Headline.co.id, Jayawijaya ~
Polisi mengantongi ciri-ciri kelompok yang diduga menembak tiga warga sipil yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penembakan ASN Jayawijaya itu terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT saat rombongan dalam perjalanan menuju Wamena. Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 kini mengejar para terduga pelaku setelah memeriksa saksi korban yang selamat dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, polisi menemukan tiga selongsong peluru di lokasi penembakan. Dua selongsong berkaliber 5,56 milimeter, sedangkan satu lainnya berkaliber 9 milimeter.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polisi Temukan Tiga Selongsong Peluru
Menurut Yusuf, selongsong kaliber 5,56 milimeter merupakan amunisi senjata api laras panjang. Sementara itu, selongsong kaliber 9 milimeter merupakan amunisi senjata api laras pendek.
“Dari hasil olah TKP kita dapati barang bukti yang ada di TKP. Kita temukan tiga selongsong, di antaranya dua berukuran 5,56 milimeter, ini amunisi dari senjata api laras panjang. Lalu satu selongsong kaliber 9 milimeter, ini adalah amunisi dari senjata api laras pendek,” kata Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Selain selongsong peluru, petugas menemukan jejak darah di lokasi. Seluruh barang bukti tersebut kini digunakan dalam penyelidikan untuk mengungkap peristiwa penembakan dan mengejar para pelaku.
Saksi Korban Beri Informasi Ciri Pelaku
Penyidik juga memeriksa saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya. Dari pemeriksaan itu, polisi memperoleh informasi mengenai ciri-ciri kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan ASN Jayawijaya.
“Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran,” ujar Yusuf.
Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok tersebut berjumlah sekitar delapan orang. Mereka disebut membawa dua pucuk senjata api laras panjang.
Adapun keberadaan senjata api laras pendek masih didalami polisi. Senjata tersebut diduga digunakan dalam aksi penembakan berdasarkan temuan selongsong kaliber 9 milimeter di TKP.
Rombongan Dinas Pertanian Diadang di Perjalanan
Penembakan terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan kembali menuju Wamena. Sebelumnya, rombongan melakukan peninjauan lokasi cetak sawah serta menyalurkan bantuan pangan dan ternak kepada masyarakat di Distrik Muliama.
Di tengah perjalanan, rombongan tersebut diduga diadang dan ditembaki kelompok bersenjata yang diduga merupakan KKB dari wilayah Nduga. Polisi masih melakukan pengejaran dan pendalaman untuk mengungkap identitas serta keberadaan seluruh pihak yang diduga terlibat.
Yusuf memastikan proses pengejaran terus dilakukan setelah polisi mengantongi ciri-ciri pelaku.
“Tentunya kita kejar, insyaallah kita dapat, karena identitas pelaku sudah kita kantongi,” imbuhnya.



















