Headline.co.id, Jogja ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosio Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti praktik clickbait konten afiliasi di aplikasi X. Penelitian berjudul “Harga Sebuah Klik: Praktik Umpan Klik dalam Konten Afiliasi di Aplikasi X sebagai Konsekuensi Ekonomi Atensi dalam Ekonomi Gig” itu dilakukan untuk melihat hubungan perhatian pengguna, tautan afiliasi, dan potensi komisi bagi afiliator. Hasil penelitian menunjukkan, konten afiliasi yang menggunakan umpan klik justru cenderung tidak mendorong audiens mengeklik tautan. Temuan tersebut disampaikan dalam keterangan pada Jumat (11/9).
Affiliate marketer atau afiliator merupakan pihak yang mempromosikan produk milik pihak lain melalui media sosial. Afiliator dapat memperoleh komisi berdasarkan aktivitas pengguna melalui tautan produk yang dibagikan. Dalam persaingan mendapatkan perhatian pengguna, sebagian afiliator memanfaatkan isu yang sedang hangat dibicarakan dengan membuat unggahan atau utas secara berlebihan. Praktik untuk menarik perhatian tersebut dikenal sebagai umpan klik atau clickbait.
Riset UGM Berangkat dari Temuan di Aplikasi X
Penelitian mengenai clickbait konten afiliasi itu dilakukan oleh lima mahasiswa UGM. Tim tersebut terdiri atas Widyastri Prabaningrum dan Nayla Devira Cahyani dari Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Upik Maulia dari Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial angkatan 2023, Rizki Laidha Putri dari Ilmu Hukum angkatan 2024, serta Dini Rindang Ekarini dari Ilmu Ekonomi angkatan 2023.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Riset ini berangkat dari temuan tim terhadap sebuah utas di media sosial X yang menarik perhatian karena membahas informasi terkini. Namun, setelah utas tersebut digulir lebih jauh, tim menemukan banyak tautan afiliasi produk e-commerce yang disisipkan di dalamnya.
Di bawah bimbingan Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A., tim mengkaji fenomena tersebut menggunakan perspektif ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco.
Melalui perspektif itu, tim melihat perhatian pengguna bukan hanya sebagai bagian dari aktivitas bermedia sosial. Perhatian tersebut juga memiliki nilai ekonomi ketika diarahkan menjadi klik yang berpotensi menghasilkan komisi bagi afiliator.
Konten Clickbait Membuat Audiens Enggan Mengeklik
Hasil kuesioner terhadap 387 responden menunjukkan bahwa sebagian besar audiens merasa terganggu dengan konten afiliasi yang menggunakan umpan klik. Respons tersebut lebih banyak muncul dalam bentuk rasa kesal.
Para responden juga cenderung tidak tertarik mengeklik tautan afiliasi ketika sebuah konten terlihat menggunakan clickbait. Temuan ini menunjukkan bahwa konten yang berhasil menarik perhatian belum tentu mampu menghasilkan klik.
“Sebaliknya, konten afiliasi tanpa umpan klik justru lebih mendorong keinginan audiens untuk mengeklik tautan yang dibagikan,” ujar Widya.
Ketua tim penelitian, Widya, menyatakan praktik tersebut berisiko memengaruhi kredibilitas ruang digital apabila terus dibiarkan. Menurut dia, ruang digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi informasi yang kredibel dapat dipenuhi konten yang mengeksploitasi rasa penasaran audiens demi keuntungan komersial.
“Kami khawatir jika praktik ini dibiarkan terus berlangsung, ruang digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi informasi yang kredibel justru mengalami degradasi karena dipenuhi konten yang mengeksploitasi rasa penasaran audiens demi keuntungan komersial,” jelas Widya.
Penelitian Gabungkan Kuesioner dan Analisis Tata Kelola
Selain menggunakan kuesioner, penelitian tersebut dilengkapi analisis konten dan wawancara dengan institusi terkait sebagai pemangku kepentingan. Langkah itu dilakukan untuk melihat praktik umpan klik affiliate sekaligus aspek tata kelola platform.
Dengan menggabungkan perspektif audiens dan tata kelola, tim berupaya melihat praktik affiliate tidak hanya sebagai strategi pemasaran digital. Fenomena tersebut juga dikaji sebagai bagian dari dinamika ekonomi gig dan ekonomi atensi.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih kritis terhadap perkembangan pekerjaan digital. Kajian tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran pengguna dalam memahami konten affiliate.
“Penelitian ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya tata kelola platform yang mampu memberikan perlindungan bagi audiens sebagai calon konsumen potensial di tengah perkembangan ekonomi digital,” pungkasnya.



















