Headline.co.id, Surabaya ~ Dekranasda Jawa Timur memperkuat strategi pengembangan kriya Jawa Timur agar mampu bersaing di pasar internasional. Upaya itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur 2026 di Malang, Selasa (27/10/2026). Penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemasaran digital, serta sinergi pembinaan perajin di 38 kabupaten/kota. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar produk kerajinan daerah.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengatakan sektor kerajinan dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut dia, potensi budaya dan keterampilan perajin harus diimbangi dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.
“Sektor kerajinan dan ekonomi kreatif memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Dekranasda harus terus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital agar kriya Jawa Timur semakin berdaya saing di pasar internasional,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Strategi Kriya Jawa Timur Hadapi Perubahan Pasar
Arumi menyebut peningkatan standar mutu, diversifikasi desain sesuai tren pasar, perluasan akses pembiayaan, dan pengembangan jaringan pemasaran ke luar negeri menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan pelaku industri kerajinan.
Sinergi Dekranasda Provinsi Jawa Timur dengan Dekranasda di 38 kabupaten/kota juga dinilai penting untuk memperkuat pembinaan dan pendampingan perajin. Kolaborasi itu diharapkan membantu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mengatasi tantangan usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Rakorda yang diikuti pengurus Dekranasda tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur tersebut turut menghadirkan diskusi bertajuk “How to Survive in This Economy”. Diskusi dipandu Arumi dengan menghadirkan dosen Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Dewa Made Weda Githapradana, serta pendiri sekaligus Direktur ZAMA, Srie Dewi Wirautami.
Dewa Made menekankan pentingnya kemampuan pelaku industri kreatif dalam membaca perubahan situasi dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi. Kemampuan tersebut diperlukan agar usaha tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan pasar.
Sementara itu, Srie Dewi menyoroti transformasi digital sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat pertumbuhan usaha. Menurut dia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus beradaptasi serta mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan memanfaatkan peluang pasar baru.
Penghargaan untuk Pembina dan Pelaku IKM
Selain membahas strategi pengembangan usaha, Rakorda memberikan penghargaan kepada Dekranasda kabupaten/kota dan pelaku IKM yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan kerajinan daerah.
Kabupaten Ngawi meraih penghargaan kategori Pelestari Wastra Menuju Pasar Internasional. Kabupaten Bojonegoro memperoleh penghargaan Pembina Terbaik, sedangkan Kabupaten Tuban meraih penghargaan Fasilitator Terbaik Karya Produk Potensial Karya Bahan Baku Olahan.
Penghargaan kategori Pengembangan Talenta Kreatif diberikan kepada Kota Probolinggo. Adapun Kabupaten Jombang meraih penghargaan kategori Inovasi Kolaborasi Terkini.
Pada kategori pelestarian budaya, penghargaan Pelestari Budaya Daerah diberikan kepada IKM Sanggar Mbah Guru dari Lamongan. Dua UMKM binaan juga memperoleh penghargaan berdasarkan indikator rintisan dan berkembang, yakni Ulur Wiji milik Nasta Rofika dari Kabupaten Mojokerto dan Tenun Ikat Kodok Ngorek milik Umi Hanafiyah dari Kota Kediri.
Lamongan Raih Penghargaan Interaksi Digital Terbanyak
Penguatan pemasaran digital turut tercermin dalam penghargaan yang diberikan pada Rakorda. Kabupaten Lamongan meraih penghargaan khusus Akun Dekranasda dengan Interaksi Terbanyak, yakni 1.527 interaksi.
Sementara itu, penghargaan Best Digital Information Award diberikan kepada Kabupaten Jember. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap kontribusi Dekranasda kabupaten/kota dan pelaku IKM dalam mengembangkan kerajinan daerah.
Evaluasi Program 2026 dan Rencana Kerja 2027
Melalui Rakorda, Dekranasda Jawa Timur mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026 sekaligus membahas rencana kerja 2027. Penyelarasan program diarahkan untuk memperkuat pembinaan perajin, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pemasaran kerajinan daerah.
Penguatan inovasi, kualitas produk, dan pemasaran digital diharapkan meningkatkan daya saing kriya Jawa Timur serta membuka peluang lebih luas bagi perajin lokal untuk memasuki pasar internasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





![[Siaran Pers] Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-bertemu-usabc-meutya-hafid-dorong-investasi-digital-as-beri-manfaat-nyata-bagi-indonesia.jpg)













