Headline.co.id, Mobilitas Warga Di Kabupaten Bener Meriah ~ Aceh, mulai kembali normal setelah Jembatan Enang-Enang dibuka secara terbatas. Pembukaan ini dilakukan setelah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara pada jembatan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga konektivitas masyarakat sambil mempersiapkan pembangunan jembatan permanen.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan. “Kami berupaya keras untuk memastikan bahwa infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Pembatasan Penggunaan Jembatan
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, jembatan kini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton, serta pejalan kaki pada siang hari. Namun, kendaraan berat dan angkutan umum masih dibatasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. “Kami masih membatasi kendaraan berat untuk melintas demi keamanan,” kata Zulkarnaini.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Selama masa penanganan darurat, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, termasuk Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perhubungan, untuk mengatur rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan yang melintasi jembatan. Jalan Werlah juga tetap dioptimalkan sebagai jalur alternatif guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Rencana Pembangunan Jembatan Permanen
BPJN Aceh mempercepat persiapan pembangunan jembatan permanen yang semula direncanakan mulai dikerjakan pada 2027. Proses perencanaan akan dimajukan ke 2026 agar desain teknis dan tahapan penganggaran dapat diselesaikan lebih awal. “Kami berusaha mempercepat proses ini agar masyarakat dapat segera menikmati infrastruktur yang lebih baik,” tambah Zulkarnaini.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Bener Meriah dapat kembali pulih sepenuhnya. Pemerintah terus berupaya untuk memastikan bahwa infrastruktur yang rusak akibat bencana dapat segera diperbaiki demi kesejahteraan masyarakat.





















