Headline.co.id, Jakarta ~ Persebaya harus berbagi poin dengan Garudayaksa FC setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), berakhir 1-1. Hasil tersebut terjadi setelah keunggulan Persebaya melalui Alex Martins pada menit ke-84 disamakan Garudayaksa lewat situasi bola mati pada menit ke-89. Gelandang Persebaya, Toni Firmansyah, meminta maaf kepada Bonek dan Bonita karena tim gagal mempertahankan kemenangan. Ia menyebut hasil itu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait konsentrasi pemain pada menit-menit akhir pertandingan.
Persebaya Gagal Mempertahankan Keunggulan
Persebaya sempat berada di jalur kemenangan setelah Alex Martins mencetak gol pada menit ke-84. Penyerang asal Brasil itu membobol gawang Garudayaksa melalui sundulan yang membuat Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan selama lima menit. Garudayaksa memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Gol tersebut membuat gawang Reza Arya kembali bergetar. Persebaya pun harus menerima satu poin setelah kemenangan yang sudah berada di depan mata terlepas pada penghujung pertandingan.
Sebelum gol Alex Martins, Persebaya sebenarnya sempat mencetak gol lebih awal melalui Miguel Pereira pada awal babak kedua. Akan tetapi, gol itu dianulir setelah pemeriksaan VAR karena Miguel berada dalam posisi offside.
Toni Firmansyah Minta Maaf kepada Bonek dan Bonita
Hasil imbang tersebut tidak sesuai dengan harapan Persebaya dan suporter yang hadir langsung di Stadion Gelora Bung Tomo. Toni Firmansyah menyadari kekecewaan Bonek dan Bonita setelah tim gagal mengamankan tiga poin.
“Pertama-tama mungkin saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan sore ini,” ucap Toni dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pemain asal Benowo itu mengatakan seluruh pemain telah berusaha untuk meraih kemenangan. Menurut Toni, Persebaya tetap berjuang membangun serangan dan menciptakan peluang hingga akhirnya mampu mencetak gol pada menit-menit akhir.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan sampai pertandingan selesai. Satu momen melalui bola mati membuat Persebaya harus puas dengan hasil imbang.
“Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tiga poin. Kami sudah bekerja keras, berjuang sampai akhir, dan mencoba menjalankan instruksi pelatih. Tetapi memang hasil akhirnya belum sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujar Toni.
Konsentrasi Menjadi Evaluasi Persebaya
Toni menilai hasil melawan Garudayaksa harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemain Persebaya. Ia menyoroti pentingnya menjaga fokus hingga pertandingan benar-benar berakhir, terutama ketika tim sedang dalam posisi unggul.
“Ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Kami harus lebih fokus sampai pertandingan benar-benar selesai dan tidak boleh kehilangan konsentrasi. Kami akan evaluasi bersama supaya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Persebaya sebelumnya sudah berusaha menjalankan instruksi pelatih dan bekerja keras untuk mendapatkan tiga poin. Namun, gol penyama kedudukan pada menit ke-89 membuat upaya tersebut belum menghasilkan kemenangan.
Hasil imbang itu menjadi catatan bagi Persebaya dalam perjalanan Super League 2026/2027. Toni berharap tim tidak larut dalam kekecewaan dan segera memperbaiki kekurangan yang terlihat saat menghadapi Garudayaksa.
Toni Ajak Persebaya Segera Bangkit
Meski kecewa karena gagal meraih tiga poin, Toni meminta rekan-rekannya tetap bersatu dan melanjutkan kerja keras. Ia menilai perjalanan kompetisi masih panjang sehingga Persebaya perlu menjadikan pertandingan tersebut sebagai bagian dari proses untuk berkembang.
“Kami memang kecewa karena gagal mendapatkan tiga poin. Tetapi kita harus tetap bersama, terus bekerja keras, dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya,” tandasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















