Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Global

Trump $5,000 untuk Warga AS Butuh Persetujuan Kongres, Mike Johnson: Detail Harus Dibahas

Saddam by Saddam
35 minutes ago
in Global
Reading Time: 6 mins read
406 17
A A
0
Trump Tegaskan Pembayaran $5,000 “100 Persen” Terjadi

Trump Tegaskan Pembayaran $5,000 “100 Persen” Terjadi (Dok Foto Reuters)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Rencana trump $5,000 untuk setiap warga dewasa Amerika Serikat belum dapat dijalankan hanya berdasarkan keputusan Presiden Donald Trump. Ketua DPR AS Mike Johnson pada Minggu, 13 September 2026, menyatakan pembayaran yang dijanjikan Trump apabila Partai Republik mempertahankan kendali DPR dan Senat dalam pemilu sela November membutuhkan persetujuan Kongres. Pernyataan itu menempatkan proses legislasi dan sumber pendanaan sebagai dua persoalan utama sebelum program tersebut dapat direalisasikan.

Contents

    • 0.1. Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi
    • 0.2. Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi
  • 1. Mike Johnson Sebut Kongres Harus Bertindak
  • 2. Trump Tegaskan Pembayaran US$5.000 Akan Terjadi
  • 3. Biaya Trump Dividend Diperkirakan Mencapai US$1,3 Triliun
  • 4. Dukungan dari Partai Republik Belum Solid
  • 5. Demokrat Kritik Proposal Trump $5,000
  • 6. Kondisi Ekonomi Jadi Tantangan Menjelang Pemilu

Proposal trump $5,000 pertama kali diumumkan Trump dalam konvensi pemilu sela Partai Republik di Dallas pada pekan lalu. Trump menyebut pembayaran tersebut sebagai “Trump Dividend” dan menjanjikannya kepada masyarakat apabila Partai Republik mampu mempertahankan kekuasaan di Capitol Hill setelah pemilu November.

You might also like

Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan

Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi

14 September 2026
Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

14 September 2026

Meski skema trump $5,000 dikaitkan langsung dengan hasil pemilu, Trump meyakini pemerintah Amerika Serikat memiliki kemampuan finansial untuk membayar dana tersebut. Namun, Johnson menegaskan Kongres tetap memiliki peran dalam proses pengeluaran dana pemerintah, sementara sejumlah politikus dari Partai Demokrat, sebagian anggota Partai Republik, dan pakar ekonomi mempertanyakan biaya serta potensi dampaknya terhadap inflasi dan keuangan negara.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Mike Johnson Sebut Kongres Harus Bertindak

Johnson mengatakan dirinya berasumsi bahwa Kongres harus memberikan persetujuan sebelum pemerintah dapat mengeluarkan dana untuk pembayaran tersebut.

“Saya berasumsi, ya, dia membutuhkan Kongres untuk bertindak, dan itu merupakan ide yang kreatif,” kata Johnson.

Dalam wawancara terpisah, Johnson kembali menjelaskan masih banyak rincian yang harus diselesaikan sebelum rencana pembayaran tersebut dapat dijalankan.

“Tentu saja, persoalannya ada pada detail. Kami harus mencari tahu semua itu,” ujar Johnson.

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia memastikan janji Trump tersebut terlaksana, Johnson tidak memberikan komitmen langsung bahwa pembayaran pasti disetujui Kongres. Ia menyatakan proses pembentukan kesepakatan memerlukan waktu, terlebih Partai Republik memiliki mayoritas yang tipis.

“Saya berkomitmen bahwa Kongres akan membahasnya dan menemukan konsensus mengenai hal itu, seperti yang harus saya lakukan terhadap segala hal lainnya,” katanya.

Johnson juga menegaskan akan bekerja bersama Trump untuk membahas proposal tersebut.

“Saya akan bekerja bersama presiden, seperti yang selalu saya lakukan, dan kami akan memberikan hasil bagi rakyat Amerika,” ujar Johnson.

Trump Tegaskan Pembayaran US$5.000 Akan Terjadi

Berbeda dengan sikap Johnson yang menekankan proses legislasi, Trump menunjukkan keyakinan kuat bahwa pembayaran US$5.000 kepada warga dewasa AS dapat direalisasikan.

Beberapa jam setelah pernyataan Johnson, Trump kembali menegaskan komitmennya saat berbicara kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One di Irlandia. Trump berada di negara tersebut untuk menghadiri turnamen golf profesional di resornya.

“US$5.000 itu akan terjadi, 100 persen,” kata Trump.

Trump sebelumnya juga menyatakan dirinya tidak yakin persetujuan Kongres diperlukan. Ketika ditanya apakah pemerintah memerlukan otorisasi anggota parlemen, Trump mengatakan, “Kami pikir tidak,” tetapi menambahkan bahwa Kongres kemungkinan akan memberikan persetujuan apabila memang diperlukan.

Menurut Trump, kondisi ekonomi Amerika Serikat memungkinkan pemerintah membiayai pembayaran tersebut.

“Kami dapat dengan mudah menanganinya karena kami menerima begitu banyak uang,” ujar Trump.

“Kami belum pernah melakukan yang lebih baik,” lanjutnya.

Saat mengumumkan program tersebut dalam konvensi Partai Republik di Dallas, Trump mengaitkan langsung pembayaran dengan kemenangan Partai Republik dalam pemilu sela.

“Jadi, jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami, dan Anda mendapatkan US$5.000. Itu akan disebut Trump Dividend,” katanya.

Biaya Trump Dividend Diperkirakan Mencapai US$1,3 Triliun

Persoalan utama dari proposal tersebut adalah besarnya dana yang dibutuhkan. Pembayaran US$5.000 kepada setiap warga dewasa Amerika Serikat diperkirakan dapat menelan biaya sekitar US$1,3 triliun.

Jumlah tersebut memunculkan kekhawatiran karena Amerika Serikat saat ini menghadapi defisit anggaran tahunan hampir US$1,8 triliun. Sejumlah ekonom juga memperingatkan tambahan pengeluaran dalam skala besar berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Kondisi ekonomi menjadi persoalan penting bagi Partai Republik menjelang pemilu sela. Inflasi masih bertahan, sementara suku bunga meningkat dan harga energi ikut memberikan tekanan terhadap pengeluaran masyarakat.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick sebelumnya menyatakan pembayaran tersebut tidak akan menggunakan uang pembayar pajak. Menurut Lutnick, pemerintah dapat menghasilkan dana yang ingin dibagikan Trump.

Namun, dalam bahan yang tersedia belum dijelaskan mekanisme spesifik mengenai bagaimana pemerintah akan memperoleh dana hingga lebih dari US$1 triliun untuk membiayai program tersebut.

Johnson sendiri mengatakan tidak menginginkan kebijakan itu menambah utang pemerintah.

“Saya tidak ingin menambah utang itu,” katanya.

Ia berpendapat pemerintah tidak semestinya semakin berutang apabila proposal tersebut nantinya diterapkan.

Dukungan dari Partai Republik Belum Solid

Selain persoalan pendanaan, proposal Trump Dividend juga belum mendapatkan dukungan tegas dari seluruh pejabat Partai Republik.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menghindari memberikan kepastian ketika ditanya apakah anggota Partai Republik di Kongres akan mendukung kebijakan tersebut.

“Itu pertanyaan yang bagus. Dan kita akan melewati jembatan itu ketika kita sampai di sana,” ujar Thune.

Anggota DPR dari Partai Republik asal New York, Mike Lawler, juga tidak secara khusus menjanjikan dukungan terhadap pembayaran US$5.000.

“Saya mendukung pengembalian uang ke kantong warga Amerika yang bekerja keras,” kata Lawler.

Namun, menurut dia, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah pembayaran itu disebut stimulus atau dividen, melainkan bagaimana pemerintah membiayainya.

“Apakah Anda menyebutnya cek stimulus atau dividen, pertanyaannya adalah, bagaimana Anda membayarnya? Itulah fokus saya,” ujarnya.

Sikap serupa menunjukkan bahwa jalan proposal Trump melalui Kongres berpotensi menghadapi perdebatan, meskipun Partai Republik mampu mempertahankan mayoritas setelah pemilu.

Demokrat Kritik Proposal Trump $5,000

Politikus Partai Demokrat turut mempertanyakan kelayakan janji tersebut.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan proposal tersebut bukan sebuah rencana yang serius. Senator AS dari Michigan, Mallory McMorrow, juga meragukan apakah pembayaran US$5.000 benar-benar akan diberikan jika Partai Republik mempertahankan kendali Kongres.

Kritik terhadap proposal itu juga muncul karena pembayaran dijanjikan dalam konteks pemilu sela. Sejumlah pengkritik menilai janji tersebut merupakan upaya memengaruhi pilihan pemilih dengan menawarkan pembayaran tunai apabila Partai Republik menang.

Sementara itu, kekhawatiran dari kalangan ekonomi terutama berpusat pada besarnya kebutuhan anggaran dan kemungkinan dampaknya terhadap inflasi.

Kondisi Ekonomi Jadi Tantangan Menjelang Pemilu

Janji pembayaran US$5.000 muncul ketika pemerintah Trump menghadapi tekanan terkait kondisi ekonomi. Harga bahan bakar meningkat di tengah konflik dengan Iran, sementara pertumbuhan upah menghadapi tekanan akibat inflasi.

Rata-rata harga bensin nasional AS dalam bahan yang tersedia tercatat US$4,31 per galon atau naik US$1,33 sejak perang dimulai.

Trump mengatakan harga bahan bakar akan turun tajam. Namun, belum terdapat kesepakatan dalam waktu dekat dengan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali aktivitas normal di Selat Hormuz.

Dukungan publik terhadap kinerja Trump juga menjadi tantangan bagi Partai Republik. Berdasarkan jajak pendapat Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research pada Juli, sekitar sepertiga orang dewasa Amerika Serikat menyetujui cara Trump menjalankan pemerintahan. Angka tersebut turun dibandingkan 37 persen pada Juni dan 42 persen ketika Trump mulai menjabat.

Dengan pemilu sela semakin dekat, proposal Trump Dividend kini tidak hanya menjadi janji kampanye, tetapi juga menjadi perdebatan mengenai kewenangan presiden, peran Kongres, kemampuan anggaran federal, dan risiko ekonomi.

Trump tetap menegaskan US$5.000 akan dibayarkan apabila Partai Republik menang. Namun, pernyataan Mike Johnson menunjukkan realisasi rencana tersebut tetap bergantung pada proses politik di Kongres, pencarian konsensus di antara anggota parlemen, serta kejelasan mengenai sumber dana untuk membiayai pembayaran yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$1 triliun.

Tags: Ketua DPR ASKongresLegislasiPartai Republiktrump $5.000Trump Dividend

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Trump Dividend saat ini masih berada di antara janji politik dan rencana kebijakan

Trump Tawarkan $5,000 Jika Republik Menang Pemilu, Proposal Tunai Picu Kontroversi

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan pembayaran US$5.000 kepada setiap warga dewasa apabila Partai Republik mampu mempertahankan...

Presiden Donald Trump

Fakta Trump Dividend $5,000: Syarat Politik, Biaya Fantastis hingga Risiko Inflasi

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Trump Dividend $5,000 menjadi salah satu janji politik yang paling menyita perhatian menjelang pemilu sela Amerika Serikat...

Pemerintah Irak Klaim Pulihkan Aset Lebih dari US$1 Miliar

Kasus Korupsi Migas Irak Memanas, Aset Lebih dari US$10 Juta Disita dalam Kasus Korupsi Migas Irak

by Saddam
4 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kasus korupsi migas Irak terus berkembang setelah otoritas peradilan menyita uang tunai lebih dari US$10 juta, 35...

pasar obligasi pemerintah AS.

Departemen Keuangan AS Hadapi Dua Tekanan: Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan AS menghadapi dua tekanan besar secara bersamaan pada Jumat (21/8/2026), yakni gejolak pasar obligasi Treasury...

Departemen Keuangan Amerika Serikat Kini Jadi Perhatian Pasar Global

Hutang AS Tembus US$40 Triliun, Kebijakan Departemen Keuangan Picu Kekhawatiran Investor

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Utang pemerintah Amerika Serikat yang telah melampaui US$40 triliun menjadi perhatian investor ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat...

Gejolak Treasury dan Sanksi Ekonomi terhadap Iran

Departemen Keuangan Amerika Serikat Perluas Buyback Obligasi, Dolar AS Tertekan

by Hendrawan
21 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Departemen Keuangan Amerika Serikat memperbesar pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang di tengah kenaikan imbal...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Inflasi Gorontalo Mencapai 2,52% pada Akhir 2025

Inflasi Gorontalo Mencapai 2,52% pada Akhir 2025

5 January 2026
Pemkab Kotawaringin Barat Tingkatkan Sistem Pembayaran Pajak Online

Pemkab Kotawaringin Barat Tingkatkan Sistem Pembayaran Pajak Online

12 November 2025
Gempa Magnitudo 3,4 Mengguncang Kaimana, Papua Barat

Gempa Magnitudo 3,4 Mengguncang Kaimana, Papua Barat

26 November 2025

Tung Desem Waringin Positif Covid-19

6 April 2020
Polres Jakbar Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus

Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Ribuan Gram Narkotika

10 September 2026
Kejagung MBG Pastikan Penyidikan Tetap Berjalan Meski Pendataan SPPG Dihentikan

Kejagung MBG: Data SPPG Tetap Dikaji untuk Telusuri Kaitan dengan Para Tersangka

14 July 2026
UGM Bergabung dengan ASEAN IVO, Tingkatkan Kolaborasi Digital Regional

UGM Bergabung dengan ASEAN IVO, Tingkatkan Kolaborasi Digital Regional

25 June 2026

Artikel Terbaru

Arema FC Pulang dengan Rasa Pahit, Kemenangan Depan Mata Atas PSM Sirna di Menit Akhir

Arema FC Gagal Menang, PSM Makassar Samakan Skor 3-3

14 September 2026
Klasemen Serie A usai Sassuolo vs Juventus

Klasemen Serie A Usai Sassuolo vs Juventus: Dua Tim Koleksi 7 Poin, Selisih Gol Jadi Pembeda

14 September 2026
Dokkes Polres Malang Turun Langsung Cek Kesehatan Petugas Gabungan Kebakaran Gunung Bromo

Dokkes Polres Malang Cek Kesehatan 50 Petugas Kebakaran Bromo

14 September 2026
Klasemen Sassuolo vs Juventus Usai Skor 3-2

Klasemen Sassuolo vs Juventus Usai Laga 3-2, Jay Idzes Main Penuh saat Neroverdi Naik ke Posisi 9

14 September 2026
: MTQ Nasional XXXI di Semarang tidak hanya menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan turut menghadirkan seminar, pawai 37 provinsi, pameran UMKM, hingga inovasi teknologi dalam cabang kaligrafi. Pembukaan MTQ juga mencatat rekor MURI melalui penyanyian Mars MTQ secara hybrid oleh 288.262 peserta./Foto Humas Kemenag

MTQ Nasional XXXI Padukan Teknologi, UMKM, dan Rekor MURI

14 September 2026
Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Tim Perluas Pencarian

Polda Banten: Barang Temuan Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang

14 September 2026
Brimob Jateng Salurkan 485 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Brimob Jateng Salurkan 485 Ribu Liter Air Bersih

14 September 2026

Popular Story

Nasuha, Ruang Temu Penghulu dan Ulama Bahas Pelindungan Perempuan dan Anak
Pemerintah

Simposium Nasional Nasuha 2026: Transformasi KUA dalam Pelindungan Perempuan dan Anak

by Fajar
10 September 2026
0

Headline.co.id, Cirebon ~ (Kemenag) — Kementerian Agama menggelar Simposium Nasional Penghulu dan...

Read moreDetails

Wamen Nezar Dorong Aceh Manfaatkan Selat Malaka untuk Ekonomi Digital

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, Delapan Korporasi dalam Proses Hukum

Polres Way Kanan Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Polisi Berupaya Atasi Kemacetan Panjang di Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Redmi Note 17 Pro Series Meluncur 15 September, Ini Bocoran Spesifikasinya

Kolaborasi UMI dan Unhas dengan Polri untuk Penguatan Ilmu Kepolisian

Polisi Ungkap Industri Rumahan Tembakau Sintetis di Tangsel

Tiket Arema FC Vs Persik Kediri Dibuka H-7, Panpel Bidik Penonton

Rektor Unhas Minta Pusat Studi Kepolisian Fokus Berantas Bom Ikan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.