Headline.co.id, Bangunan ~
Pembangunan Jembatan Duko di Dusun Karamat, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, terus dikebut dengan fokus pada pengecoran pondasi. Tahapan tersebut dikerjakan pada Kamis (10/9/2026) melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura 2026. Pengecoran dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan melibatkan Babinsa Koramil 0827/16 Gapura Serka M. Rasul, pekerja bangunan, serta personel Yonif TP 931/KJ. Pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat akses, memperlancar mobilitas masyarakat, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di sekitar Desa Banjar Barat.
Pengecoran pondasi menjadi bagian penting dalam pembangunan Jembatan Duko Sumenep karena berfungsi sebagai dasar utama yang menopang konstruksi. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap bagian jembatan dikerjakan sesuai kebutuhan teknis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pondasi Jadi Perhatian Utama Jembatan Duko Sumenep
Serka M. Rasul mengatakan, kualitas pondasi menjadi perhatian dalam proses pembangunan karena kekuatan bagian tersebut berpengaruh terhadap konstruksi jembatan secara keseluruhan. Menurut dia, pondasi harus dikerjakan dengan baik agar mampu menjadi dasar yang kuat.
“Sekarang kami fokus di pengecoran pondasi. Bagian ini harus benar-benar kuat karena menjadi dasar utama jembatan,” ujar Serka M. Rasul, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan pembangunan dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga kesinambungan pekerjaan di lapangan. Kolaborasi Babinsa, pekerja bangunan, dan personel Yonif TP 931/KJ dilakukan agar setiap tahapan pembangunan dapat terus berjalan.
Material yang tersedia juga langsung dimanfaatkan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembangunan tidak terhambat dan perkembangan pengerjaan tetap berlangsung.
“Yang penting pekerjaan terus jalan. Kami kerjakan bersama-sama, material yang tersedia langsung dimanfaatkan agar progresnya terus bertambah,” kata Serka M. Rasul.
Pembangunan Dilakukan Bertahap
Proses pembangunan Jembatan Duko Sumenep dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap yang dikerjakan 10 September 2026, pekerjaan diarahkan pada pengecoran pondasi sebagai bagian utama dari konstruksi jembatan.
Pelaksanaan pekerjaan melibatkan unsur TNI dan pekerja bangunan. Babinsa Koramil 0827/16 Gapura Serka M. Rasul bersama personel Yonif TP 931/KJ serta para pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan.
Setiap bagian konstruksi dikerjakan sesuai kebutuhan teknis. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan, pembangunan diharapkan dapat terus mengalami perkembangan sesuai tahapan yang sedang berlangsung.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura 2026 menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. Melalui program itu, pembangunan Jembatan Duko diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang dapat digunakan sebagai akses yang lebih mudah dan aman.
Diharapkan Perkuat Mobilitas Warga
Jembatan Duko tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur fisik. Keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan warga Desa Banjar Barat terhadap akses yang lebih mudah dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Setelah rampung, Jembatan Duko diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat Desa Banjar Barat. Jembatan tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas sehari-hari warga serta memperkuat konektivitas antarwilayah di sekitar desa.
Akses yang semakin baik berpeluang membuat pergerakan masyarakat dan berbagai aktivitas ekonomi lokal menjadi lebih lancar. Karena itu, penyelesaian pembangunan Jembatan Duko menjadi bagian penting dari penguatan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Fokus pada pengecoran pondasi menjadi langkah penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai tahapan. Pengerjaan bersama dan pemanfaatan material yang tersedia dilakukan agar progres pembangunan terus bertambah hingga tahapan berikutnya.





















