Headline.co.id, Lumajang ~ Kawasan agrowisata seluas tiga hektare dikembangkan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Destinasi yang memadukan perkebunan buah, peternakan, dan edukasi pertanian itu ditargetkan mulai dibuka pada awal 2027. Pengembangan dilakukan di lahan pribadi milik Tolib untuk menambah pilihan wisata bagi pengunjung Pronojiwo, termasuk wisatawan yang datang ke Air Terjun Tumpak Sewu. Hingga Sabtu (31/10/2026), pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 40 persen.
Pembangunan Agrowisata Pronojiwo Capai 40 Persen
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, mengatakan pengelola menyiapkan akses jalan tembus di dalam kawasan. Akses itu ditujukan agar pengunjung dapat berkeliling dan menikmati area perkebunan.
Kawasan agrowisata tersebut akan mengembangkan sejumlah komoditas buah, yakni salak, jeruk, durian, dan stroberi. Salak dan durian ditetapkan sebagai produk unggulan, sementara stroberi dikembangkan sebagai komoditas pendukung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Produk utama atau buah unggulannya nanti salak dan durian. Tetapi di sana juga akan ada ratusan hingga ribuan tanaman stroberi, karena ternyata kondisi cuaca dan tanahnya cocok untuk budidaya stroberi,” ujar Galih, Sabtu (31/10/2026).
Selain perkebunan buah, konsep kawasan juga mencakup aktivitas peternakan dan edukasi pertanian. Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang memberikan pendampingan sejak tahap pembangunan, lain melalui penyusunan konsep kawasan, penguatan daya tarik, serta perancangan aktivitas bagi pengunjung.
Edukasi Peternakan untuk Pengunjung
Kawasan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan budi daya tanaman buah, tetapi juga pemeliharaan kambing dan unggas. Aktivitas itu diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran luar ruang bagi pelajar.
“Kami dari Dinas Pariwisata ikut mendampingi sejak proses pembangunan. Kami memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” jelas Galih.
Dengan konsep tersebut, agrowisata Pronojiwo diarahkan menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata sekaligus edukasi. Pengunjung nantinya dapat menikmati area perkebunan dan mengenal kegiatan peternakan dalam satu kawasan.
Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan di Pronojiwo
Galih mengatakan pengembangan agrowisata ditujukan untuk menambah pilihan kegiatan bagi wisatawan yang datang ke Pronojiwo. Selama ini, wilayah tersebut dikenal melalui destinasi wisata alam, terutama Air Terjun Tumpak Sewu.
“Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu bisa lebih lama tinggal di Pronojiwo. Jadi, pilihan wisatanya semakin bervariasi. Tidak hanya coban dan air terjun, tetapi juga ada wisata baru yang menawarkan inovasi dan pengalaman berbeda,” ungkapnya.
Menurut dia, kehadiran agrowisata dapat melengkapi potensi wisata alam yang telah lebih dahulu dikenal di Pronojiwo. Destinasi baru itu juga diharapkan memberikan pilihan aktivitas lain bagi wisatawan selama berada di kawasan tersebut.
Persiapan Pembukaan Mencakup Perizinan dan Promosi
Menjelang target pembukaan pada awal 2027, pengelola masih perlu menyelesaikan pembangunan fisik, memenuhi perizinan, dan menyiapkan promosi. Seluruh persiapan itu menjadi bagian dari tahapan pengembangan kawasan agrowisata di lahan seluas tiga hektare tersebut.
“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” pungkas Galih.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















