Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) kini resmi menjadi anggota ASEAN ICT Virtual Organization (ASEAN IVO), sebuah jaringan kolaborasi yang menghubungkan perguruan tinggi dan lembaga riset di ASEAN dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Keanggotaan ini disetujui setelah UGM melalui proses evaluasi selama satu bulan, di mana mereka mempresentasikan berbagai inisiatif transformasi digital. Bergabungnya UGM dalam ASEAN IVO merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan, serta membuka peluang kolaborasi dengan institusi di Asia Tenggara.
ASEAN IVO adalah jaringan virtual yang bertujuan mendorong kolaborasi riset dan inovasi untuk menghadapi tantangan regional melalui teknologi. Jaringan ini melibatkan universitas, lembaga penelitian, dan mitra strategis yang fokus pada pengembangan solusi digital di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan, kesehatan digital, dan smart society. Melalui jaringan ini, anggota dapat mengembangkan riset bersama dan memperkuat pertukaran pengetahuan lintas negara.
Pengajuan keanggotaan UGM diinisiasi oleh Biro Transformasi Digital (BTD) UGM sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi di bidang transformasi digital. Dalam proses penilaian, UGM mempresentasikan program dan inovasi unggulan, termasuk pengembangan UGM AI untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan layanan masyarakat. Dr. Mardhani Riasetiawan, Kepala BTD UGM, menyatakan bahwa keanggotaan ini membuka peluang penting bagi UGM untuk memperluas kerja sama internasional dan mengembangkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Disiplin di UGM
Keanggotaan ASEAN IVO menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas disiplin di UGM. Inisiatif yang dipresentasikan melibatkan dosen dan peneliti dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pendekatan kolaboratif ini menjadi modal penting dalam menjawab tantangan kompleks di era digital.
Peluang Pengembangan Melalui ASEAN IVO
Bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi ASEAN IVO sejalan dengan fokus riset UGM, seperti kesehatan digital, pendidikan berbasis teknologi, dan ketahanan pangan. Dukungan jejaring regional memungkinkan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, yang dapat memperkaya inovasi di kampus.
Bergabungnya UGM dalam ASEAN IVO diharapkan dapat memperkuat peran universitas dalam pengembangan riset dan inovasi digital di tingkat regional. Keanggotaan ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan memperkaya perspektif dalam menjawab tantangan pembangunan melalui teknologi. “Kami berharap keanggotaan ini tidak hanya memperluas jejaring UGM, tetapi juga menghadirkan lebih banyak kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di Indonesia maupun kawasan ASEAN,” tutup Dr. Mardhani.




















