Headline.co.id, Gorontalo ~ RSUD Ainun Habibie memperkuat deteksi dini kanker melalui evaluasi pelayanan kanker dan kesehatan mata bersama Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Klinis Lainnya Kementerian Kesehatan. Evaluasi tersebut berlangsung di RSUD Ainun Habibie, Kabupaten Gorontalo, pada Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan program prioritas, mengidentifikasi hambatan operasional, serta menyusun kebutuhan penguatan sumber daya manusia dan sarana prasarana.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Ainun Habibie, Jeane Istanti Dalie, menegaskan komitmen rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo. Penguatan deteksi dini kanker menjadi salah satu hasil yang didorong melalui monitoring dan evaluasi terpadu tersebut, terutama dengan pemeriksaan mata komprehensif bagi pasien yang mengalami gangguan penglihatan.
Evaluasi Layanan Kanker dan Kesehatan Mata
Kunjungan strategis Kementerian Kesehatan dipimpin Ketua Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Klinis Lainnya, Ester Marini Lubis. Ia hadir bersama anggota tim, yakni Penta Sukmawati, Aulia Dwi Yuliana, dan Zulmiati Tanjung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi difokuskan pada perkembangan program prioritas di bidang pelayanan kanker dan kesehatan mata. Tim melakukan evaluasi terhadap penemuan kasus di lapangan untuk melihat pelaksanaan layanan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi.
Selain itu, evaluasi mencakup pemetaan kebutuhan penguatan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana penunjang. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan klinis dan rujukan spesialistik di RSUD Ainun Habibie.
Melalui rangkaian evaluasi itu, tim gabungan merumuskan rekomendasi dan rencana tindak lanjut strategis. Rekomendasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan deteksi dini kanker melalui pemeriksaan mata komprehensif bagi pasien dengan gangguan penglihatan.
Supervisi Kemenkes Jadi Dorongan Pembenahan
Jeane menyampaikan apresiasi atas supervisi yang diberikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menurut dia, evaluasi berkala diperlukan untuk memvalidasi kualitas layanan yang diberikan rumah sakit kepada masyarakat.
“Kehadiran Tim Kerja dari Kemenkes menjadi pemacu semangat bagi kami di RSUD Ainun Habibie beserta seluruh jajaran manajemen untuk terus berbenah,” ujar Jeane.
Ia menilai evaluasi tidak hanya berfungsi untuk menilai pelaksanaan program, tetapi juga menjadi instrumen untuk memetakan capaian layanan klinis yang berjalan saat ini. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk mengurai hambatan yang berkaitan dengan SDM dan fasilitas pelayanan.
Pengembangan Layanan Rujukan Spesialistik
Menurut Jeane, pemetaan capaian dan hambatan diperlukan agar pengembangan layanan rujukan spesialistik dapat disiapkan secara terarah. Evaluasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan proyeksi pengembangan layanan ke depan berjalan sesuai standar nasional.
Dengan adanya rekomendasi dan rencana tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi terpadu, RSUD Ainun Habibie bersama Kementerian Kesehatan memiliki dasar untuk mengoptimalkan program pelayanan kanker dan kesehatan mata. Fokus tersebut mencakup penemuan kasus di lapangan, pemeriksaan mata komprehensif bagi pasien dengan gangguan penglihatan, serta penguatan SDM dan sarana prasarana penunjang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















