Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Kesehatan

Antisipasi! Ini Jenis dan Gejala Dini Kanker Pada Anak

202
×

Antisipasi! Ini Jenis dan Gejala Dini Kanker Pada Anak

Sebarkan artikel ini
Apa penyebab kanker pada anak
Ilustrasi (img:©halodoc)

Antisipasi! Ini Jenis dan Gejala Dini Kanker Pada Anak ~ Headline.co.id (Kesehatan). Penyakit Kanker yang sering diketahui adalah terdapat pada orang dewasa, karena sering disebut sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kanker yang risikonya dapat meningkat seiring pertambahan usia.

Baca juga: Siswi MTsN 9 Bantul Raih Juara II Nasional Riset Film Moderasi Beragama

Namun, penyakit kanker pada anak juga sering ditemui dengan penyebab yang berbeda. Para Orang tua perlu mengetahui dan memahami penyebab, ciri, dan jenis penyakit kanker pada anak.

Penyakit Kanker Pada Anak

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan berkembangnya sel abnormal yang merusak dan mengambil nutrisi dari tubuh seseorang. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan lainnya, bahkan kematian. Kanker tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga usia anak-anak hingga remaja.

Baca juga: UIN KHAS Jember Jajaki Kerjasama Riset dengan Perguruan Tinggi di Belanda

Hampir setiap sel pada tubuh manusia dapat berkembang secara abnormal dan menjadi tumor dan kanker. Namun, jenis kanker pada anak biasanya berbeda dengan kanker yang dialami oleh orang dewasa.

Penyebab kanker pada orang dewasa adalah pola konsumsi dan gaya hidup, sedangkan kanker pada anak dipicu oleh adanya mutasi gen.

Hal tersebut menyebabkan perubahan DNA dari sel tubuh sejak dilahirkan, atau bahkan saat anak masih dalam kandungan. Kelainan genetik dalam keluarga seperti down syndrome dan sindrom familial lainnya dapat meningkatkan risiko kanker pada anak.

Baca juga: Tinjau Lokasi Karantina PMI, Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalbar Pantau LPMP dan Dekopinwil Kalbar

Sangat jarang kasus kanker pada anak disebabkan karena orang tua memiliki gen kanker, tetapi mutasi gen dapat terjadi akibat radiasi dan paparan rokok saat anak masih dalam kandungan.

Secara global, World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 300.000 anak berusia 0-19 tahun terdiagnosis kanker setiap tahun.

Baca juga: Wakil Wali Kota Depok Minta Pengawas Perhatikan Kualitas Pendidikan

Apa Saja Jenis Penyakit Kanker Pada Anak?

Jenis kanker yang menyerang anak umumnya berbeda dengan orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang kedua kelompok usia tersebut. Berikut jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak berdasarkan data Kemenkes RI, yaitu:

  1. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel darah putih dan paling banyak menyerang anak. Bahkan, sepertiga kasus kanker pada anak di Indonesia merupakan leukemia.

Baca juga: Rekomendasi Klinik Kecantikan di Jogja

Mengutip dari situs Kementerian Kesehatan Indonesia, gejala penyakit kanker yang menyerang sel darah putih pada anak yaitu:

  • Wajah pucat
  • Demam tanpa sebab
  • Nafsu makan menurun
  • Perdarahan kulit
  • Pembesaran limpa, hati, ,getah bening, dan buah zakar
  • Nyeri tulang (nyeri tulang tersebut membuat anak-anak tidak mau berdiri atau berjalan).

Jika kanker dideteksi lebih awal dan pasien mendapatkan penanganan efektif, angka harapan hidup selama 5 tahun ke depan pada leukemia dapat mencapai 90 persen.

Baca juga: Inilah 7 Tips Untuk Mengobati FLU Agar Tidak Bertambah Parah

  1. Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah jenis kanker yang menyerang mata, tepatnya pada lapisan dalam mata yaitu retina. Penyakit ini menyebabkan pembentukan tumor ganas pada retina, baik pada salah satu mata ataupun keduanya.

Baca juga: Vitamin Vs Suplemen, Ini Perbedaan dan Manfaatnya Yang Perlu Kamu Tahu

Di Indonesia, sekitar 4-6 persen kanker pada anak merupakan Retinoblastoma. Anak yang mengalami penyakit kanker ini umumnya mengalami gejala pada tubuh, seperti:

  • Munculnya bercak pada tengah mata
  • Pembesaran bola mata
  • Berkurangnya penglihatan, hingga kebutaan
  • Mata juling
  • Peradangan jaringan bola mata
  • Mata bersinar kekuningan saat malam atau sering disebut “mata kucing”

Tanpa penanganan, Retinoblastoma dapat menyebabkan kematian. Jika tumor hanya ada pada satu mata, angka harapan hidup pasien bisa mencapai 95 persen.

Baca juga: Update! Perkembangan Covid-19 di Depok per 04 Maret

Sementara bila tumor terdapat pada kedua mata, angka harapan hidup berkisar antara 70-80 persen.

  1. Osteosarkoma (kanker tulang)

Osteosarkoma adalah kanker yang menyerang tulang, terutama tulang paha dan kaki. Kanker tulang sebenarnya cukup jarang, tapi penyakit ini menempati peringkat ketiga kanker pada anak di Indonesia.

Baca juga: 10 Buah untuk Booster Imun yang Bagus Buat Penderita Covid-19

Gejala penyakit kanker pada anak jenis ini yaitu:

  • Nyeri tulang di malam hari tau setelah beraktivitas
  • Pembengkakan dan tulang terasa hangat
  • Pada kasus sangat parah, bisa terjadi patah tulang setelah beraktivitas
  • Apabila kanker belum menyebar ke area tubuh lain, angka harapan hidup pasien bisa mencapai 70-75 persen.
         4. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah kanker pada sel-sel saraf yang disebut Neuroblas. Neuroblas seharusnya tumbuh menjadi sel saraf yang berfungsi normal, tapi pada Neuroblastoma, sel-sel tersebut justru tumbuh menjadi sel kanker yang berbahaya.

Baca juga: Dinkes Kalbar Bagikan Tips Jaga Telinga pada Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran

Gejala penyakit kanker sel saraf pada anak yaitu:

  • Perdarahan sekitar mata
  • Nyeri tulang
  • Mata menonjol diikuti kontraksi pupil
  • Diare
  • Lumpuh
  • Bengkak pada leher
  • Gangguan pada fungsi usus dan kemih

Neuroblastoma dengan risiko rendah memiliki angka harapan hidup sebesar 95 persen. Sementara itu, neuroblastoma yang lebih ganas dan berisiko tinggi memiliki angka harapan hidup sebesar 40-50 persen.

Baca juga: Apa Itu Obesitas? Ini Bahayanya dan Antisipasinya pada Anak

  1. Limfoma

Limfoma adalah salah satu jenis dari kanker darah yang menyerang kelenjar getah bening. Gejala penyakit kanker getah bening pada anak yaitu:

  • Kelenjar getah bening di ketiak, paha, leher
  • Demam
  • Lesu
  • Keringat di malam hari
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan

Baca juga: 2 Tahun Covid di Indonesia, Kemenkes: Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan Menjadi Hal Penting

Anak-anak dengan limfoma stadium 1 atau 2 memiliki angka harapan hidup mencapai 90 persen. Jika limfoma sudah mencapai stadium 3 atau 4, angka harapan hidup berkisar di bawah 70 persen.

Apa Tanda atau Gejala Umum Penyakit Kanker Pada Anak?

Diagnosis sejak dini sangat penting dilakukan. Apakah kanker pada anak bisa sembuh? menurut situs resmi Cancer, kanker pada masa kanak-kanak cenderung merespon pengobatan lebih baik. Tubuh anak-anak membuat kemungkinan pulih lebih tinggi daripada orang dewasa.

Baca juga: Sering Pakai Headset? Begini Cara Mencegah Gangguan Pendengaran

Untuk itu orang tua perlu mengetahui gejala atau tanda awal munculnya kanker pada anak.

Namun, terkadang memang sulit mendeteksi penyakit kanker pada anak-anak karena tidak menunjukkan perubahan di awal.

Berikut beberapa gejala umum munculnya kanker pada anak.

  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Sakit kepala, sering disertai muntah di pagi hari
  • Merasa sakit atau nyeri pada salah satu bagian tubuh
  • Muncul memar-memar atau ruam di bagian tubuh tanpa ada benturan
  • Muncul bengkak atau benjolan pada salah satu bagian tubuh
  • Sering kelelahan padahal tidak melakukan kegiatan yang berat
  • Menurunnya kemampuan melihat
  • Demam berulang atau terus-menerus yang tidak diketahui penyebabnya
  • Tampak pucat dan tidak bertenaga yang tidak jelas penyebabnya

Baca juga: Berikut Sebaran Kasus Covid-19 di Kota Depok Pada 12 Februari

Gejala lainnya yang muncul tergantung pada jenis penyakit kanker apa yang dialami oleh anak. Selain itu, setiap anak mungkin menunjukkan gejala kanker yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan antara anak satu dan lainnya.

Baca juga: Puskesmas Mampang Buka Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Setiap Jumat dan Sabtu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *