Headline.co.id, OKU Timur ~ Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akhirnya buka suara terkait antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, khususnya kawasan Belitang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Pertamina memastikan penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih berjalan normal serta terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya keluhan warga akibat antrean kendaraan di SPBU dan Pertashop yang mulai mengganggu aktivitas harian hingga distribusi ekonomi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring intensif terhadap stok dan distribusi BBM di seluruh wilayah OKU Timur.
“Pertamina terus melakukan penguatan stok dan optimalisasi penyaluran BBM guna menjaga kelancaran distribusi serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rusminto.
Menurutnya, penyaluran Pertalite di wilayah OKU Timur masih berjalan sesuai kuota harian yang telah ditetapkan. Sementara itu, distribusi Pertamax juga terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani.
Rusminto menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan seluruh lembaga penyalur BBM untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat di lapangan.
Antrean BBM di Belitang Capai Satu Kilometer
Sebelumnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah Belitang, termasuk di Pertashop Desa Tulusayu pada Kamis (21/5/2026). Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Warga rela mengantre sejak siang hingga malam demi mendapatkan BBM untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menunggu selama berjam-jam. Tidak sedikit pengendara yang kehabisan bahan bakar saat masih berada di antrean.
Salah satu warga, Suprapto, mengaku kondisi antrean kali ini menjadi yang paling parah dibanding hari-hari sebelumnya.
“Antrean terjadi sejak dua hari terakhir, paling parah hari ini,” ujar Suprapto.
Dampak Mulai Dirasakan Sektor Pertanian
Kelangkaan BBM di OKU Timur turut mendapat perhatian dari Bendahara DPD Partai NasDem OKU Timur, Muhammad Mukhlis. Ia turun langsung memantau kondisi di lapangan dan menilai persoalan tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Mukhlis, sektor pertanian yang menjadi penopang utama masyarakat OKU Timur mulai terdampak akibat distribusi BBM yang tersendat.
“Petani yang menggantungkan hidup pada hasil bumi ikut terdampak akibat distribusi yang tersendat,” kata Mukhlis.
Ia menilai persoalan kelangkaan BBM tidak bisa dianggap sebagai masalah musiman semata karena dampaknya mulai meluas terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
“Ini bukan sekadar persoalan musiman, tetapi merupakan kegagalan tata kelola yang dibiarkan,” tegasnya.
Pertamina Klaim Distribusi Terus Dioptimalkan
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina menyatakan upaya penguatan stok dan optimalisasi distribusi terus dilakukan, termasuk dengan memprioritaskan suplai ke wilayah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi seperti kawasan Belitang dan sekitarnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying agar distribusi energi tetap berjalan lancar dan merata.
Sementara itu, Mukhlis mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar persoalan distribusi BBM tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
“Pemerintah jangan cuma omon-omon, buktikan langkah konkretnya. Kondisi ini memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten OKU Timur,” ujarnya.
Hingga kini, antrean kendaraan di sejumlah titik pengisian BBM di wilayah Belitang dan sekitarnya masih terjadi. Warga berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas masyarakat serta distribusi ekonomi dapat kembali berjalan lancar.
Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135.























