Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mendorong aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memperkuat pelayanan publik melalui transformasi digital dan penerapan manajemen talenta. Dorongan itu disampaikan dalam kunjungan kerja Zudan ke kawasan Banggai pada awal November 2026. Selain mendorong layanan yang lebih mudah, ia menantang pemerintah daerah mengembangkan konsep Safe City melalui integrasi sistem informasi dan Command Center. Langkah tersebut dinilai penting agar teknologi tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga membantu pemerintah merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Kunjungan kerja itu menjadi momentum bagi BKN untuk menyampaikan perubahan pola kerja birokrasi sekaligus memperkuat komitmen ASN dalam melayani masyarakat. Di hadapan pegawai pemerintahan daerah, Zudan menekankan bahwa jabatan ASN harus dipandang sebagai amanah yang diukur dari manfaatnya bagi masyarakat.
“Jabatan adalah amanah yang harus diukur dari seberapa besar dampak, solusi, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Zudan kepada ASN Banggai Kepulauan, seperti dikutip , Jumat (6/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Digitalisasi BKN Terhubung dengan 6,7 Juta ASN
Zudan menyebut transformasi pemerintahan mencakup dua hal utama, yaitu perubahan sistem dan perubahan manusia. Menurut dia, perubahan cara kerja harus diikuti dengan penyederhanaan layanan agar masyarakat dan aparatur dapat mengakses pelayanan secara lebih mudah.
“Sekarang dunia sudah berubah total, cara bekerja kita juga sudah berubah total. Layanan harus lebih mudah,” kata Zudan.
Dalam transformasi sistem, BKN telah mengembangkan platform ASN Digital yang saat ini menghubungkan lebih dari 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia. Melalui platform tersebut, sejumlah urusan kepegawaian, seperti unggah dokumen, kenaikan pangkat, dan pemutakhiran data, dapat dilakukan dari rumah masing-masing.
“Sekarang sudah sepenuhnya bisa dari rumah masing-masing,” tegasnya.
Pengalaman digitalisasi layanan kepegawaian itu didorong menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan lompatan serupa dalam pelayanan publik. Namun, Zudan mengingatkan bahwa teknologi membutuhkan dukungan aparatur yang memiliki kompetensi dan mampu menjalankan sistem secara optimal.
Karena itu, BKN juga mendorong penerapan Manajemen Talenta berbasis sistem merit di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Pemerintah daerah diarahkan menggunakan pemetaan pegawai melalui pendekatan sembilan kotak atau nine-box talent management.
Pemetaan tersebut menjadi dasar yang terukur untuk menyusun strategi pengembangan karier dan suksesi jabatan. Melalui pendekatan itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi aparatur berkinerja tinggi atau rising star yang adaptif terhadap perubahan dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.
Enam Pesan Zudan untuk ASN Banggai Kepulauan
Dalam kunjungannya, Zudan menitipkan enam pesan pelayanan kepada sekitar 6.000 ASN di Banggai Kepulauan. Pesan pertama, ASN harus menyadari bahwa masyarakat merupakan pemilik daerah yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik.
Kedua, layanan harus diberikan secara cepat, mudah, dan dengan sikap yang bersahabat. Ketiga, birokrasi harus berperan sebagai penunjuk jalan bagi warga. Apabila masyarakat mendatangi loket yang tidak sesuai, aparatur diminta membantu mengarahkan, bukan membiarkan warga berpindah-pindah tanpa kepastian.
Keempat, pemerintah daerah didorong menerapkan sistem jemput bola dengan memanfaatkan teknologi digital. Kelima, pemimpin birokrasi harus turun langsung dan hadir untuk merasakan kondisi masyarakat, bukan hanya bekerja dari balik meja.
Pesan keenam adalah keberanian untuk berinovasi. Menurut arahan tersebut, perubahan pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan prosedur, tetapi juga memerlukan kemauan aparatur untuk mencari cara baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Banggai Didorong Naik Kelas Menjadi Safe City
Zudan juga mendorong Kabupaten Banggai tidak berhenti pada konsep Smart City. Di hadapan Bupati Banggai Amirudin dan jajaran pejabat daerah, ia menantang pemerintah daerah mengembangkan konsep Safe City.
Konsep tersebut mengarahkan pemanfaatan teknologi dan integrasi informasi untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Dengan optimalisasi Command Center, pemerintah daerah dapat mengoordinasikan penanganan berbagai situasi darurat, termasuk kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan.
Respons terhadap kondisi tersebut dapat melibatkan Satpol PP, fasilitas kesehatan, layanan Call Center 112, serta instansi terkait lainnya. Integrasi itu diharapkan membuat pengambilan keputusan dan penanganan keadaan darurat berlangsung secara instan serta tepat sasaran.
“Transformasi digital tidak boleh berhenti pada kemudahan layanan, tetapi harus mampu menghadirkan rasa aman dan melindungi masyarakat. Konsep Safe City menuntut pemerintah daerah untuk mampu memanfaatkan teknologi dan integrasi informasi sebagai instrumen pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan responsif,” urai Zudan.
BKN Siapkan Pendampingan untuk Banggai
Bupati Banggai Amirudin menilai kehadiran BKN menjadi momentum untuk menyelaraskan komitmen aparatur di daerah. Di sisi lain, Zudan menyatakan BKN akan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
“Di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, saya akan full bantu,” kata Zudan di hadapan jajaran pemerintah daerah.
Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Regional BKN. Dukungan itu diarahkan untuk membantu pemerintah daerah memperkuat manajemen talenta, mempercepat transformasi layanan, dan mendorong lahirnya aparatur yang bekerja dengan hati, melayani dengan empati, serta berinovasi dengan teknologi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















