Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menggelar Entry Meeting Pemeriksaan Terinci Kinerja Semester II Tahun 2026 pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Gedung Urip Sumohardjo, Kemhan RI, Jakarta, dengan melibatkan Kemhan, TNI, dan tim pemeriksa BPK RI. Pemeriksaan ini dibuka Inspektur Jenderal Kemhan Letnan Jenderal TNI Rui F.G.P. Duarte yang mewakili Sekretaris Jenderal Kemhan. Agenda itu menjadi langkah awal untuk mengawal akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan program kerja di lingkungan Kemhan dan TNI.
Pemeriksaan Terinci Kinerja Semester II 2026
Pemeriksaan terinci kinerja Semester II 2026 tersebut digelar untuk mengevaluasi tata kelola serta mengukur ketercapaian kinerja organisasi secara berkesinambungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program kerja di lingkungan Kemhan dan TNI berjalan secara akuntabel dan efektif.
Dalam sambutan Sekretaris Jenderal Kemhan yang dibacakan oleh Irjen Kemhan, ditegaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap ketentuan. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mendorong peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan kinerja organisasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pemeriksaan tersebut tidak hanya untuk menilai kepatuhan terhadap ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan kinerja,” kata Irjen Kemhan saat membacakan amanat Sekjen Kemhan.
Pernyataan tersebut menempatkan pemeriksaan terinci kinerja sebagai bagian dari proses evaluasi organisasi. Selain menilai pelaksanaan program, pemeriksaan juga digunakan untuk mengukur pencapaian kinerja Kemhan dan TNI secara berkelanjutan.
BPK Fokus Menilai Efektivitas Program
Direktur Jenderal PKN VIII dan Organisasi Internasional BPK RI Dr. Bahtiar Arif menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan BPK bertumpu pada penilaian efektivitas program. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk melihat apakah terdapat hal-hal yang masih memerlukan peningkatan kinerja.
“Tujuan pemeriksaannya adalah menilai efektivitas. Apabila ada hal-hal yang memerlukan peningkatan kinerja, maka akan diberikan rekomendasi konstruktif,” jelas Bahtiar Arif.
Menurut Bahtiar, rekomendasi yang dihasilkan dari pemeriksaan diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola lembaga. Karena itu, keterbukaan dan komunikasi yang efektif tim pemeriksa BPK RI dan jajaran Kemhan/TNI dinilai penting selama proses pemeriksaan berlangsung.
Keterbukaan dan komunikasi tersebut diperlukan agar pemeriksaan dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat. Dalam konteks ini, pemeriksaan tidak hanya menjadi kegiatan evaluasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong perbaikan kinerja dan tata kelola di lingkungan Kemhan dan TNI.
Pejabat Kemhan, TNI, dan Tim BPK Hadir
Entry Meeting Pemeriksaan Terinci Kinerja Semester II Tahun 2026 dihadiri Kabaloghan Kemhan, Irjen TNI, Irjenad, Irjenal, para pejabat eselon I Kemhan, pejabat Mabes TNI dan Angkatan, serta tim pemeriksa dari BPK RI.
Kehadiran unsur Kemhan, TNI, dan BPK RI dalam kegiatan tersebut menandai dimulainya pemeriksaan terinci kinerja pada Kemhan dan TNI. Forum itu juga menjadi ruang awal untuk menyampaikan tujuan pemeriksaan serta menekankan pentingnya kerja sama tim pemeriksa dan jajaran yang diperiksa.
Melalui pemeriksaan terinci kinerja Semester II 2026, Kemhan dan TNI diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan program kerja. Sementara itu, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi pemberian rekomendasi konstruktif apabila ditemukan aspek yang masih memerlukan peningkatan kinerja.


















