Headline.co.id, Jakarta ~ Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi) Fifi Aleyda Yahya mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat komunikasi publik. Dorongan tersebut disampaikan saat Fifi menerima audiensi Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR beserta jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah mengembangkan ide kampanye, menyusun pesan kunci, dan membuat tagline atau slogan komunikasi. Namun, Fifi menegaskan bahwa seluruh informasi dan materi yang dihasilkan AI tetap harus diperiksa manusia agar sesuai dengan fakta, konteks, serta karakter masyarakat yang menjadi sasaran komunikasi.
“AI juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide kampanye, kemudian bagaimana merumuskan alternatif pesan kunci, menyarankan tagline, misalnya, atau slogan,” ujar Fifi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Fifi, penggunaan AI dalam komunikasi publik tidak boleh menghilangkan peran manusia. Pemerintah perlu memastikan setiap konten yang dihasilkan teknologi telah melalui proses pemeriksaan sebelum digunakan atau disampaikan kepada masyarakat.
“AI itu adalah teknologinya, tetapi tetap harus mengedepankan peran manusianya,” tegasnya.
AI untuk Komunikasi Publik Harus Diverifikasi
Fifi mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menggunakan konten yang dibuat dengan bantuan AI, baik untuk kebutuhan riset maupun pembuatan materi visual. Informasi mengenai tokoh yang diperoleh melalui riset berbantuan AI, misalnya, perlu diverifikasi untuk mencegah kesalahan dalam penyampaian fakta.
Perhatian serupa diperlukan ketika pemerintah menggunakan gambar atau wajah hasil generasi AI. Representasi visual yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dinilai berpotensi menciptakan jarak masyarakat dan pemimpinnya ketika bertemu secara langsung.
“Jadi harus tetap hati-hati. Jangan sekadar menyalin apa yang di-generate oleh AI. Lihat kembali, cek kembali,” kata Fifi.
Dalam audiensi tersebut, Fifi juga menekankan pentingnya koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, terutama dalam pengelolaan komunikasi publik. Ia berharap pertemuan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat membuka peluang pengembangan kerja sama sesuai kebutuhan daerah.
Dashboard SIREN Dukung Strategi Komunikasi Daerah
Direktur Komunikasi Publik Kemkomdigi Nunik Purwanti turut memaparkan pengembangan Dashboard SIREN. Layanan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mendukung penguatan kapasitas komunikasi publik pemerintah daerah melalui fasilitas berbasis AI.
Dashboard SIREN dapat membantu pemerintah daerah menyusun strategi komunikasi berdasarkan isu yang dihadapi. Pemerintah daerah dapat memasukkan isu yang membutuhkan dukungan analisis, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
“Di dalam sistem SIREN, kami menyediakan layanan berbasis AI, yaitu pembuatan strategi komunikasi. Daerah dapat memasukkan isu-isu yang kiranya bisa dibantu oleh AI, tetapi keputusan tetap ditentukan oleh manusia,” jelas Nunik.
Selain membantu menyusun strategi, Dashboard SIREN dapat digunakan untuk berbagi informasi dan menyelaraskan narasi pemerintah pusat dan daerah. Melalui layanan ini, pemerintah daerah dapat mengadopsi maupun memperkuat penyebaran konten mengenai isu dan program pemerintah.
Perwakilan Direktorat Informasi Publik Kemkomdigi menjelaskan, pemantauan media sosial juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan isu komunikasi publik. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan percakapan masyarakat serta mengidentifikasi isu yang membutuhkan respons.
“Dengan adanya AI, kita bisa lebih cepat melakukan analisis media. AI juga dapat membantu mengidentifikasi isu-isu yang banyak berkembang sehingga kita bisa lebih cepat menentukan respons yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Hasil pemantauan kemudian dianalisis untuk menentukan prioritas penanganan isu. Proses itu mencakup pembedaan percakapan yang perlu segera direspons dan percakapan yang tidak memerlukan tindak lanjut khusus. Kendati demikian, validasi manusia tetap diperlukan sebelum keputusan komunikasi ditetapkan.
Banjarmasin Dorong Integrasi Smart City
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin membutuhkan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan integrasi sistem komunikasi di lingkungan pemerintah daerah.
Menurut Yamin, pengembangan smart city di Banjarmasin telah berjalan, tetapi integrasi antarperangkat daerah masih perlu ditingkatkan.
“Smart city kita sebenarnya sudah berjalan, tetapi masih belum terintegrasi secara maksimal,” ujar Yamin.
Pemerintah Kota Banjarmasin ingin mendorong integrasi di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Dalam upaya tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi salah satu unsur penting dalam pengelolaan informasi.
Yamin menambahkan, peningkatan kualitas SDM merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kota Banjarmasin. Penguatan tersebut mencakup peningkatan kompetensi aparatur, keamanan informasi, dan perlindungan informasi.
“Harapan saya, pertemuan ini membawa satu kesepakatan atau hal yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
Audiensi Kemkomdigi dan Pemerintah Kota Banjarmasin membahas peluang penguatan komunikasi publik, pemanfaatan AI, pengembangan Dashboard SIREN, serta peningkatan kapasitas aparatur daerah. Seluruh upaya tersebut diarahkan agar penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat berlangsung lebih efektif dan akurat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















