~ Kebakaran lahan terjadi di Desa Cindai Alus RT 01 RW 01, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (28/10/2026) siang. Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar berhasil mengendalikan api sekitar 30 menit setelah penanganan dimulai. Kebakaran yang dipicu kondisi vegetasi kering dan tiupan angin kencang itu menghanguskan lahan sekitar 1,7 hektare dan sempat mendekati jalan desa serta permukiman warga.
Peristiwa tersebut menjadi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah tiga hari tidak ada laporan kebakaran. Api pertama kali terlihat dari area semak belukar dan pepohonan, kemudian merambat cepat menuju jalan desa akibat angin yang bertiup cukup kencang.
Kondisi itu sempat memicu kepanikan warga karena kobaran api bergerak mendekati kawasan permukiman. Warga setempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sebelum tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar tiba di lokasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Api Menjalar dalam Hitungan Puluhan Menit
Warga bernama Jamal mengatakan, titik awal kebakaran berada sekitar 300 meter dari lokasi warga. Menurut dia, api bergerak cepat hingga mendekati jalan desa dalam waktu singkat.
“Sekitar 300 meter dari dalam, hanya hitungan puluhan menit sampai ke sini,” ungkap Jamal.
Perambatan api berlangsung cepat karena angin mendorong kobaran dari area semak dan pepohonan menuju bagian lahan yang lebih dekat dengan aktivitas warga. Vegetasi yang berada di sekitar titik kebakaran juga berada dalam kondisi kering akibat kemarau.
Kedekatan api dengan jalan desa membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Sebelum petugas datang, mereka mencoba menahan perambatan api dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi.
BPBD Kendalikan Api dalam 30 Menit
Petugas BPBD Kabupaten Banjar, Hakim, mengatakan, proses penanganan kebakaran tidak menghadapi kendala berarti. Namun, angin kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api di lahan tersebut.
“Tidak terdapat kendala berarti dalam proses penanganan,” kata Hakim, sebagaimana dikutip dari laporan Media Center Banjar.
Selain akses menuju titik kebakaran yang relatif mudah, ketersediaan air di kolam milik pemilik lahan turut membantu proses pemadaman. Kondisi itu memperlancar upaya tim gabungan dalam menjangkau titik api dan melakukan pengendalian.
Tim gabungan kemudian berhasil mengendalikan api sekitar 30 menit sejak penanganan dimulai. Meski demikian, pendataan petugas menunjukkan bahwa kebakaran telah berdampak terhadap lahan dengan luas keseluruhan yang diperkirakan mencapai 1,7 hektare.
Dari luas tersebut, sekitar 1 hektare berhasil dipadamkan. Informasi mengenai luas lahan yang terdampak diperoleh berdasarkan pendataan petugas di lokasi kebakaran.
Warga Diimbau Segera Laporkan Titik Api
Kebakaran lahan di Cindai Alus kembali menunjukkan potensi meningkatnya risiko karhutla saat cuaca kering dan angin bertiup kencang. Area yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan kering dapat membuat api lebih cepat merambat, terutama ketika berada di sekitar jalan desa atau permukiman.
Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pelaporan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas dan mendekati kawasan permukiman.
Peristiwa di Desa Cindai Alus ini terjadi setelah tiga hari tanpa kejadian karhutla di wilayah tersebut. Kendati api telah berhasil dikendalikan, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



![[Siaran Pers] Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-bertemu-usabc-meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-bagi-indonesia.jpg)















