Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menginisiasi paradigma baru dalam pembangunan olahraga nasional dengan menjadikannya sebagai sektor strategis yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa olahraga kini dipandang sebagai peluang pendapatan yang signifikan, bukan sekadar beban anggaran. Hal ini disampaikan dalam siaran pers pada Jumat (3/7/2026).
Erick Thohir menjelaskan bahwa perubahan paradigma ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan olahraga sebagai instrumen penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. “Olahraga harus dilihat sebagai peluang pendapatan yang dapat memberikan dampak ekonomi luas,” ujar Erick Thohir.
Menurut data global, sektor sport tourism menghasilkan nilai ekonomi sekitar US$625 miliar atau hampir Rp9.800 triliun, dengan pertumbuhan sekitar delapan persen per tahun. Indonesia, dengan kekayaan alam dan destinasi wisata yang melimpah, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang ini. Selain itu, industri olahraga dunia juga terus berkembang dengan nilai mencapai US$521 miliar atau sekitar Rp8.000 triliun, dan diproyeksikan tumbuh hingga 25 persen pada 2032.
Pengembangan Sport Tourism
Kemenpora mendorong penyelenggaraan lebih banyak kompetisi olahraga yang dapat menggerakkan sektor ekonomi lain seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan perdagangan. Contohnya, penyelenggaraan lomba lari yang kini mencapai 104 event maraton di Indonesia, melibatkan lebih dari 10 juta pelari, dan menciptakan permintaan terhadap perlengkapan olahraga serta layanan pendukung lainnya.
Dampak Ekonomi dari Event Internasional
Erick Thohir mencontohkan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika yang telah memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,9 triliun. Event ini turut mendorong pertumbuhan usaha kuliner, penginapan, investasi vila, dan peningkatan kunjungan wisata ke destinasi lain di sekitar Mandalika. Efek berganda dari event olahraga ini menjadi alasan pemerintah memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Potensi Liga Olahraga Domestik
Kompetisi liga olahraga domestik juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Liga sepak bola nasional diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp700 miliar, sedangkan liga bola basket mencapai sekitar Rp60 miliar. Kemenpora mendorong lahirnya lebih banyak liga olahraga profesional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, sebagaimana yang telah berkembang di negara maju.
Kebijakan ini mendukung implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul. Selain itu, Kemenpora juga menjalankan program pembinaan atlet jangka panjang, penyempurnaan regulasi keolahragaan, dan penguatan kerja sama lintas kementerian untuk transformasi ekosistem olahraga Indonesia menuju lebih profesional dan berkelanjutan.




















