Headline.co.id, Muara Enim ~
Polda Sumatera Selatan melalui Satbrimob Polda Sumsel terus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/9/2026). Memasuki hari keempat penugasan, Satgas Operasi Aman Nusa II menggunakan cairan X-Fire Slog Polri untuk memadamkan titik api dan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik panas dan mengendalikan area terdampak.
Pemadaman karhutla Gelumbang dipimpin Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama Komandan Batalyon D Pelopor dan personel Satbrimob Polda Sumsel. Personel melakukan penyemprotan serta pembasahan secara menyeluruh di kawasan yang terdampak kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemadaman Karhutla Gelumbang Sasar Lapisan Gambut
Penanganan tidak hanya diarahkan pada api yang terlihat di permukaan. Personel juga menyasar lapisan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara dan memicu kebakaran kembali.
James mengatakan hari keempat penanganan menjadi tahapan penting untuk memastikan api benar-benar padam hingga bagian bawah lahan gambut. Menurut dia, penggunaan cairan X-Fire Slog Polri dilakukan bersamaan dengan proses pendinginan.
“Hari keempat ini menjadi tahap yang sangat penting karena kami tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan hingga ke lapisan gambut. Penggunaan cairan X-Fire Slog Polri diharapkan mampu memutus rantai munculnya hot spot sehingga wilayah terdampak dapat segera terkendali,” ujar Kombes Pol. James.
Selain penyemprotan menggunakan X-Fire, personel Satgas melakukan penyisiran di area terdampak. Pemantauan juga dilakukan berdasarkan koordinat titik panas, disertai pendinginan pada lokasi yang telah dipadamkan.
Penyisiran dan Pendinginan Cegah Api Susulan
Langkah penyisiran dan pendinginan dilakukan untuk mencegah munculnya api susulan. Proses tersebut menjadi bagian dari penanganan berkelanjutan di kawasan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Polda Sumsel terus mengoptimalkan personel dan sarana dalam penanganan karhutla. Upaya itu terutama dilakukan pada kawasan gambut yang membutuhkan pemadaman serta pendinginan secara berkelanjutan.
“Penanganan di lahan gambut membutuhkan ketelitian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman serta tidak kembali memunculkan titik api,” katanya.
Operasi Aman Nusa II Berlanjut
Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel melanjutkan upaya pemadaman, pendinginan, dan pemantauan untuk mencegah karhutla meluas. Penanganan tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Penanganan di lahan gambut dilakukan dengan menggabungkan pemadaman api di permukaan, pembasahan lapisan gambut, penyisiran area, serta pemantauan titik panas. Rangkaian langkah itu ditempuh agar bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tidak kembali memicu kebakaran.





















