Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Ekonomi

Kemarau Gunungkidul: Warga Harus Membeli Air Bersih untuk Bertahan

2544
×

Kemarau Gunungkidul: Warga Harus Membeli Air Bersih untuk Bertahan

Sebarkan artikel ini
Seorang Warga Gunungkidul mengambil Air Bersih dari Tampungan
Seorang Warga Gunungkidul mengambil Air Bersih dari Tampungan (ist)

Headline.co.id, Gunungkidul ~ Sudah lebih dari dua bulan wilayah Kabupaten Gunungkidul tidak diguyur hujan, menyebabkan kekeringan yang parah di berbagai daerah. Warga terpaksa membeli air bersih, bahkan sampai ke luar daerah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Padukuhan Karangwuni di Kalurahan Karangwuni, Rongkop. Ketiadaan hujan membuat sejumlah sumber air atau telaga di sini mengering. Meskipun beberapa telaga masih memiliki air, kondisi airnya keruh dan tidak layak digunakan.

Baca juga: Peringatan Hari Bhayangkara ke-78, Polresta Yogyakarta Beri Penghargaan pada Personel Berprestasi

Ayup Sunata, Ketua RT 18 Padukuhan Karangwuni, menyatakan bahwa selama kurang lebih dua bulan terakhir, ia telah membeli air bersih dari Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

“Sudah lama ini saya belinya, sudah beberapa bulan yang lalu. Kalau total sekitar 15-an tangki, dari Pracimantoro,” kata Ayup saat ditemui di rumahnya pada Senin, 1 Juli 2024.

Untuk setiap tangki air bersih, Ayup harus mengeluarkan biaya antara Rp 100.000 hingga Rp 130.000. Satu tangki air biasanya hanya cukup untuk dua pekan.

Baca juga: Lima Remaja Diamankan di Bantul, Polisi Temukan Senjata Tajam dan Molotov

“Kalau air hujan itu biasanya buat minum, karena lebih bersih. Tapi kalau yang beli dari tangki itu buat masak, mencuci, atau untuk ternak,” tambah Ayup.

Beberapa hari yang lalu, wilayahnya sempat diguyur hujan meskipun hanya sebentar. Air hujan tersebut cukup membantu masyarakat karena setiap rumah telah menyiapkan bak penampungan air hujan.

“Kalau air dari PDAM itu airnya hanya keluar seminggu sekali atau dua kali saja,” kata Ayup. Ia menambahkan bahwa aliran air PDAM di wilayahnya tidak lancar dan tidak mengalir setiap hari.

Kesulitan serupa juga dirasakan oleh masyarakat di Padukuhan Kemusu, Kalurahan Semugih, Rongkop. Slamet, salah satu warga Kemusu, mengaku telah beberapa kali membeli air bersih dari tangki swasta.

Baca juga: Atlet Bulutangkis China Meninggal Dunia saat Bertanding di Asia Junior Championship Yogyakarta

“Saya sudah membeli 4 kali, dari Pracimantoro juga. Satu tangkinya seharga Rp 120.000,” kata Slamet.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan, mengingat kesulitan air bersih saat musim kemarau telah dirasakan selama bertahun-tahun. Kemarau Gunungkidul ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah untuk menangani masalah kekeringan yang berulang di wilayah ini.

Terimakasih telah membaca Kemarau Gunungkidul: Warga Harus Membeli Air Bersih untuk Bertahan semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Ratusan Wisatawan Gunungkidul Terkena Sengatan Ubur-ubur dalam Sepekan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *