Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Global

Departemen Keuangan AS Hadapi Dua Tekanan: Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Global
Reading Time: 7 mins read
402 22
A A
0
pasar obligasi pemerintah AS.

pasar obligasi pemerintah AS (Dok Reuters)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan AS menghadapi dua tekanan besar secara bersamaan pada Jumat (21/8/2026), yakni gejolak pasar obligasi Treasury akibat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat dan pelaksanaan tekanan ekonomi baru terhadap Iran. Di pasar keuangan, langkah pemerintah meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang belum sepenuhnya menenangkan investor, sementara di sisi geopolitik Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyiapkan sanksi yang lebih luas terhadap pihak-pihak yang tetap berbisnis dengan Teheran.

Contents

    • 0.1. Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi
    • 0.2. Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi
  • 1. Gejolak Treasury Belum Mereda
  • 2. Utang AS Jadi Sumber Kekhawatiran Investor
  • 3. Dolar AS Ikut Tertekan
  • 4. The Fed Cermati Dampak Strategi Treasury
  • 5. Bessent Bantah Konflik dengan Federal Reserve
  • 6. Tekanan Kedua Datang dari Kebijakan terhadap Iran
  • 7. AS Dorong Isolasi Ekonomi Iran
  • 8. Sanksi Ekonomi Dibayangi Konflik Berkepanjangan
  • 9. Departemen Keuangan AS Hadapi Tantangan dari Pasar dan Geopolitik

Di dalam negeri, Departemen Keuangan AS berupaya menahan kenaikan imbal hasil obligasi dengan menggandakan nilai pembelian kembali atau buyback surat utang jangka panjang pada kuartal berikutnya. Namun, respons pasar hanya berlangsung sementara karena imbal hasil Treasury kembali naik dan dolar AS berada di jalur penurunan mingguan.

You might also like

Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan

Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi

14 September 2026
Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

14 September 2026

Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS menjadi salah satu instrumen utama pemerintahan Presiden Donald Trump dalam meningkatkan tekanan terhadap Iran. Bessent mengatakan Washington akan menggunakan sanksi dan langkah ekonomi lain untuk mempersempit aktivitas ekonomi Teheran sekaligus mendorong negara-negara sekutu mengikuti kebijakan tersebut.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Gejolak Treasury Belum Mereda

Tekanan pertama yang dihadapi Departemen Keuangan berasal dari pasar obligasi pemerintah AS.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan akan menggandakan nilai pembelian kembali surat utang berjangka panjang pada kuartal berikutnya. Langkah tersebut diarahkan untuk meredam lonjakan imbal hasil Treasury yang terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat.

Bessent mengatakan salah satu tujuan peningkatan buyback adalah memberikan sinyal kepada pasar bahwa tingkat imbal hasil saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perekonomian AS.

Namun, dampak awal kebijakan tersebut mulai memudar.

Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun pada Jumat naik sekitar 1,4 basis poin menjadi 5,2508%. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,7041% setelah meningkat 4,5 basis poin pada perdagangan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan kekhawatiran pasar belum hilang meskipun pemerintah telah memperbesar intervensinya melalui program buyback.

Utang AS Jadi Sumber Kekhawatiran Investor

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh utang pemerintah Amerika Serikat yang telah melampaui US$40 triliun.

Investor menilai persoalan yang mendorong tingginya imbal hasil tidak hanya berkaitan dengan mekanisme teknis di pasar obligasi, tetapi juga kondisi fiskal pemerintah.

Strategist Goldman Sachs Vitali Meschoulam menilai persoalan tersebut semakin terlihat sebagai masalah fiskal.

“Keraguan kami bukan karena pembuat kebijakan tidak memiliki alat untuk memengaruhi imbal hasil obligasi jangka panjang. Sejarah menunjukkan bahwa mereka bisa, setidaknya untuk sementara. Keraguan kami adalah masalah yang dihadapi saat ini semakin terlihat sebagai masalah fiskal, bukan teknis,” kata Meschoulam.

Menurut dia, pengalaman menunjukkan pemerintah dapat menekan premi jangka waktu obligasi.

Namun, ketika perhatian pasar mulai tertuju pada kemampuan pemerintah membiayai utangnya, efektivitas langkah untuk menekan imbal hasil dapat semakin berkurang.

Dolar AS Ikut Tertekan

Gejolak Treasury juga berjalan bersamaan dengan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Indeks dolar berada di jalur penurunan lebih dari 0,8% sepanjang pekan dan terakhir berada di posisi 98,82, mendekati level terendah dalam tiga bulan terhadap sekeranjang enam mata uang utama.

Euro berada di sekitar US$1,1685 dengan penguatan sekitar 1% sepanjang pekan. Poundsterling naik 0,08% menjadi US$1,3643 dan membukukan kenaikan sekitar 0,8% selama sepekan.

Currency strategist Commonwealth Bank of Australia Carol Kong menilai program buyback Treasury menunjukkan pemerintah menggunakan instrumen tidak konvensional untuk mengendalikan biaya pinjaman.

“Pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan pada dasarnya merupakan contoh lain bagaimana pemerintah AS menggunakan instrumen yang tidak konvensional untuk mengelola biaya pinjaman. Ini terjadi di tengah tingginya utang pemerintah, defisit fiskal yang terus membesar dan ketidakpastian kebijakan,” kata Kong.

Menurut Kong, kondisi itu berpotensi menjadi hambatan tambahan terhadap sentimen investor pada aset dolar AS.

The Fed Cermati Dampak Strategi Treasury

Kebijakan Departemen Keuangan juga mendapat perhatian pejabat Federal Reserve karena perubahan imbal hasil Treasury dapat memengaruhi kondisi keuangan secara keseluruhan.

Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem mengatakan The Fed tetap akan berfokus pada inflasi dan pasar tenaga kerja dalam menentukan kebijakan.

Bank sentral tidak akan mendasarkan keputusan suku bunga pada kebijakan pengelolaan utang pemerintah.

Meski demikian, penurunan imbal hasil Treasury secara berkelanjutan dapat membuat kondisi keuangan menjadi lebih longgar.

Situasi tersebut berpotensi menjadi tantangan apabila The Fed masih membutuhkan tingkat suku bunga tinggi untuk menekan inflasi menuju target 2%.

Musalem sebelumnya menilai The Fed seharusnya menaikkan suku bunga pada pertemuan 28–29 Juli dibandingkan mempertahankannya pada kisaran 3,50%–3,75%.

Ia juga memberikan sinyal cenderung mendukung kenaikan suku bunga dalam rapat 15–16 September.

Bessent Bantah Konflik dengan Federal Reserve

Di tengah perhatian terhadap keterkaitan kebijakan Treasury dan The Fed, Bessent menegaskan tidak terdapat konflik di antara kedua institusi tersebut.

Menurut dia, kebijakan mengenai suku bunga sepenuhnya ditentukan Federal Reserve dan terpisah dari strategi pengelolaan utang Departemen Keuangan.

Bessent juga mengatakan kedua lembaga dapat bekerja sama apabila diperlukan, termasuk dalam menyesuaikan diri terhadap pengurangan kepemilikan obligasi yang dilakukan The Fed.

Pemerintah juga berencana menjalankan konsolidasi fiskal baru.

Bessent menyatakan dirinya bersama Direktur Anggaran Gedung Putih Russell Vought akan menjalankan upaya tersebut atas arahan Presiden Donald Trump.

Tekanan Kedua Datang dari Kebijakan terhadap Iran

Di luar persoalan pasar keuangan domestik, Departemen Keuangan menghadapi tugas besar lain dalam menjalankan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Bessent mengatakan pemerintahan Trump akan meningkatkan penggunaan sanksi dan berbagai instrumen ekonomi untuk menekan Teheran.

“Jika kita memberikan tekanan ekonomi maksimal, maka kemungkinan besar tidak akan ada pemulihan aktivitas ekonomi skala besar,” kata Bessent dalam wawancara televisi yang dikutip Jumat (21/8/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengumumkan rencana memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran.

AS juga berencana menjatuhkan sanksi kepada negara yang memberikan “segala jenis bantuan” kepada Teheran.

AS Dorong Isolasi Ekonomi Iran

Bessent mengatakan Washington akan meminta negara-negara sekutunya menentukan sikap dan ikut menjalankan tekanan ekonomi terhadap Iran.

“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia,” ujar Bessent.

Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga pihak-pihak yang tetap melakukan transaksi dengan negara tersebut.

Bessent menyebut aktivitas seperti mentransfer dana, membeli minyak Iran atau membantu pengiriman melalui jalur laut dapat menjadi sasaran tindakan pemerintah AS.

“Jika Anda bersikeras melakukan bisnis dengan [Iran] … Departemen Keuangan AS dan pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan tenaganya untuk menindak Anda,” katanya.

Pemerintah AS dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan lebih rinci mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh.

Sanksi Ekonomi Dibayangi Konflik Berkepanjangan

Tekanan ekonomi tersebut diberlakukan ketika konflik AS-Iran telah berlangsung hampir enam bulan.

Kondisi ekonomi Iran menghadapi tekanan yang semakin berat dengan penyusutan produk domestik bruto serta lonjakan inflasi.

Namun, kondisi itu belum tentu membuat perekonomian Iran segera runtuh.

Iran masih memiliki kemampuan untuk mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia.

Arus kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz juga masih berada jauh di bawah tingkat sebelum perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak ancaman terbaru pemerintahan Trump.

Ia menilai penguatan kebijakan yang selama ini gagal justru akan berujung pada kekalahan dan meningkatkan permusuhan masyarakat Iran terhadap Amerika Serikat.

Departemen Keuangan AS Hadapi Tantangan dari Pasar dan Geopolitik

Dua tekanan tersebut menempatkan Departemen Keuangan AS pada posisi penting dalam kebijakan ekonomi pemerintahan Amerika Serikat.

Di satu sisi, Treasury harus menghadapi pasar obligasi yang masih mempertanyakan kondisi fiskal pemerintah dan efektivitas pembelian kembali surat utang jangka panjang.

Di sisi lain, institusi yang dipimpin Scott Bessent juga dituntut menjalankan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui sanksi dan pembatasan aktivitas keuangan.

Perkembangan di pasar menunjukkan program buyback belum mampu menurunkan imbal hasil secara berkelanjutan, sementara dolar AS masih berada di bawah tekanan.

Pada saat bersamaan, efektivitas sanksi terhadap Iran akan bergantung pada seberapa luas Amerika Serikat mampu mendorong negara-negara sekutu dan pelaku ekonomi internasional mengikuti pembatasan yang disiapkan Washington.

Situasi tersebut membuat kebijakan Departemen Keuangan AS tidak hanya menjadi perhatian investor pasar keuangan, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan hubungan ekonomi dan geopolitik Amerika Serikat.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Gejolak TreasuryInvestorpasar obligasi pemerintah ASPresiden Donald Trump

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan

Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan pembayaran US$5.000 kepada setiap warga dewasa apabila Partai Republik mampu mempertahankan...

Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Trump Dividend $5,000 menjadi salah satu janji politik yang paling menyita perhatian menjelang pemilu sela Amerika Serikat...

Trump Tegaskan Pembayaran $5,000 “100 Persen” Terjadi

Trump $5,000 untuk Warga AS Butuh Persetujuan Kongres, Mike Johnson: Detail Harus Dibahas

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Rencana trump $5,000 untuk setiap warga dewasa Amerika Serikat belum dapat dijalankan hanya berdasarkan keputusan Presiden Donald...

Pemerintah Irak Klaim Pulihkan Aset Lebih dari US$1 Miliar

Kasus Korupsi Migas Irak Memanas, Aset Lebih dari US$10 Juta Disita dalam Kasus Korupsi Migas Irak

by Saddam
4 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kasus korupsi migas Irak terus berkembang setelah otoritas peradilan menyita uang tunai lebih dari US$10 juta, 35...

Departemen Keuangan Amerika Serikat Kini Jadi Perhatian Pasar Global

Hutang AS Tembus US$40 Triliun, Kebijakan Departemen Keuangan Picu Kekhawatiran Investor

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Utang pemerintah Amerika Serikat yang telah melampaui US$40 triliun menjadi perhatian investor ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat...

Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

Departemen Keuangan Amerika Serikat Perluas Buyback Obligasi, Dolar AS Tertekan

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan Amerika Serikat memperbesar pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang di tengah kenaikan imbal...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Investasi Rp1,08 Triliun di KEK BSD Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten

Investasi Rp1,08 Triliun di KEK BSD Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten

8 February 2026
Banten Tingkatkan Upaya Sekolah Aman dan Nyaman

Banten Tingkatkan Upaya Sekolah Aman dan Nyaman

12 May 2026
Uriarte pounces late to earn debut win as Danish clinches podium at Mugello

Brian Uriarte Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Mugello, Hakim Danish Naik Podium

12 August 2026
Dokumentasi tempat kejadian perkara penjambretan di Jalan Janti serta klarifikasi Kapolresta Sleman kepada awak media terkait penetapan tersangka

Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kapolresta Sleman Ungkap Kronologi Lengkap Peristiwa Jalan Janti

24 January 2026

NasDem Ganti Ketua Fraksi DPR Ahmad Ali ke Roberth Rouw

7 February 2022
BRI Tuban Renovasi Musala di MIN 1 Tuban Melalui Program TJSL

BRI Tuban Renovasi Musala di MIN 1 Tuban Melalui Program TJSL

26 December 2025
Masa Depan Monarki Jepang: Pangeran Penerus Kaisar Berusia 18 Tahun

Pangeran Muda, Penerus Kaisar: Masa Depan Monarki Jepang di Usia 18

9 September 2024

Artikel Terbaru

Mensos dan Wamenhan Lepas 1.509 Kadet Unhan RI untuk Mengabdi di 181 Sekolah Rakyat

1.509 Kadet Unhan RI Dikirim ke 181 Sekolah Rakyat

9 October 2026
: Istimewa

Surplus Perdagangan Riau Capai USD6,97 Miliar hingga Mei 2026

9 October 2026
Almansa perfect to kickstart Moto3 at Mandalika

David Almansa Tercepat di Latihan Moto3 Mandalika

9 October 2026
: DInkes KObar meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, napas berbunyi, demam, atau keluhan pernapasan lainnya yang menetap maupun semakin berat.. (foto: MC Kobar)

Kasus ISPA di Kobar Capai 15.076, Dinkes Perkuat Pemantauan

9 October 2026
: Relawan melakukan pelabelan Ompreng Makanan Bergizi Gratis Label ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Mabes Polri, Pejaten, Jakarta, Rabu (08/10/2026). Pelabelan ompreng wajib di cantumkan pada setiap wadah makanan untuk memastikan keamanan, mutu gizi, serta memuat batas waktu konsumsi. Foto: BGN

APBN 2027 Ditargetkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

9 October 2026
: Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Swasembada Pangan Jadi Modal Indonesia Hadapi Gejolak Global

9 October 2026
Mario Aji ke-16 FP1 Moto2 Mandalika, Guevara Tercepat

Mario Aji Posisi Ke-16 FP1 Moto2 Mandalika, Guevara Tercepat

9 October 2026

Popular Story

: Kunjungan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Gorontalo di Kantor pusat Citilink. (foto: mcgorntaloprov/ Rini)
Pemerintah

Pemprov Gorontalo Dorong Citilink Tambah Rute Penerbangan

by Dani
5 October 2026
0

Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong maskapai Citilink Indonesia membuka kembali...

Read moreDetails

Banda Aceh Perkuat Drainase dan EWS Hadapi Hujan Intensitas Tinggi

Mandaya Awards 2026 Buka Kesempatan Pesantren Tampilkan Aksi Ekonomi

Ditjen Pesantren Gelar Rakor Perdana, Bahas Target 100 Hari

HUT ke-81 TNI di Palu, Gubernur Sulteng Soroti Peran Prajurit

BPKH Siap Salurkan Nilai Manfaat Rp8,83 Triliun untuk Haji 2027

Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam, Deviasi Capai 9,94 Persen

Evaluasi Video Bantu PSS Sleman U16 Kalahkan Persebaya

Amsakar Serap Aspirasi Warga Bulang, Bahas Jembatan dan Air Bersih

Indonesia-Thailand Perluas Kerja Sama, Bidik Perdagangan USD20 Miliar

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.