Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Global

Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi

Saddam by Saddam
46 minutes ago
in Global
Reading Time: 8 mins read
414 9
A A
0
Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan

Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan (Dok Reuters)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan pembayaran US$5.000 kepada setiap warga dewasa apabila Partai Republik mampu mempertahankan kendali DPR dan Senat dalam pemilu sela November 2026. Janji bertajuk Trump Dividend tersebut disampaikan dalam konvensi Partai Republik di Dallas dan langsung memicu kontroversi karena dikaitkan secara terbuka dengan kemenangan politik partainya. Di tengah janji trump $5,000 itu, sejumlah politikus Demokrat, anggota Republik, hingga pakar ekonomi mempertanyakan legalitas, sumber pendanaan, dan risiko inflasi dari program yang nilainya dapat mencapai sekitar US$1,3 triliun.

Contents

    • 0.1. Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi
    • 0.2. Trump $5,000 untuk Warga AS Butuh Persetujuan Kongres, Mike Johnson: Detail Harus Dibahas
  • 1. Trump Kaitkan US$5.000 dengan Kemenangan Republik
  • 2. Demokrat Sebut Proposal Tidak Serius
  • 3. Trump Yakin Pembayaran Akan Terjadi
  • 4. Ketua DPR Tegaskan Butuh Persetujuan Kongres
  • 5. Johnson Belum Jamin Proposal Pasti Lolos
  • 6. Anggota Republik Pertanyakan Sumber Dana
  • 7. Biaya Bisa Mencapai US$1,3 Triliun
  • 8. Risiko Inflasi Ikut Disorot
  • 9. Trump Hadapi Tekanan atas Kondisi Ekonomi
  • 10. Popularitas Trump Juga Menjadi Tantangan
  • 11. Trump Dividend Masih Hadapi Jalan Panjang

Trump mengatakan trump $5,000 akan menjadi keuntungan langsung bagi masyarakat apabila Partai Republik memenangkan pertarungan mempertahankan Kongres. Ia bahkan menegaskan pemerintah Amerika Serikat memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk menjalankan pembayaran tersebut.

You might also like

Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

14 September 2026
Trump Tegaskan Pembayaran $5,000 “100 Persen” Terjadi

Trump $5,000 untuk Warga AS Butuh Persetujuan Kongres, Mike Johnson: Detail Harus Dibahas

14 September 2026

Namun, proposal trump $5,000 belum mendapatkan kepastian dari Kongres. Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan persetujuan legislatif diperlukan, sementara sejumlah anggota Partai Republik memilih tidak memberikan dukungan penuh sebelum mekanisme pendanaan program dijelaskan.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Trump Kaitkan US$5.000 dengan Kemenangan Republik

Trump memperkenalkan pembayaran tersebut saat berbicara dalam konvensi pemilu sela Partai Republik di Dallas.

Di hadapan peserta konvensi, Trump secara langsung menghubungkan kemenangan Partai Republik dengan pembayaran uang kepada masyarakat.

“Jadi, jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami, dan Anda mendapatkan US$5.000. Itu akan disebut Trump Dividend,” kata Trump.

Pernyataan tersebut segera menempatkan proposal itu di tengah perdebatan politik karena insentif tunai senilai ribuan dolar dijanjikan dengan syarat partai Trump mempertahankan kekuasaan di Capitol Hill.

Bagi Trump, rencana tersebut merupakan bentuk pembagian manfaat ekonomi kepada warga Amerika.

Namun, bagi para pengkritiknya, hubungan langsung antara hasil pemilu dan pembayaran tunai memunculkan pertanyaan mengenai penggunaan janji ekonomi untuk memengaruhi keputusan pemilih.

Demokrat Sebut Proposal Tidak Serius

Politikus Demokrat menjadi salah satu kelompok yang paling keras mengkritik proposal tersebut.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan rencana pembayaran US$5.000 bukan merupakan “proposal serius”.

Senator AS dari Michigan, Mallory McMorrow, juga mempertanyakan apakah pembayaran tersebut benar-benar akan diwujudkan apabila Partai Republik memenangkan pemilu.

Keraguan muncul karena menurut para pengkritik, janji dalam kampanye politik belum tentu berujung pada kebijakan yang dapat dilaksanakan.

Salah satu kritik yang terdapat dalam bahan bahkan menyebut proposal itu sebagai upaya membeli dukungan pemilih menjelang pemilu November.

“This explicit and desperate attempt to buy votes in the November election is a new low,” demikian salah satu kritik terhadap proposal tersebut.

Pihak yang mengkritik juga menilai Trump menjanjikan sesuatu yang belum memiliki kepastian hukum maupun sumber pendanaan yang jelas.

Trump Yakin Pembayaran Akan Terjadi

Trump menolak keraguan terhadap rencananya.

Saat berbicara kepada wartawan di Irlandia pada Minggu, Trump menegaskan pembayaran tersebut akan benar-benar dilakukan.

“US$5.000 itu akan terjadi, 100 persen,” ujar Trump.

Trump juga mengatakan Amerika Serikat memiliki kemampuan keuangan untuk membayar program tersebut.

“Kami dapat dengan mudah menanganinya karena kami menerima begitu banyak uang,” katanya.

Menurut Trump, pemerintah saat ini memiliki kondisi ekonomi yang sangat kuat.

“Kami belum pernah melakukan yang lebih baik,” ujarnya.

Trump bahkan menyebut pembayaran tersebut “cukup mudah” dilakukan karena besarnya penerimaan yang menurutnya masuk ke Amerika Serikat.

Namun, ia belum memberikan penjelasan terperinci mengenai sumber dana yang akan digunakan untuk membayar seluruh warga dewasa.

Ketua DPR Tegaskan Butuh Persetujuan Kongres

Persoalan berikutnya terletak pada kewenangan pemerintah untuk mengeluarkan dana.

Trump sebelumnya mengatakan pemerintahannya menilai persetujuan Kongres kemungkinan tidak diperlukan.

“Kami pikir tidak,” kata Trump ketika ditanya mengenai kebutuhan persetujuan parlemen.

Namun, ia juga mengatakan Kongres kemungkinan akan mendukung proposal tersebut apabila memang dibutuhkan.

Ketua DPR AS Mike Johnson mempunyai pandangan berbeda.

“Saya berasumsi, ya, dia membutuhkan Kongres untuk bertindak, dan itu merupakan ide yang kreatif,” ujar Johnson.

Johnson mengatakan masih banyak rincian yang harus diselesaikan.

“Tentu saja, persoalannya ada pada detail. Kami harus mencari tahu semua itu,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Trump menyampaikan janji secara tegas, pembayaran belum dapat dilakukan tanpa proses politik dan legislasi lebih lanjut.

Johnson Belum Jamin Proposal Pasti Lolos

Johnson menyatakan dirinya akan bekerja bersama Trump untuk mencari dukungan di Kongres.

Namun, ia tidak memberikan jaminan bahwa proposal US$5.000 pasti akan dilaksanakan.

“Saya berkomitmen bahwa Kongres akan membahasnya dan menemukan konsensus mengenai hal itu, seperti yang harus saya lakukan terhadap segala hal lainnya,” ujar Johnson.

Menurut Johnson, mayoritas Partai Republik yang tipis membuat setiap kebijakan besar membutuhkan negosiasi.

Ia juga mengatakan tidak terbiasa memberikan komitmen besar sebelum proses pembahasan dilakukan.

“Saya tidak pernah memberikan komitmen besar di awal karena saya harus mengerjakannya, dan itulah yang kami lakukan setiap hari,” katanya.

Johnson tetap memastikan dirinya akan bekerja bersama Trump.

“Saya akan bekerja dengan presiden, bergandengan tangan, seperti yang saya lakukan sepanjang waktu, dan kami akan memberikan hasil bagi rakyat Amerika,” ujar Johnson.

Anggota Republik Pertanyakan Sumber Dana

Kontroversi mengenai Trump Dividend tidak hanya datang dari Partai Demokrat.

Beberapa politikus Republik juga mempertanyakan cara pemerintah akan membayar program tersebut.

Anggota DPR Mike Lawler dari New York mengatakan dirinya mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Saya mendukung pengembalian uang ke kantong warga Amerika yang bekerja keras,” kata Lawler.

Namun, ia menilai persoalan utamanya tetap berkaitan dengan pendanaan.

“Apakah Anda menyebutnya cek stimulus atau dividen, pertanyaannya adalah, bagaimana Anda membayarnya? Itulah fokus saya,” ujarnya.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune juga belum memberikan komitmen bahwa anggota Republik di Senat akan mendukung proposal tersebut.

“Itu pertanyaan yang bagus. Dan kita akan melewati jembatan itu ketika kita sampai di sana,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan dukungan internal Partai Republik terhadap Trump Dividend masih belum sepenuhnya solid.

Biaya Bisa Mencapai US$1,3 Triliun

Skala anggaran menjadi salah satu alasan proposal tersebut menuai kontroversi.

Apabila US$5.000 diberikan kepada seluruh warga dewasa Amerika Serikat, total biaya diperkirakan dapat mencapai sekitar US$1,3 triliun.

Besarnya angka tersebut menjadi perhatian karena Amerika Serikat juga menghadapi defisit anggaran tahunan hampir US$1,8 triliun.

Johnson menegaskan dirinya tidak ingin proposal tersebut menambah utang negara.

“Saya tidak ingin menambah utang itu,” katanya.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick sebelumnya mengatakan uang untuk program tersebut tidak akan berasal dari pembayar pajak.

Menurut Lutnick, pemerintah dapat “menghasilkan uang” yang ingin dibagikan Trump.

Namun, berdasarkan bahan yang tersedia, belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pemerintah memperoleh dana dalam jumlah sebesar itu.

Risiko Inflasi Ikut Disorot

Selain masalah anggaran, pakar ekonomi memperingatkan bahwa pembayaran tunai dalam skala sangat besar dapat memperparah inflasi.

Tambahan uang dalam jumlah besar di tangan konsumen berpotensi meningkatkan permintaan barang dan jasa.

Jika peningkatan permintaan tidak disertai kenaikan produksi atau pasokan, tekanan terhadap harga dapat semakin tinggi.

Kekhawatiran tersebut muncul ketika Amerika Serikat masih menghadapi inflasi yang persisten dan kenaikan suku bunga.

Situasi ekonomi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga energi akibat konflik dengan Iran.

Dalam bahan yang tersedia, rata-rata harga bensin nasional mencapai US$4,31 per galon atau naik sekitar US$1,33 sejak perang dimulai.

Trump Hadapi Tekanan atas Kondisi Ekonomi

Trump berpendapat ekonomi Amerika Serikat cukup kuat untuk mendukung program Trump Dividend.

Namun, sejumlah indikator dalam bahan menunjukkan tekanan terhadap konsumen masih terjadi.

Sentimen konsumen disebut lemah, sementara harga bensin meningkat dan pertumbuhan upah kesulitan mengimbangi inflasi.

Trump mengatakan harga bahan bakar akan “turun seperti batu”.

Johnson juga mengakui pemerintah harus menurunkan harga bensin.

“Kita harus memastikan harga bensin turun kembali ke bumi,” ujarnya.

Tekanan ekonomi menjadi isu penting bagi Partai Republik karena pemilih akan menentukan kendali DPR dan Senat dalam pemilu sela.

Popularitas Trump Juga Menjadi Tantangan

Proposal US$5.000 muncul ketika tingkat persetujuan terhadap pemerintahan Trump menghadapi tekanan.

Berdasarkan jajak pendapat Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research pada Juli yang tercantum dalam bahan, hanya sekitar sepertiga warga dewasa AS menyetujui cara Trump menjalankan pemerintahan.

Angka tersebut turun dari 37 persen pada Juni dan 42 persen ketika Trump mulai menjabat.

Mayoritas responden juga tidak menyetujui cara Trump menangani ekonomi dan imigrasi, dua isu yang sebelumnya menjadi bagian penting dari kampanyenya pada Pemilu 2024.

Kondisi itu membuat Trump Dividend tidak dapat dilepaskan dari strategi politik Partai Republik menjelang pemilu sela.

Trump Dividend Masih Hadapi Jalan Panjang

Janji pembayaran US$5.000 kini menjadi salah satu proposal paling kontroversial menjelang pemilu sela Amerika Serikat.

Trump telah memberikan kepastian politik kepada pendukungnya dengan menyatakan pembayaran akan dilakukan apabila Partai Republik mempertahankan DPR dan Senat.

Namun, kepastian hukum dan fiskalnya masih belum terbentuk.

Proposal tersebut membutuhkan pembahasan di Kongres, dukungan dari anggota parlemen, mekanisme pembayaran yang jelas, serta sumber pendanaan yang dapat menutup biaya sekitar US$1,3 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menjawab kekhawatiran mengenai defisit, utang, dan potensi tekanan inflasi.

Karena itu, Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan. Hasil pemilu November dapat menjadi tahap pertama yang menentukan, tetapi keputusan mengenai apakah warga Amerika benar-benar akan menerima US$5.000 tetap bergantung pada proses politik, legislasi, dan kemampuan pemerintah membuktikan bahwa program tersebut dapat dibiayai tanpa memperburuk kondisi ekonomi.

Tags: Associated Press-NORC Center for Public Affairs ResearchPartai Republik di DallasPresiden Amerika Serikat Donald TrumpUS$5.000

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Trump Dividend $5,000 menjadi salah satu janji politik yang paling menyita perhatian menjelang pemilu sela Amerika Serikat...

Trump Tegaskan Pembayaran $5,000 “100 Persen” Terjadi

Trump $5,000 untuk Warga AS Butuh Persetujuan Kongres, Mike Johnson: Detail Harus Dibahas

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Rencana trump $5,000 untuk setiap warga dewasa Amerika Serikat belum dapat dijalankan hanya berdasarkan keputusan Presiden Donald...

Pemerintah Irak Klaim Pulihkan Aset Lebih dari US$1 Miliar

Kasus Korupsi Migas Irak Memanas, Aset Lebih dari US$10 Juta Disita dalam Kasus Korupsi Migas Irak

by Saddam
4 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kasus korupsi migas Irak terus berkembang setelah otoritas peradilan menyita uang tunai lebih dari US$10 juta, 35...

pasar obligasi pemerintah AS.

Departemen Keuangan AS Hadapi Dua Tekanan: Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan AS menghadapi dua tekanan besar secara bersamaan pada Jumat (21/8/2026), yakni gejolak pasar obligasi Treasury...

Departemen Keuangan Amerika Serikat Kini Jadi Perhatian Pasar Global

Hutang AS Tembus US$40 Triliun, Kebijakan Departemen Keuangan Picu Kekhawatiran Investor

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Utang pemerintah Amerika Serikat yang telah melampaui US$40 triliun menjadi perhatian investor ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat...

Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

Departemen Keuangan Amerika Serikat Perluas Buyback Obligasi, Dolar AS Tertekan

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan Amerika Serikat memperbesar pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang di tengah kenaikan imbal...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Wali Kota Probolinggo Dorong Sinergi dengan PCNU untuk Pembangunan Daerah

Wali Kota Probolinggo Dorong Sinergi dengan PCNU untuk Pembangunan Daerah

27 April 2026
BMKG Memperkirakan Puncak Kemarau Juni-Agustus, Risiko Kebakaran Hutan Meningkat

BMKG Memperkirakan Puncak Kemarau Juni-Agustus, Risiko Kebakaran Hutan Meningkat

6 March 2026
Guru Besar Filologi UIN Jakarta Tawarkan Tiga Upaya Bangkitkan Gerakan Turats

Prof. Oman Fathurahman Usulkan Tiga Strategi Kebangkitan Gerakan Turats

1 September 2026
: Istimewa

Upacara Penurunan Bendera di Bojonegoro: Momen Penuh Makna Memupuk Nasionalisme

18 August 2026
Pangdam XV/Pattimura Dorong Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Pangdam XV/Pattimura Dorong Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

13 July 2026
Pemprov DKI Jakarta Larang Pembangunan Lapangan Padel di Area Perumahan

Pemprov DKI Jakarta Larang Pembangunan Lapangan Padel di Area Perumahan

24 February 2026
Skandal Jiwasraya: DPR Siap Menggugat BUMN dan IFG Life Demi Pensiunan

DPR Siap Menggugat BUMN dan IFG Life atas Tuntutan Pensiunan Jiwasraya

27 August 2024

Artikel Terbaru

Maudy Ayunda Mengaku Kewalahan dengan Berita Buruk

Maudy Ayunda Jadi Sorotan setelah Bahas Cara Tetap Peduli Tanpa Mengorbankan Mental

14 September 2026
Marc Marquez capitalises on Bezzecchi error to seize title race lead

Marc Marquez Menang di Misano, Pimpin Klasemen MotoGP

14 September 2026
Maudy Ayunda Kembali Viral

Kenapa Maudy Ayunda Jadi Perbincangan? Video soal Berita Buruk Kembali Disorot

14 September 2026
Menang atas PSIM, Coach Tavares: Masih Ada yang Harus Diperbaiki

Persebaya Menang atas PSIM, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir

14 September 2026
Pernyataan Maudy Ayunda Picu Kritik Netizen

Maudy Ayunda Disorot Usai Bicara Lelah Hadapi Berita Buruk, Netizen Pertanyakan Sikap Figur Publik

14 September 2026
:

Aisyiyah Sumatra Barat Gandeng BSI untuk Persiapan Haji dan Umrah

14 September 2026
: Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pembaruan sistem perhakiman MTQ melalui pembinaan berkelanjutan, kaderisasi, sertifikasi, dan standardisasi penilaian. Menag bahkan menggagas konferensi hakim MTQ internasional agar Indonesia dapat ikut membangun standar perhakiman yang disepakati antarnegara. (Foto: Humas Kemenag)

Menag Dorong Sertifikasi Dewan Hakim MTQ hingga Standar Internasional

14 September 2026

Popular Story

: Istimewa
Nasional

Polda Riau Tingkatkan Penindakan, 45 Kasus Karhutla Diproses

by Dani
8 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Riau memperketat penindakan terhadap kasus kebakaran hutan dan...

Read moreDetails

Korlantas Polri Bagikan Sembako untuk Warga TPS Rawajati

Haornas 2026, Kapolsek Gamping Ajak Warga Rutin Berolahraga

UNESCO Tekankan Pentingnya Literasi di Era Digital dan AI

Pemkot Singkawang Kerahkan Ekskavator Atasi Karhutla

Igor Tolic Minta Maaf kepada Bobotoh Usai PERSIB Kalah

BNPB Keluarkan Lima Arahan Percepatan Penanganan Karhutla Kalsel

Moto3 Misano: Maximo Quiles Menang Dramatis atas Almansa

Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Layani 10.442 Siswa

Brimob Polda DIY Operasikan Alat Pengolahan Air di Tengah Kekeringan Gunungkidul

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.