Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining penyakit jantung di puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya pengobatan penyakit jantung yang mencapai Rp17 triliun per tahun. “Kami terus mendorong penguatan pencegahan penyakit jantung melalui skrining di puskesmas,” ujar Menkes, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, pemerintah telah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi dini risiko penyakit. Program ini bertujuan meningkatkan upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” jelas Menkes.
Kementerian Kesehatan juga berencana memasang alat elektrokardiogram (EKG) di seluruh puskesmas di Indonesia. Dengan adanya alat ini, pasien yang memiliki indikasi sakit jantung tidak perlu langsung dirujuk ke rumah sakit. “Kami ingin memastikan bahwa deteksi dini bisa dilakukan di tingkat puskesmas,” ucap Menkes.
Kerja sama dengan Tokushukai Medical Group Jepang juga dilakukan untuk menjadikan RSJPD Harapan Kita Jakarta sebagai pusat pendidikan dan penelitian jantung terbesar di Asia. “Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan layanan kesehatan jantung di Indonesia,” kata Menkes. Setiap tahun, penyakit jantung menjadi beban biaya terbesar bagi BPJS Kesehatan, sehingga peningkatan layanan ini sangat penting. “Kami berharap layanan kesehatan jantung dapat semakin baik,” tutupnya.






















