Apakah benar ibu menyusui tidak boleh minum obat? Ini penjelasan Dari Ahlinya

Daftar obat yang aman untuk ibu hamil dan MENYUSUI
Ilustrasi ibu hamil (Ist)

Apakah benar ibu menyusui tidak boleh minum obat? Ini penjelasan Dari Ahlinya ~ Headline.co.id (Kesehatan). Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit tersebut.

Baca juga: Inilah 7 Tips Untuk Mengobati FLU Agar Tidak Bertambah Parah

Obat dapat menyebabkan efek yang tidak dikehendaki pada janin selama masa kehamilan. Selama kehamilan dan menyusui, seorang ibu dapat mengalami berbagai keluhan atau gangguan kesehatan yang membutuhkan obat. Banyak ibu hamil menggunakan obat dan suplemen pada periode organogenesis sedang berlangsung sehingga risiko terjadi cacat janin lebih besar. Di sisi lain, banyak ibu yang sedang menyusui menggunakan obat-obatan yang dapat memberikan efek yang tidak dikehendaki pada bayi yang disusui.

Karena banyak obat yang dapat melintasi plasenta, maka penggunaan obat pada wanita hamil perlu berhati-hati. Dalam plasenta obat mengalami proses biotransformasi, mungkin sebagai upaya perlindungan dan dapat terbentuk senyawa antara yang reaktif, yang bersifat teratogenik/dismorfogenik. Obatobat teratogenik atau obat-obat yang dapat menyebabkan terbentuknya senyawa teratogenik dapat merusak janin dalam pertumbuhan.

Baca juga:  Cari Serum Pencerah Wajah Terbaik? Ini Kisah Ku Menggunakan Serum dan Serum Mask

Beberapa obat dapat memberi risiko bagi kesehatan ibu, dan dapat memberi efek pada janin juga. Selama trimester pertama, obat dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis), dan risiko terbesar adalah kehamilan 3-8 minggu. Selama trimester kedua dan ketiga, obat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin atau dapat meracuni plasenta

Dengan demikian, perlu pemahaman yang baik mengenai obat apa saja yang relatif tidak aman hingga harus dihindari selama kehamilan ataupun menyusui agar tidak merugikan ibu dan janin yang dikandung ataupun bayinya.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh ibu hamil dan menyusui ssar akan menggunakan obat. Selain perlu konsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum minum obat, ibu hamil dan menyusui dapat mengetahui aman atau tidak obat tersebut dengan memnaca lembar infomrasi yang ada di kemasan obat (leflet).

Baca juga: Antisipasi! Ini Jenis dan Gejala Dini Kanker Pada Anak

Berdasarkan indeks keamanan obat pada kehamilan dan menyusui dibagi menjadi 4 (empat) kategori yakni

  • Kategori A Studi control untuk menunjukan resiko pada fetus ditrimester pertama gagal (tidak ada bukti resiko pada trimester berikutnya) kemungkinan aman pada fetus contoh obat: asam askorbat (vitamin C), Levotyroxine sodium
  • Kategori B Pada studi reproduksi hawan tidak dapat menunjukan resiko pada fetus, pada studi control wanita hamil / studi reproduksi hewan tidak menunjukan efek samping (selain dari penurunan fertilitas) yang tidak dikonfimasikan pada studi control wanita hamil pada trimester pertama (tidak ada bukti pada trimester berikutnya) contoh obat : Caffein, Cefadroxyl, Amoxicillin, Loratadine, Paracetamol, Ranitidine
  • Kategori C Studi pada hewan menunjukan efek samping pada fetus (teratogenik) / embriosidal atau yang lainnya, tetapi belum ada studi control pada wanita hamil, obat harus diberikan hanya jika keuntungan lebih besar dari resiko pada fetus. Contoh obat : Amlodipine, Captopril, Ciprofloxacin
  • Kategori X Studi pada hewan atau manusia telah menunjukan ketidaknormalan fetus / terdapat bukti terhadap resiko fetus berdasarkan pengalaman manusia / keduanya, penggunaan obat terhadap wanita hamil tidak ada keuntungannya. Obat ini kontraindikasi dengan wanita hamil. Contoh obat : Atorvastatin, Flurazepam, Warfarin, Quinine

Baca juga: Mengenal Manfaat dan Pentingnya Konsumsi Vitamin D Untuk Ibu Hamil

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.