Headline.co.id, Jakarta ~ UNESCO menekankan pentingnya literasi sebagai bekal utama dalam menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi yang diadakan pada Selasa, 8 September 2026. Dalam acara tersebut, UNESCO menyoroti bagaimana literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan teknologi digital secara efektif.
Menurut UNESCO, perkembangan teknologi yang pesat menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi yang lebih luas. Hal ini penting agar individu dapat beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh digitalisasi dan AI. “Literasi digital adalah kunci untuk membuka peluang baru dan mengatasi tantangan di era modern,” ujar perwakilan UNESCO dalam konferensi tersebut.
Selain itu, UNESCO juga menekankan perlunya pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan untuk memastikan semua orang memiliki akses yang sama terhadap pembelajaran literasi. Organisasi ini berencana untuk bekerja sama dengan berbagai negara dalam mengembangkan kurikulum yang dapat meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar dan masyarakat umum.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
UNESCO berharap bahwa dengan meningkatkan literasi digital, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Organisasi ini juga mengajak pemerintah dan lembaga pendidikan untuk berperan aktif dalam mempromosikan literasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. “Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat penting untuk mencapai tujuan ini,” tambah perwakilan UNESCO.


















