Headline.co.id, Jakarta ~ Perjalanan karier Brigjen Pol Hengki Haryadi kembali memasuki fase baru setelah ia dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya. Hengki mendapatkan promosi tersebut setelah baru sekitar delapan bulan bertugas sebagai Wakapolda Riau, posisi yang diembannya sejak 14 Desember 2025. Mutasi itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan serah terima jabatan yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Perubahan jabatan tersebut merupakan bagian dari rotasi sejumlah posisi strategis yang menurut Polri dilakukan untuk pembinaan karier dan penyegaran organisasi.
Promosi Hengki Haryadi menjadi perhatian karena ia belum genap setahun menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau. Dari posisi orang nomor dua di kepolisian daerah tersebut, ia kini memperoleh tanggung jawab memimpin Polda Papua Barat Daya.
Dalam bahan yang tersedia, Hengki disebut memiliki pengalaman panjang terutama di bidang reserse dan penyidikan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum kemudian mendapat kepercayaan memimpin satuan kewilayahan sebagai Kapolda.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hengki Haryadi mulai menjabat Wakapolda Riau setelah dilantik pada 14 Desember 2025. Saat itu ia menggantikan Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo. Jabatan tersebut menempatkan Hengki sebagai orang nomor dua di jajaran Polda Riau.
Namun, masa penugasannya di Riau tidak berlangsung hingga satu tahun. Pada akhir Agustus 2026, Kapolri kembali melakukan rotasi jabatan dan nama Hengki masuk dalam daftar perwira yang memperoleh tugas baru.
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Hengki dipindahkan dari jabatan Wakapolda Riau untuk memimpin Polda Papua Barat Daya. Penempatan itu sekaligus menjadi promosi jabatan baginya.
Serah terima jabatan kemudian dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung kegiatan yang melibatkan sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan pimpinan kepolisian daerah tersebut.
Masa Tugas Hengki di Riau Belum Genap Setahun
Rentang waktu dari pelantikannya sebagai Wakapolda Riau pada Desember 2025 hingga mutasi pada Agustus 2026 membuat masa tugas Hengki di Riau tergolong singkat. Dalam sekitar delapan bulan, ia kembali memperoleh tanggung jawab baru dengan lingkup kepemimpinan yang lebih besar.
Selama berada di Polda Riau, Hengki disebut menjadi salah satu figur yang kerap tampil dalam berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut. Posisi Wakapolda membuatnya terlibat dalam pelaksanaan tugas kepolisian bersama jajaran Polda Riau.
Jabatan yang ditinggalkan Hengki tidak dibiarkan kosong. Polri menunjuk Brigjen Pol Simson Zet Ringu sebagai Wakapolda Riau. Simson sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.
Peralihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian mutasi yang tidak hanya menyentuh kepolisian kewilayahan, tetapi juga berbagai posisi strategis di tingkat Mabes Polri.
Pengalaman Reserse dan Penyidikan Menjadi Bekal
Hengki Haryadi dikenal dalam bahan sebagai perwira tinggi Polri dengan pengalaman panjang, terutama pada bidang reserse dan penyidikan. Latar pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kariernya di institusi kepolisian.
Dengan penugasan sebagai Kapolda Papua Barat Daya, pengalaman Hengki kini akan digunakan dalam konteks kepemimpinan satuan kewilayahan. Tugas seorang Kapolda tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya menjaga keamanan dan memastikan pelayanan kepolisian berjalan di wilayah hukum yang dipimpinnya.
Promosi dari Wakapolda menjadi Kapolda juga menunjukkan bertambahnya tanggung jawab yang harus dijalankan Hengki. Ia tidak lagi bertugas sebagai wakil pimpinan kepolisian daerah, tetapi menjadi pimpinan utama Polda Papua Barat Daya.
Tanggung Jawab Baru di Papua Barat Daya
Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Setelah rotasi, Yulius mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Bahan menyebut Hengki akan menghadapi tantangan berbeda dalam penugasan barunya, mulai dari menjaga stabilitas keamanan, menjalankan penegakan hukum, hingga memastikan pelayanan kepolisian berlangsung di seluruh wilayah hukum Papua Barat Daya.
Perubahan tugas tersebut berlangsung di tengah rotasi besar yang juga mencakup jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Irjen Pol Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara ditunjuk menjadi Astamaops menggantikan Komjen Pol Muhammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun.
Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dijabat Brigjen Pol Yudo Hermanto. Polri juga mengganti posisi Asisten SDM Kapolri dari Irjen Pol Anwar kepada Irjen Pol Jawari serta Koordinator Staf Ahli Kapolri dari Irjen Pol Herry Rudolf Nahak kepada Irjen Pol Ruslan Effendi.
Rotasi Polri Disebut Bagian Pembinaan Karier
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan pergantian jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi. Rotasi ditujukan untuk menjaga kesinambungan tugas sekaligus menjalankan pembinaan karier bagi personel Polri.
“Pergantian ini merupakan proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi untuk memastikan roda organisasi terus berjalan secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Johnny.
Ia juga menekankan bahwa pejabat yang memperoleh tugas baru harus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan amanah.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalitas, dan komitmen,” tutur Johnny.
Polri berharap para pejabat yang baru dapat segera menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat. Bagi Hengki Haryadi, amanah sebagai Kapolda Papua Barat Daya menandai kenaikan tanggung jawab setelah perjalanan relatif singkat sebagai Wakapolda Riau.

















