Headline.co.id, Padang ~ Penanganan TBC di Kota Padang, Sumatera Barat, diperkuat melalui strategi penemuan kasus secara aktif hingga September 2026. Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat 2.700 kasus TBC telah ditemukan melalui berbagai kegiatan tracing di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penemuan pasien dan memutus rantai penularan, termasuk dengan memeriksa kontak erat pasien di lingkungan rumah. Penguatan tracing kembali dilakukan melalui kegiatan “Untuk Indonesia Sehat” di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan Kota Padang itu menggabungkan skrining TBC, pemeriksaan menggunakan rontgen portabel, dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Target Penemuan 4.800 Kasus TBC
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, pemerintah menargetkan penemuan 4.800 kasus TBC di Kota Padang sepanjang 2026. Hingga saat ini, sekitar 2.700 kasus telah ditemukan melalui pelacakan aktif di berbagai lokasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Srikurnia, seluruh 11 kecamatan di Kota Padang telah berkomitmen menjalankan tracing TBC. Pemerintah juga membentuk 104 kelurahan siaga TBC untuk memperkuat deteksi dan penanganan di tingkat masyarakat.
“Dari pertengahan September sampai November kita merencanakan tracing di 242 titik dan sudah berjalan 105 titik,” ujar Srikurnia.
Dari kegiatan yang telah berjalan, ditemukan 77 pasien positif TBC yang berasal dari kontak erat maupun kelompok masyarakat berisiko. Pasien-pasien tersebut selanjutnya dipantau hingga menyelesaikan masa pengobatan.
Kontak Erat Pasien Jadi Sasaran Pemeriksaan
Penemuan 77 pasien positif tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan terhadap orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Pemeriksaan lebih awal memungkinkan pasien segera memperoleh penanganan dan membantu mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitarnya.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, pemberantasan TBC memerlukan perubahan pendekatan. Pemeriksaan, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan terhadap orang yang telah menunjukkan gejala atau datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sakit.
Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien juga perlu diperiksa karena dapat menjadi bagian dari rantai penularan yang tidak terlihat.
“Selama ini kita sibuk dan fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC,” kata Benjamin.
Pemerintah kemudian mendorong penemuan kasus secara aktif melalui pemeriksaan kontak erat di rumah serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia bagi masyarakat. Benjamin juga mengapresiasi kolaborasi organisasi profesi, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat upaya tersebut.
PDPI Sumbar Dukung Eliminasi TBC 2030
Ketua PDPI Cabang Sumatera Barat Masrul Basyar mengatakan, PDPI Sumbar siap mendukung pemerintah daerah memperluas penemuan kasus TBC hingga mencapai target eliminasi TBC pada 2030.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas rontgen portabel secara gratis dalam kegiatan skrining. Fasilitas itu disediakan melalui kerja sama dengan mitra dan Dinas Kesehatan Kota Padang.
Penggunaan perangkat rontgen portabel membantu mendekatkan pemeriksaan kepada masyarakat, terutama ketika skrining dilakukan di tingkat kecamatan dan lingkungan tempat tinggal. Selain skrining TBC, warga juga memperoleh layanan CKG untuk mendeteksi lebih dini berbagai masalah kesehatan.
Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa mengatakan, wilayahnya mendukung kegiatan skrining melalui kolaborasi dengan puskesmas dan kader TBC.
“Kecamatan Lubuk Begalung ikut serta mendukung kegiatan pengabdian PDPI, skrining TBC, serta Cek Kesehatan Gratis. Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga masyarakat di Lubuk Begalung tidak ada yang sakit lagi, terutama TBC,” ujarnya.
Imbauan Dinkes di Tengah Penurunan Kualitas Udara
Selain memperkuat tracing dan pemeriksaan kontak erat, Dinas Kesehatan Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan di tengah penurunan kualitas udara dan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penemuan dan penanganan penyakit pernapasan secara lebih cepat.
Penguatan tracing TBC, keterlibatan kelurahan dan kader, serta penyediaan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi strategi Kota Padang mempercepat penemuan dan pengobatan TBC. Pendekatan ini diarahkan agar penanganan tidak hanya berfokus pada pasien yang telah sakit, tetapi juga memutus potensi penularan dari lingkungan terdekat.



















