Headline.co.id, Jakarta ~ Peringatan satu dekade Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menampilkan sumber daya manusia (SDM) unggul dari kalangan santri serta kontribusi nyata pesantren. Gagasan itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno dalam rapat persiapan Hari Santri 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). Ismail mendorong agar santri dari berbagai daerah mendapat ruang untuk menunjukkan prestasi, kemampuan, pengalaman, dan gagasan mereka. Sementara itu, Suyitno menekankan tiga fungsi pesantren yang perlu lebih banyak diperkenalkan kepada publik, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah.
Hari Santri 2026 Jadi Ruang Tampilkan SDM Unggul
Ismail mengatakan, peringatan satu dekade Hari Santri dapat digunakan untuk mengangkat sosok-sosok santri yang selama ini belum banyak mendapat sorotan. Menurut dia, keberagaman latar belakang, prestasi, dan kemampuan para santri penting untuk menjadi bagian dari narasi Hari Santri 2026.
“Jadi, kalau 10 tahun kita memperingati Hari Santri, akan menarik sekali kalau menampilkan SDM santri yang unggul. Santri itu juga merupakan bagian dari lembaga pendidikan yang bisa melahirkan manusia-manusia unggul. Apalagi kalau manusia unggul itu berasal dari keluarga yang tidak seberuntung yang lain,” ujar Ismail.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menilai, kisah santri dari berbagai daerah di Indonesia dapat memperkaya peringatan Hari Santri 2026. Pengalaman dan prestasi mereka dinilai perlu ditampilkan agar kontribusi santri kepada bangsa dapat diketahui secara lebih luas.
Menurut Ismail, ruang tersebut tidak hanya berbentuk penampilan prestasi, tetapi juga dialog. Forum nasional dinilai dapat menjadi tempat bagi santri untuk menunjukkan kapasitas intelektual sekaligus menyampaikan gagasan secara langsung.
“Bahkan, santri dari berbagai daerah dapat diberi kesempatan menyampaikan gagasan secara langsung dalam forum nasional, termasuk kepada Presiden,” katanya.
Tiga Fungsi Pesantren Perlu Diperkenalkan
Amien Suyitno menyoroti perlunya Hari Santri 2026 menampilkan kontribusi pesantren secara lebih konkret kepada masyarakat. Ia menyebut pesantren memiliki tiga fungsi utama yang perlu diperkenalkan lebih luas, yaitu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah.
“Jadi, tiga fungsi itu menurut saya yang harus diamplifikasi untuk tahun ini dalam pelaksanaan Hari Santri, supaya betul-betul bisa menggambarkan sekaligus mengedukasi bahwa pesantren juga memiliki banyak capaian,” terang Suyitno.
Menurut Suyitno, ketiga fungsi tersebut perlu disampaikan melalui bukti dan cerita nyata dari berbagai daerah. Pendekatan itu diharapkan dapat membantu masyarakat melihat peran pesantren secara lebih utuh.
Pesantren, kata dia, tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan. Pesantren juga memiliki peran dalam pemberdayaan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, berbagai capaian yang lahir dari peran tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari informasi yang disampaikan dalam peringatan Hari Santri 2026.
Praktik Baik Pesantren Jadi Bagian Narasi
Suyitno menilai, penguatan narasi mengenai pesantren penting agar capaian lembaga tersebut dapat diketahui masyarakat secara lebih luas. Berbagai praktik baik dan keberhasilan pesantren di bidang pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah dapat memperlihatkan kontribusinya dalam kehidupan masyarakat.
Penyampaian kontribusi melalui bukti dan cerita nyata dari berbagai daerah juga diharapkan membuat peringatan Hari Santri lebih dekat dengan pengalaman masyarakat. Dengan demikian, publik dapat memahami capaian pesantren berdasarkan peran yang dijalankan di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah.
Di sisi lain, pengangkatan kisah santri dari berbagai wilayah dapat memperluas gambaran mengenai sumber daya manusia yang lahir dari lingkungan pesantren. Santri dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam dapat diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan serta gagasan mereka.
Bukan Sekadar Peringatan Tahunan
Momentum satu dekade Hari Santri 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan. Ismail mendorong agar agenda tersebut juga menjadi ruang dialog yang memberi kesempatan kepada santri untuk menyampaikan gagasan dalam forum nasional.
Sementara itu, Suyitno berharap Hari Santri dapat memperlihatkan kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa. Penampilan SDM santri yang unggul serta penguatan cerita mengenai fungsi pesantren menjadi dua hal yang ditekankan dalam persiapan peringatan tersebut.
Dengan menampilkan prestasi, gagasan, praktik baik, dan capaian dari berbagai daerah, Hari Santri 2026 diharapkan dapat menggambarkan peran santri dan pesantren secara lebih luas kepada masyarakat.



















