Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koperasi sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), Ferry Juliantono, mendorong penguatan diplomasi global Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian dunia. Dorongan itu disampaikan dalam The Mochtar Kusumaatmadja Forum 2026 di Jakarta, pekan lalu, saat membahas tantangan perdamaian, krisis iklim, dan ketidaksetaraan. Ferry menilai peran diplomatik Indonesia perlu dioptimalkan dengan menghidupkan kembali muruah negara sebagai salah satu pemrakarsa Konferensi Asia Afrika. Upaya tersebut, menurut dia, perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan sivitas akademika dengan melibatkan alumni di berbagai negara penempatan.
Diplomasi Indonesia Perlu Merespons Ketidakpastian Global
Ferry menyampaikan penegasan mengenai diplomasi global tersebut ketika membedah berbagai persoalan yang memengaruhi hubungan antarnegara. Tantangan yang dibahas meliputi isu perdamaian, krisis iklim, dan ketidaksetaraan.
Seperti dikutip , Selasa (27/10/2026), Ferry mengingatkan pentingnya menjaga muruah Indonesia sebagai negara yang turut memprakarsai Konferensi Asia Afrika. Warisan tersebut dinilai perlu terus dihidupkan untuk menjaga stabilitas hubungan antarnegara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ferry, penguatan diplomasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ia mendorong adanya kerja sama lintas kementerian dan sivitas akademika untuk merumuskan diskursus diplomatik yang relevan dengan perkembangan global.
Kolaborasi itu juga diarahkan agar melibatkan para alumni yang berada di berbagai negara penempatan. Keterlibatan tersebut diharapkan memperkaya pembahasan dan memperkuat peran Indonesia dalam merespons dinamika internasional.
Warisan Mochtar Kusumaatmadja bagi Diplomat
Dalam forum tersebut, warisan intelektual Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja ditempatkan sebagai salah satu fondasi pembentukan karakter diplomat Indonesia. Penilaian itu disampaikan setelah Mochtar baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Dekan Fakultas Hukum Unpad, R. Achmad Gusman Catur, mengingatkan bahwa Mochtar telah menunjukkan cara memperluas kedaulatan negara melalui ketajaman argumen hukum internasional.
“Unpad akan terus berupaya menerapkan dan melakukan pendekatan yang sesuai dengan gagasan Prof. Mochtar bahwa pendidikan hukum harus senantiasa dibekali dengan kemampuan komprehensif untuk memahami persoalan masyarakat,” tegas Gusman.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pendidikan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga kemampuan memahami persoalan masyarakat. Dalam konteks diplomasi, pemahaman yang komprehensif menjadi bagian dari pembentukan kapasitas untuk menghadapi persoalan antarnegara.
Gusman juga mengingatkan bahwa pengalaman Mochtar membuktikan kedaulatan negara dapat diperluas melalui argumen hukum internasional, bukan melalui kekuatan bersenjata.
Teknologi dan Kecerdasan Artifisial Jadi Perhatian
Sekretaris Eksekutif UNESCAP sekaligus putri Mochtar Kusumaatmadja, Armida Salsiah Alisjahbana, turut menegaskan pentingnya kepemimpinan strategis dalam menjaga kepentingan nasional.
Kepemimpinan strategis dinilai menjadi unsur penting dalam menghadapi perubahan lingkungan global. Para diplomat tidak hanya dituntut memahami persoalan hubungan antarnegara, tetapi juga perlu menguasai diskursus mengenai teknologi masa depan.
Penguasaan terhadap teknologi masa depan dan kecerdasan artifisial disebut menjadi kunci keberhasilan diplomat dalam menghadapi konstelasi geopolitik global. Hal itu memperlihatkan bahwa penguatan diplomasi Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap perkembangan teknologi.
Melalui forum tersebut, penguatan diplomasi global Indonesia ditempatkan dalam dua pijakan, yakni warisan pemikiran Mochtar Kusumaatmadja dan kemampuan merespons perubahan dunia. Kolaborasi lintas kementerian, sivitas akademika, serta alumni di berbagai negara penempatan didorong untuk mendukung agenda tersebut. (Humas Kementerian Koperasi)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















