Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia semakin memperkuat perannya dalam dekarbonisasi sektor penerbangan global dengan menjadi tuan rumah The Fourth Meeting of ICAO Committee on Aviation Environmental Protection (CAEP) Working Group 5 (WG5) di Bali. Pertemuan internasional ini, yang berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, mengumpulkan 130 pakar bahan bakar penerbangan dari berbagai negara untuk menyusun kebijakan teknis pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung transisi energi bersih di sektor penerbangan.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman, menegaskan bahwa Working Group 5 memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan teknis pengembangan CORSIA Eligible Fuels. Tiga kelompok kerja dalam forum ini membahas Life Cycle Assessment (LCA), keberlanjutan, dan teknologi. “Industri penerbangan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan volatilitas pasar energi,” ujar Sokhib. Oleh karena itu, percepatan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan tidak hanya penting untuk menekan emisi karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
Implementasi SAF dan Tantangan Global
Indonesia menekankan bahwa implementasi SAF harus dilakukan melalui pendekatan yang seimbang dengan mengakomodasi keragaman sumber daya, bahan baku, serta teknologi produksi yang dimiliki setiap negara. Pemerintah juga menekankan pentingnya metodologi pengembangan SAF yang disusun berdasarkan bukti ilmiah, transparansi, serta standar keberlanjutan yang kredibel dan bebas dari intervensi politik.
Sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi udara, Indonesia menilai bahwa keberlanjutan penerbangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga konektivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi melalui masukan teknis, diskusi ilmiah, dan pendekatan berbasis bukti dalam penyusunan kebijakan lingkungan penerbangan internasional.
Rekomendasi dan Harapan Indonesia
Melalui forum ini, Indonesia berharap dapat melahirkan berbagai rekomendasi teknis yang dapat memperkuat implementasi CORSIA Eligible Fuels, mempercepat adopsi SAF secara global, serta mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan kemandirian ekonomi dan transisi energi berkelanjutan, serta peningkatan peran aktif Indonesia dalam kerja sama internasional untuk menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.



















