Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) menjaga persatuan organisasi dan memperkuat pengabdian kepada umat. Pesan itu disampaikan saat Menag menerima audiensi jajaran pengurus PERTI di Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Menag berharap PERTI tetap menjalankan tujuan awal pendiriannya melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menilai muktamar yang direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2027 dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi.
“PERTI harus terus menjaga persatuan. Jangan sampai semangat perjuangan yang telah diwariskan para ulama menjadi lemah karena perbedaan pandangan. Teruslah berjuang di jalan agama dan memberikan manfaat bagi umat,” ujar Menag.
Menag Tekankan Persatuan PERTI
Nasaruddin mengingatkan pentingnya menjaga warisan perjuangan para ulama pendiri PERTI. Menurut dia, organisasi yang telah melalui perjalanan panjang itu perlu terus memperkuat kaderisasi, merawat tradisi keilmuan Islam, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag berharap PERTI dapat mempertahankan semangat perjuangan yang menjadi dasar berdirinya organisasi. Persatuan dinilai penting agar pengurus dan kader dapat menyatukan langkah dalam menjalankan pengabdian kepada umat.
Dalam konteks rencana muktamar, Menag berharap forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi. Muktamar diharapkan dapat menyatukan langkah para pengurus dan kader sekaligus merumuskan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan umat.
“Warisan para pendiri PERTI harus terus dijaga dan dilanjutkan. Pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi kekuatan organisasi untuk menjawab kebutuhan umat,” imbuhnya.
Sejarah dan Peran PERTI
PERTI merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 5 Mei 1928 di Candung, Sumatera Barat, dengan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli sebagai salah satu tokoh sentral pendiriannya.
Kelahiran PERTI berakar dari gerakan pembaruan pendidikan Islam melalui pengembangan surau dan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI). Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi wadah perjuangan ulama untuk memperkuat pendidikan agama dan kehidupan sosial masyarakat.
Dalam perkembangannya, PERTI mengusung tiga bidang pengabdian utama yang dikenal sebagai Tribakti PERTI, yaitu pendidikan, dakwah, dan amal sosial. Melalui jaringan madrasah dan kegiatan keagamaan, organisasi ini berperan dalam pengembangan pendidikan Islam, pembinaan umat, serta pelestarian tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.
Pengabdian PERTI juga mencakup kegiatan sosial kemasyarakatan dan kaderisasi generasi muda melalui berbagai unsur organisasi. Kiprah tersebut menjadi bagian dari kontribusi PERTI dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan Indonesia.
Muktamar PERTI pada 2027
Muktamar PERTI yang direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2027 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kesinambungan perjuangan organisasi. Forum tersebut diharapkan dapat memastikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial tetap menjadi landasan gerak PERTI.
Rencana muktamar itu juga berkaitan dengan perjalanan panjang PERTI yang akan memasuki satu abad pada 2028. Menjelang usia tersebut, PERTI diharapkan terus menjaga kekompakan dan memperkuat perannya sebagai organisasi keagamaan yang berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, dan kesinambungan program pengabdian, PERTI diharapkan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para pendirinya. Pendidikan, dakwah, dan amal sosial menjadi tiga bidang utama yang terus menjadi bagian dari kiprah organisasi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















