Headline.co.id, Sleman ~ Mahasiswa Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program CERDIK untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman. Program CERDIK, yang merupakan akronim dari Cegah Hipertensi dengan Diet, Aktivitas Fisik, dan Deteksi Dini, diperkenalkan melalui sosialisasi di Masjid Al-Falah Sombangan pada Kamis (17/9/2026). Program pengabdian masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 30 November 2026. Pelaksanaannya dilakukan melalui pendataan, edukasi, dan praktik lapangan untuk menekan faktor risiko hipertensi di masyarakat.
Program CERDIK UGM menyasar persoalan hipertensi yang tercatat di wilayah Sumbersari. Perwakilan mahasiswa UGM, Yosia Deby Septiyawati Hasibuan, memaparkan data Puskesmas Moyudan yang mencatat 494 kunjungan pasien dari wilayah Sumbersari dengan keluhan hipertensi hingga September 2025.
Program CERDIK UGM Fokus pada Faktor Risiko Hipertensi
Ketua Kelompok 1 Mahasiswa UGM, Salsabila Putri Amri, menjelaskan program CERDIK memiliki target jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, program tersebut diarahkan untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi. Sementara dalam jangka panjang, mahasiswa menargetkan penurunan angka morbiditas hipertensi hingga 10 persen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Target itu ditempuh melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan pendataan, penyampaian edukasi, dan praktik langsung. Pendekatan tersebut dirancang agar masyarakat memperoleh pemahaman praktis mengenai pencegahan penyakit tidak menular, khususnya tekanan darah tinggi.
Berdasarkan pemaparan mahasiswa UGM, tingginya keluhan hipertensi di wilayah Sumbersari dipicu sejumlah faktor. Faktor tersebut meliputi konsumsi garam dan makanan olahan yang tinggi, kebiasaan merokok, minimnya aktivitas fisik terstruktur, serta rendahnya kesadaran warga usia produktif untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Edukasi Gizi hingga Pemeriksaan Tekanan Darah
Intervensi program CERDIK mencakup penyusunan buku resep gizi seimbang dan demonstrasi pengolahan makanan sehat. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung pemahaman masyarakat mengenai pilihan makanan yang berkaitan dengan upaya pengendalian tekanan darah tinggi.
Mahasiswa UGM juga akan membagikan benih sayuran untuk pemanfaatan pekarangan. Selain itu, program dilengkapi dengan senam rutin dan kelas Tai Chi sebagai bagian dari kegiatan aktivitas fisik.
Aspek deteksi dini dilakukan melalui pelatihan pengukuran tekanan darah secara mandiri bagi kader. Program ini juga mencakup pendampingan penggunaan aplikasi SATU SEHAT. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali dan memantau kondisi kesehatan.
Apresiasi Pemerintah Kalurahan Sumbersari
Carik Sumbersari, Junaidi, mengapresiasi langkah akademisi UGM yang memilih wilayah tersebut sebagai lokasi intervensi kesehatan. Menurut dia, kehadiran program CERDIK diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih praktis mengenai bahaya penyakit tidak menular.
Junaidi berharap program itu dapat meningkatkan pemahaman warga dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Harapan tersebut sejalan dengan sasaran program yang menitikberatkan pada pengendalian faktor risiko melalui perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan deteksi dini.
Dengan pelaksanaan yang berlangsung hingga 30 November 2026, program CERDIK akan menjalankan berbagai kegiatan yang menyatukan edukasi, praktik pengolahan makanan, aktivitas fisik, pemanfaatan pekarangan, serta pemantauan tekanan darah. Program itu diluncurkan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa Departemen Gizi FK-KMK UGM dalam merespons persoalan hipertensi di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.



















