Headline.co.id, Jakarta ~ Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Kementerian Agama menjadi perhatian dalam kegiatan Konsolidasi dan Penguatan Sensus BMN di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin meminta pimpinan setiap satuan kerja (satker) berkomitmen membenahi administrasi dan pemanfaatan aset negara. Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan sensus BMN yang telah diluncurkan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 15 September 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memastikan aset Kemenag tercatat dengan baik, tidak menganggur, dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan Konsolidasi dan Penguatan Sensus BMN diselenggarakan Biro Keuangan dan BMN dalam dua batch. Batch pertama berlangsung pada 20-22 Oktober 2026 dengan peserta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Sementara itu, batch kedua digelar pada 28-30 Oktober 2026 dengan mengundang unit eselon I dan Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia.
Saat membuka kegiatan, Kamaruddin meminta pimpinan satker memberikan perhatian, semangat, dan motivasi kepada para pegawai yang bertugas melakukan penataan administrasi BMN.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memberikan atensi, khususnya kepada para pimpinan ini untuk memberikan semangat, motivasi kepada staf-staf kita, teman-teman kita yang bertugas, yaitu untuk melakukan penataan administrasi BMN,” ujar Kamaruddin.
Administrasi BMN Menjadi Perhatian
Kamaruddin menyebut terdapat dua isu utama dalam pengelolaan BMN. Isu pertama adalah penataan administrasi. Menurut dia, Kementerian Agama sebagai lembaga vertikal memiliki BMN dalam jumlah yang tidak sedikit sehingga terdapat potensi aset tidak terkelola secara maksimal.
“Jadi penataan administrasi ini sesuatu yang sangat penting sekali, dan ini terus-menerus menjadi atensi kita bersama. Setiap tahun BPK memberi atensi memang kepada BMN kita,” tuturnya.
Karena itu, Sekjen mengapresiasi pelaksanaan kegiatan konsolidasi tersebut dan mengajak seluruh pihak bersungguh-sungguh menyelesaikan sensus BMN. Ia juga mengapresiasi perbaikan pengelolaan BMN dalam beberapa tahun terakhir.
“Karena beberapa tahun terakhir ini insya Allah bisa tercatat secara baik dan langsung terdigitalisasi?” imbuhnya.
Menurut Kamaruddin, pencatatan dan digitalisasi menjadi bagian penting dari pembenahan administrasi BMN. Ia berharap pimpinan satker memastikan proses sensus berjalan lancar di seluruh lingkungan Kementerian Agama.
Pemanfaatan Aset Dinilai Belum Maksimal
Isu kedua yang disoroti Kamaruddin adalah pemanfaatan aset. Ia menilai Kementerian Agama perlu mengidentifikasi potensi kapitalisasi terhadap aset-aset yang dimiliki agar penggunaannya lebih optimal.
“Saya kira di Kementerian Agama juga sama ya, jadi kita perlu melakukan identifikasi tentang potensi untuk kita melakukan kapitalisasi terhadap aset-aset yang kita miliki,” ungkap Sekjen.
Ia menegaskan, pembenahan administrasi harus diikuti dengan upaya memastikan seluruh BMN dapat dimanfaatkan dan tidak berada dalam kondisi idle.
“Kalau fase administrasi pengadministrasiannya bagus, ya tentu berikutnya adalah bagaimana memastikan bahwa seluruh BMN-BMN yang ada di Kementerian Agama ini kita bisa mengkapitalisasinya dan tidak ada yang idle. Saya kira itu tantangan dan pekerjaan kita yang tidak pernah berhenti ya, tidak pernah selesai, terus-menerus kita laksanakan,” imbuhnya.
Kamaruddin berharap pengelolaan BMN tidak berhenti pada pencatatan aset. Menurut dia, aset negara perlu didorong agar menjadi fungsional dan dapat memberikan manfaat dalam pengelolaannya.
“Tentu ini menjadi komitmen nasional agar seluruh aset negara ini tidak hanya teradministrasikan secara baik, secara sempurna, tetapi juga nanti bisa dikapitalisasi aset-aset yang idle untuk kemudian menjadi fungsional dan bahkan bisa generate revenue dalam konteks pengelolaan hal-hal tersebut,” ungkap Sekjen.
Selain meminta komitmen pimpinan satker, Kamaruddin berharap forum tersebut dapat merumuskan langkah-langkah pengelolaan BMN secara detail. Kegiatan itu juga diharapkan mampu memetakan berbagai tantangan serta menemukan solusi dalam pengelolaan aset milik negara.
Peraih Nilai Indeks Pengelolaan Aset 2025
Dalam kegiatan tersebut, Kamaruddin didampingi Kepala Biro Keuangan dan BMN Ahmad Hidayatullah menyerahkan penghargaan kepada unit eselon I pusat dan kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dengan nilai Indeks Pengelolaan Aset (IPA) tertinggi pada 2025.
Pada kategori unit eselon I pusat, Inspektorat Jenderal meraih juara pertama dengan nilai IPA 3,51. Juara kedua diraih Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dengan nilai 3,28, sedangkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) menempati posisi ketiga dengan nilai 3,13.
Untuk kategori Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kanwil Kemenag Provinsi Banten menjadi juara pertama dengan nilai IPA 3,56. Kanwil Kemenag Provinsi Bali berada di posisi kedua dengan nilai 3,50, disusul Kanwil Kemenag Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai 3,35.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




![[Siaran Pers] Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-bertemu-usabc-meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-bagi-indonesia.jpg)














