Highlight Berita:
Headline.co.id, Bekasi ~ Kebutuhan grease atau gemuk pelumas di Indonesia tidak hanya berasal dari kendaraan, tetapi juga ditopang berbagai sektor industri dengan beban operasional tinggi. Sektor pertambangan bahkan menjadi salah satu pengguna dengan kebutuhan lebih besar dibandingkan transportasi karena banyaknya peralatan dan komponen mekanis yang bekerja dalam kondisi berat. Kondisi tersebut disampaikan Shell Indonesia saat meresmikan Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas itu disiapkan untuk memproduksi hingga 12 kiloton atau 12.000 ton grease setiap tahun guna memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi industri.
Senior Vice President Lubricants Asia Pacific Shell Mansi Tripathy menyatakan kebutuhan grease di Indonesia berasal dari beragam sektor industri. Pertambangan menjadi salah satu sektor dengan kebutuhan besar karena aktivitasnya melibatkan berbagai peralatan mekanis yang terus bekerja dalam kondisi operasional berat.
Pertambangan Punya Kebutuhan Grease Lebih Besar
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa menyebut penggunaan grease di sektor pertambangan berada di kisaran 7–8 persen dibandingkan penggunaan hydraulic oil. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan sektor transportasi yang berada pada kisaran 3–4 persen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perbedaan tersebut menunjukkan kebutuhan grease tidak dapat hanya dilihat dari penggunaan pada kendaraan. Aktivitas industri yang mengandalkan mesin dan komponen mekanis dengan tekanan serta beban kerja tinggi juga membutuhkan pelumasan untuk menjaga operasional peralatan.
Selain pertambangan, penggunaan grease ditemukan pada sektor steel, alat berat dan konstruksi, pertanian, manufaktur, hingga otomotif. Beragamnya sektor pengguna membuat permintaan grease berkaitan erat dengan aktivitas mesin industri, bukan semata-mata pertumbuhan jumlah kendaraan.
Grease Dibutuhkan Mesin dengan Beban Kerja Tinggi
Secara fungsi, grease digunakan untuk melumasi berbagai komponen mekanis yang mengalami gesekan dan bekerja dengan beban tinggi. Pada sektor pertambangan, produk pelumas tersebut digunakan pada berbagai peralatan yang harus beroperasi dalam kondisi kerja berat.
Kebutuhan perlindungan terhadap komponen menjadi penting karena peralatan industri harus tetap beroperasi sekalipun menghadapi gesekan dan tekanan dalam aktivitas sehari-hari. Pelumasan berperan dalam mendukung kerja komponen mekanis pada berbagai aplikasi industri.
Shell menyediakan grease untuk kebutuhan industri pertambangan melalui produk Shell Gadus. Produk tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap keausan sekaligus mendukung efisiensi sistem pada berbagai aplikasi industri.
Kebutuhan Grease Tidak Bergantung pada Mobil Konvensional
Andri Pratiwa menjelaskan kebutuhan grease tidak hanya bergantung pada kendaraan dengan mesin pembakaran. Grease tetap dibutuhkan karena fungsi utamanya berkaitan dengan pelumasan komponen mekanis, sementara komponen semacam itu juga terdapat pada berbagai mesin industri.
Kondisi tersebut membuat perubahan teknologi di sektor otomotif tidak serta-merta mengurangi seluruh kebutuhan grease. Pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan sektor industri lainnya masih mengandalkan mesin serta peralatan yang membutuhkan pelumasan untuk menunjang kegiatan operasional.
Kendaraan Listrik Tetap Memerlukan Grease
Perkembangan kendaraan listrik juga tidak otomatis menghilangkan penggunaan grease. Menurut Andri, komponen mekanis tetap terdapat pada kendaraan listrik sehingga kebutuhan terhadap pelumas jenis tersebut masih ada meskipun sistem penggeraknya berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran.
Fakta tersebut memperlihatkan pasar grease tidak hanya mengikuti perubahan pada industri otomotif. Selama kendaraan dan peralatan industri masih memiliki komponen yang mengalami gesekan serta beban kerja, kebutuhan pelumasan tetap menjadi bagian dari operasional.
Shell Siapkan Produksi Grease 12.000 Ton per Tahun
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Shell Indonesia meresmikan Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas baru itu memiliki kapasitas produksi 12 kiloton atau sekitar 12.000 ton grease per tahun.
Kapasitas produksi tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan grease dari berbagai sektor industri. Penggunaan produk ini mencakup pertambangan hingga sektor lain seperti steel, alat berat dan konstruksi, pertanian, manufaktur serta otomotif.
Besarnya kebutuhan dari sektor pertambangan sekaligus menunjukkan bahwa grease memiliki pasar yang lebih luas daripada kendaraan. Meskipun industri otomotif terus berkembang menuju kendaraan listrik, kebutuhan pelumasan masih ditopang aktivitas industri yang menggunakan banyak mesin dan komponen mekanis dalam operasionalnya.




















