Headline.co.id, Denpasar ~
Inovasi lingkungan dunia usaha terus didorong untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. Dorongan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat menghadiri Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (10/9/2026). Dalam ajang tersebut, sebanyak 253 perusahaan berpartisipasi dengan menghadirkan 954 karya inovasi serta melibatkan 48 local hero. Inovasi itu diarahkan untuk memperkuat kepatuhan lingkungan, pemulihan ekosistem, dan manfaat sosial bagi masyarakat.
Menurut Moh Jumhur, dunia usaha memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan dan pemulihan lingkungan. Perlindungan lingkungan, kata dia, tidak semestinya dipandang sebagai penghambat pembangunan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dalam mewujudkan kepatuhan etik lingkungan, ada yang sifatnya imbauan moral, kemudian perintah-perintah religi, dan yang terakhir adalah menggunakan instrumen hukum. Sehingga mereka yang tidak bisa diperintah secara moral, tidak bisa diperintah secara religi, ya kita perintah secara hukum,” kata Moh Jumhur.
ENSIA Dorong Inovasi Lingkungan Dunia Usaha
Penyelenggaraan ENSIA 2026 dinilai sejalan dengan upaya KLH/BPLH mendorong praktik beyond compliance. Istilah tersebut merujuk pada komitmen pelaku usaha yang melampaui pemenuhan kewajiban dasar lingkungan melalui inovasi dan aksi nyata.
Kontribusi dunia usaha dalam perlindungan lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai bidang. Di antaranya pengelolaan sampah, rehabilitasi ekosistem, efisiensi sumber daya, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau.
Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA menjadi ruang bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasi kepada para pemangku kepentingan.
“ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring dalam aspek keberlanjutan,” kata Sandry.
Empat Prinsip Utama Inovasi Lingkungan
KLH/BPLH menyebut inovasi lingkungan perlu dibangun melalui empat prinsip utama. Prinsip pertama adalah penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs.
Prinsip berikutnya ialah persiapan dan keterlibatan sosial atau social preparation and social integration. Selain itu, dunia usaha didorong menerapkan budaya keselamatan tanpa kecelakaan atau zero accident.
Prinsip keempat adalah Gerakan Tobat Ekologis. Keempat prinsip tersebut menjadi bagian dari pendekatan agar inovasi dunia usaha tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Menjawab Triple Planetary Crisis
Dorongan terhadap inovasi lingkungan muncul di tengah triple planetary crisis atau tiga tantangan lingkungan global. Tantangan itu meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Kondisi tersebut membutuhkan peran bersama dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban, tetapi memberikan manfaat nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pada ENSIA 2026, peningkatan partisipasi perusahaan disebut menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia usaha terhadap pengembangan inovasi yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat. Sebanyak 253 perusahaan yang terlibat menghadirkan 954 karya inovasi serta melibatkan 48 local hero.
Melalui kolaborasi tersebut, KLH/BPLH terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Upaya itu juga diarahkan untuk memastikan perlindungan serta pemulihan lingkungan bagi generasi mendatang.




















